EUR/USD Stabil di Dekat Level Tertinggi, Pasar Menanti Rilis PMI Pendahuluan

EUR/USD bertahan dekat level tertinggi meski bergerak terbatas jelang rilis PMI pendahuluan Zona Euro dan AS. Tekanan Dolar AS dan…
1 Min Read 0 6

EUR/USD bertahan dekat level tertinggi meski bergerak terbatas jelang rilis PMI pendahuluan Zona Euro dan AS. Tekanan Dolar AS dan sentimen geopolitik masih mendominasi pergerakan pasar.

EUR/USD Koreksi Tipis, Namun Tren Naik Tetap Terjaga

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak sedikit melemah pada perdagangan Jumat, diperdagangkan di sekitar 1,1730 pada saat penulisan. Meski menjauh dari level tertinggi terbarunya di 1,1765, pasangan ini masih mampu mempertahankan sebagian besar penguatan yang tercatat pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul bersifat terbatas dan lebih mencerminkan konsolidasi jangka pendek menjelang rilis data penting.

Rebound kuat dari area 1,1670 pada hari Kamis menjadi sinyal bahwa minat beli masih cukup solid di level yang lebih rendah. Dengan demikian, EUR/USD tetap berada di jalur untuk mencatat kinerja mingguan terbaik sejak Juni, menegaskan bias bullish yang masih mendominasi pasar.

Dolar AS Tertekan oleh Ketegangan Geopolitik AS–UE

Pelemahan EUR/USD yang terbatas tidak terlepas dari kondisi Dolar AS (USD) yang masih berada di bawah tekanan. Greenback tercatat berada di jalur menuju penurunan mingguan terbesar dalam beberapa bulan, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Fokus pasar tertuju pada pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang kembali memicu volatilitas setelah mengklaim telah mengamankan akses permanen ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO. Pernyataan tersebut muncul setelah pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos, di mana ia menarik kembali ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap sekutu NATO dan melunakkan sikap terkait tarif terhadap negara-negara Zona Euro.

Meski langkah ini sempat meredakan ketegangan dagang, pasar menilai narasi tersebut menambah lapisan ketidakpastian baru, sehingga menekan sentimen terhadap USD dan mendorong investor beralih ke mata uang utama lainnya.

Data Ekonomi AS Diabaikan Pasar

Di sisi fundamental, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sebelumnya sebenarnya memberikan sinyal yang relatif positif. Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal ketiga tercatat lebih baik dari ekspektasi, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi masih cukup solid.

Selain itu, klaim tunjangan pengangguran awal mingguan naik, namun tidak sebesar yang diperkirakan pasar, menandakan pasar tenaga kerja tetap kuat. Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) juga mengungkap adanya tekanan inflasi yang lebih tinggi pada bulan November, mendukung pandangan Federal Reserve AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil dalam waktu dekat.

Namun, pasar cenderung mengabaikan data-data tersebut, dengan fokus utama tetap tertuju pada dinamika geopolitik dan risiko kebijakan yang berasal dari Washington.

PMI Pendahuluan Menjadi Fokus Utama Pasar

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis PMI pendahuluan Zona Euro dan Amerika Serikat, yang dijadwalkan pada hari Jumat. Data PMI akan memberikan gambaran awal mengenai kondisi sektor manufaktur dan jasa, sekaligus menjadi petunjuk penting bagi arah pertumbuhan ekonomi ke depan.

PMI Zona Euro yang lebih baik dari perkiraan berpotensi memperkuat sentimen positif terhadap Euro, terutama jika menunjukkan tanda-tanda pemulihan aktivitas bisnis. Sebaliknya, hasil PMI yang lemah dapat memicu koreksi jangka pendek pada EUR/USD, meskipun tekanan turun diperkirakan tetap terbatas.

Di sisi lain, PMI AS akan menjadi kunci untuk menilai apakah ekonomi Amerika mulai kehilangan momentum. Angka PMI yang melemah dapat semakin menekan USD dan membuka ruang bagi EUR/USD untuk kembali menguji level tertinggi terbarunya.

Prospek EUR/USD Tetap Konstruktif

Secara keseluruhan, meskipun EUR/USD bergerak menjauh dari puncak terbarunya, struktur pasar masih mencerminkan tren naik yang sehat. Koreksi yang terjadi sejauh ini lebih bersifat teknis dan mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data penting.

Selama tekanan terhadap Dolar AS belum mereda secara signifikan dan data PMI tidak memberikan kejutan negatif besar bagi Zona Euro, pasangan ini diperkirakan akan tetap bertahan di level tinggi. Setiap penurunan berpotensi dipandang sebagai peluang konsolidasi sebelum pergerakan lanjutan.

 

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *