Valas Hari Ini: Emas dan Perak Terkoreksi dari Rekor Tertinggi, Pasar Global Masuk Mode Waspada Jelang Tahun Baru

Pasar valas hari ini, Senin (29/12/2025), diwarnai koreksi emas dan perak dari rekor tertinggi. Dolar AS bergerak datar, yen menguat,…
1 Min Read 1 16

Pasar valas hari ini, Senin (29/12/2025), diwarnai koreksi emas dan perak dari rekor tertinggi. Dolar AS bergerak datar, yen menguat, sementara euro dan pound masih tertekan menjelang Tahun Baru.

Pasar Valas Cenderung Sepi, Logam Mulia Jadi Pusat Perhatian

Pergerakan pasar valuta asing (valas) global pada Senin, 29 Desember 2025, berlangsung relatif tenang seiring semakin dekatnya libur Tahun Baru. Aktivitas transaksi pada pasangan mata uang utama terlihat terbatas, mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah likuiditas pasar yang menipis.

Di tengah sepinya pergerakan mata uang, emas dan perak justru menjadi sorotan utama. Kedua logam mulia ini mengalami fluktuasi tajam di awal pekan setelah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada akhir pekan lalu. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar komoditas masih sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama saat volume perdagangan kembali mendekati normal usai libur Natal.

Emas dan Perak Terkoreksi Usai Reli Tajam

Setelah libur Natal, harga Emas (XAU/USD) dan Perak (XAG/USD) melonjak signifikan dan mencetak rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat. Reli tersebut didorong oleh kombinasi permintaan aset safe haven, pelemahan dolar AS sebelumnya, serta ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi.

Namun, memasuki awal pekan, tekanan jual mulai muncul. Dengan likuiditas yang sedikit membaik dan investor mulai merealisasikan keuntungan, emas dan perak berbalik arah dan mengalami koreksi. Pada saat laporan ini ditulis, harga emas berada di kisaran US$4.495 per ons, melemah sekitar 1% secara harian. Sementara itu, perak mencatatkan penurunan yang lebih dalam, sekitar 1,5%, dan diperdagangkan di level US$78,15 per ons.

Pelaku pasar menilai koreksi ini masih bersifat teknikal dan wajar, mengingat kenaikan sebelumnya terjadi dalam waktu relatif singkat. Selama ketidakpastian global masih tinggi, emas dan perak tetap dipandang memiliki daya tarik jangka menengah hingga panjang.

Geopolitik Ukraina Masih Jadi Latar Belakang Pasar

Sentimen geopolitik kembali menjadi perhatian setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa telah terjadi “banyak kemajuan” dalam pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terkait peluang kesepakatan damai.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa belum ada terobosan nyata terkait isu-isu sensitif di wilayah konflik, serta mengindikasikan bahwa proses negosiasi kemungkinan masih akan memakan waktu beberapa minggu. Pernyataan ini menjaga pasar tetap berhati-hati, karena perkembangan konflik Ukraina berpotensi memengaruhi harga komoditas, arus modal global, dan pergerakan mata uang safe haven.

Dolar AS Bergerak Datar, Pasar Tunggu Risalah The Fed

Setelah mencatatkan kerugian tipis pada perdagangan Jumat, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak sideways dalam rentang sempit di awal pekan. DXY bertahan di atas level 98,00, mencerminkan keseimbangan antara tekanan ekspektasi penurunan suku bunga dan dukungan dari data ekonomi AS yang relatif solid.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis Risalah Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Desember yang dijadwalkan pada Selasa. Dokumen tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk tambahan terkait pandangan The Fed mengenai inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, serta prospek kebijakan moneter pada 2026.

Pada hari Senin, kalender ekonomi AS relatif sepi. Pending Home Sales bulan November menjadi satu-satunya data utama yang dirilis, sehingga tidak banyak memberikan dorongan berarti bagi pergerakan dolar AS.

USD/JPY Tertekan Usai Sinyal Hawkish Bank of Japan

Dari kawasan Asia, perhatian pasar tertuju pada Jepang setelah Bank of Japan (BoJ) merilis Ringkasan Opini dari rapat kebijakan moneter bulan Desember. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah pembuat kebijakan mendukung untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, dengan alasan inflasi yang masih menjadi perhatian serta perlunya menghindari ketertinggalan kebijakan.

Sinyal hawkish ini memberikan dukungan bagi yen Jepang dan menekan pasangan USD/JPY. Setelah turun lebih dari 0,7% pada pekan sebelumnya, USD/JPY tetap berada di bawah tekanan bearish moderat dan diperdagangkan di bawah level 156,50 pada awal perdagangan Senin.

Penguatan yen ini mencerminkan meningkatnya spekulasi bahwa BoJ akan bergerak lebih agresif dalam normalisasi kebijakan moneternya dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Euro dan Pound Bergerak Terbatas

Di pasar Eropa, pasangan EUR/USD menutup dua hari perdagangan berturut-turut di zona negatif untuk mengakhiri pekan lalu. Tekanan tersebut berlanjut pada perdagangan Senin pagi, dengan euro bergerak melemah secara perlahan menuju area 1,1750.

Minimnya katalis baru dari kawasan euro serta dominasi sentimen global membuat euro cenderung defensif menjelang akhir tahun.

Sementara itu, GBP/USD mencatatkan performa positif pada pekan sebelumnya dengan kenaikan hampir 1%, sekaligus mencetak penutupan mingguan tertinggi sejak awal September. Namun, memasuki awal pekan ini, pergerakan pound sterling relatif tenang. GBP/USD diperdagangkan dalam rentang sempit di bawah level 1,3500, mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar.

Prospek Pasar Jelang Tutup Tahun

Dengan semakin dekatnya pergantian tahun, pasar valas diperkirakan akan tetap bergerak terbatas dan sensitif terhadap berita geopolitik serta komentar pejabat bank sentral. Likuiditas yang tipis berpotensi memperbesar volatilitas sesaat, meskipun tren besar cenderung tertahan.

Koreksi emas dan perak dari rekor tertinggi menunjukkan bahwa pasar mulai memasuki fase konsolidasi setelah reli kuat. Sementara itu, pasangan mata uang utama masih menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Pasar valas hari ini diwarnai oleh koreksi emas dan perak dari rekor puncak, sementara pergerakan mata uang utama relatif terbatas menjelang libur Tahun Baru. Dolar AS bergerak datar, yen Jepang menguat berkat sinyal hawkish BoJ, sementara euro dan pound sterling masih berada dalam tekanan ringan. Dengan likuiditas yang menipis, pelaku pasar diperkirakan akan tetap berhati-hati hingga memasuki awal tahun 2026.

Team

One thought on “Valas Hari Ini: Emas dan Perak Terkoreksi dari Rekor Tertinggi, Pasar Global Masuk Mode Waspada Jelang Tahun Baru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *