USD/CAD mendekati level 1,3800 seiring pelemahan luas dolar AS akibat ketegangan geopolitik, ancaman tarif Trump, dan ekspektasi jeda suku bunga Bank of Canada.
Dolar AS Melemah di Tengah Geopolitik Global dan Sikap Hati-Hati Bank Kanada
Pergerakan pasangan mata uang USD/CAD kembali berada di bawah tekanan dan mendekati area psikologis 1,3800 pada perdagangan Selasa, seiring melemahnya dolar Amerika Serikat secara luas di pasar global. Pelemahan ini menandai kelanjutan tren turun selama dua hari berturut-turut, dengan pasangan mata uang tersebut telah kehilangan sekitar 0,6% dari puncaknya di 1,3928 menuju level terendah sesi di sekitar 1,3820.
Tekanan pada dolar AS tidak terjadi secara terisolasi, melainkan mencerminkan sentimen pasar yang semakin berhati-hati terhadap arah kebijakan politik dan perdagangan Amerika Serikat. Kekhawatiran geopolitik yang meningkat, dikombinasikan dengan retorika proteksionis Presiden AS Donald Trump, mendorong pelaku pasar untuk mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar dalam apa yang dikenal sebagai strategi “Sell America trade.”
Dolar AS Jadi Mata Uang Terlemah Minggu Ini
Dalam pekan berjalan, dolar AS tercatat sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di antara mata uang utama dunia. Tekanan tersebut muncul bertepatan dengan peringatan satu tahun masa jabatan Presiden Trump, yang kembali menegaskan niat kontroversialnya untuk memperluas pengaruh Amerika Serikat, termasuk wacana penguasaan wilayah Greenland, serta rencana untuk menaikkan tarif perdagangan terhadap negara-negara yang dianggap menentang kepentingan AS.
Retorika tersebut memicu kekhawatiran baru akan meningkatnya ketegangan perdagangan global, khususnya di tengah hubungan yang belum sepenuhnya pulih antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Perpecahan kebijakan dagang UE-AS menambah lapisan ketidakpastian yang membuat investor cenderung menghindari dolar dan beralih ke mata uang lain yang dianggap lebih stabil.
Situasi ini diperparah oleh minimnya rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pasar AS baru kembali beroperasi setelah libur panjang Hari Peringatan Martin Luther King Jr., sehingga likuiditas dan sentimen pasar sangat dipengaruhi oleh faktor geopolitik dan pernyataan pejabat tinggi pemerintah.
Fokus Pasar pada Davos dan Data Ketenagakerjaan AS
Dengan absennya data ekonomi utama, perhatian pelaku pasar tertuju pada laporan Ketenagakerjaan Mingguan ADP yang dijadwalkan rilis dalam waktu dekat. Meski bukan indikator utama kebijakan The Federal Reserve, data ini tetap menjadi barometer awal kondisi pasar tenaga kerja AS.
Selain itu, pasar juga bersikap wait and see menjelang pidato Presiden Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos. Investor khawatir bahwa pidato tersebut akan kembali menegaskan pendekatan agresif AS dalam perdagangan internasional, yang berpotensi memperburuk sentimen risiko global dan semakin menekan nilai tukar dolar.
Ketidakpastian ini membuat dolar AS kehilangan daya tariknya sebagai safe haven jangka pendek, sehingga membuka ruang pelemahan lanjutan terhadap mata uang mitra dagangnya, termasuk dolar Kanada.
Data Inflasi Kanada Beri Ruang Jeda Kebijakan BoC
Di sisi lain, pergerakan USD/CAD juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi dari Kanada. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kanada yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa tekanan harga meningkat pada bulan Desember. Inflasi utama tercatat naik 2,4% secara tahunan (YoY), melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi akan bertahan di level 2,2% YoY.
Namun, rincian data menunjukkan gambaran yang lebih berimbang. Inflasi inti pilihan Bank of Canada (BoC) justru mengalami perlambatan, turun menjadi 2,8% YoY dari 2,9% YoY pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini memberikan sinyal bahwa tekanan harga domestik masih relatif terkendali.
Kombinasi antara inflasi utama yang sedikit lebih tinggi dan inflasi inti yang melambat memperkuat pandangan bahwa Bank of Canada kemungkinan akan mempertahankan suku bunga acuannya tanpa perubahan dalam beberapa bulan ke depan. Sikap jeda kebijakan ini membuat dolar Kanada relatif stabil, meskipun tidak cukup kuat untuk mendorong penguatan signifikan secara mandiri.
Prospek USD/CAD: Tekanan Masih Dominan
Secara teknikal dan fundamental, pasangan USD/CAD masih berada dalam fase koreksi dari puncak terbarunya. Selama sentimen negatif terhadap dolar AS berlanjut, khususnya akibat ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan, ruang penurunan menuju area 1,3800 bahkan 1,3750 tetap terbuka.
Namun, pelaku pasar juga mewaspadai potensi volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Setiap pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve, kejutan positif dari data ekonomi AS, atau perubahan nada kebijakan dari Trump dapat memicu rebound teknikal pada USD/CAD.
Sebaliknya, jika tekanan geopolitik meningkat dan retorika proteksionisme AS kembali menguat, dolar AS berisiko melanjutkan tren pelemahannya, sementara USD/CAD berpotensi tetap berada di bawah tekanan dalam waktu dekat.
Pergerakan USD/CAD yang mendekati 1,3800 mencerminkan kombinasi antara pelemahan luas dolar AS, meningkatnya ketegangan geopolitik global, serta ekspektasi bahwa Bank of Canada akan mengambil sikap menunggu dalam kebijakan moneternya. Dengan sentimen pasar yang masih rapuh dan fokus tertuju pada perkembangan politik global, pasangan mata uang ini diperkirakan akan tetap bergerak volatil dalam jangka pendek, dengan bias tekanan masih cenderung ke bawah.