Lonjakan Harga Minyak Dinilai Belum Cukup untuk Mengubah Kebijakan Bank of Canada

Lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dinilai belum cukup kuat untuk mendorong perubahan besar dalam kebijakan moneter Bank of…
1 Min Read 0 1

Lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dinilai belum cukup kuat untuk mendorong perubahan besar dalam kebijakan moneter Bank of Canada (BoC). Para ekonom dari RBC Economics menyebut bahwa situasi saat ini berbeda dengan guncangan pasar minyak yang terjadi pada satu dekade lalu.

Ekonom RBC, Claire Fan dan Nathan Janzen, menilai bahwa kenaikan harga energi yang dipicu oleh faktor geopolitik cenderung bersifat sementara. Oleh karena itu, bank sentral Kanada kemungkinan tidak akan terburu-buru menyesuaikan suku bunga kebijakan dalam waktu dekat.

Menurut mereka, proyeksi dasar tetap menunjukkan bahwa BoC akan mempertahankan suku bunga stabil setidaknya hingga 2026, sambil memantau perkembangan ekonomi global dan pasar energi.

Lonjakan Harga Minyak Belum Cukup Mengubah Arah Kebijakan

Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Bank of Canada memang pernah merespons perubahan besar pada harga minyak dengan menyesuaikan suku bunga.

Contohnya terjadi pada tahun 2015, ketika bank sentral memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin setelah harga minyak dunia anjlok tajam.

Namun, para ekonom RBC menilai bahwa kondisi pada saat itu sangat berbeda dengan situasi yang terjadi sekarang.

Penurunan harga minyak pada 2015 terutama dipicu oleh peningkatan besar kapasitas produksi minyak di Amerika Serikat, yang saat itu dianggap sebagai perubahan struktural dan berpotensi permanen bagi pasar energi global.

Sebaliknya, kenaikan harga minyak saat ini lebih banyak dipicu oleh ketegangan geopolitik dan gangguan pasokan sementara, bukan oleh perubahan fundamental dalam kapasitas produksi energi dunia.

Guncangan Pasokan Energi Bersifat Sementara

RBC menilai bahwa meskipun konflik geopolitik berpotensi berlangsung lebih lama dan menjaga harga minyak tetap tinggi, dampaknya masih belum cukup kuat untuk memicu perubahan besar dalam investasi sektor energi Kanada.

Sejak kejatuhan harga minyak sekitar satu dekade lalu, investasi besar di sektor pasir minyak (oil sands) Kanada masih relatif terbatas. Lonjakan harga saat ini dinilai belum cukup stabil atau berkelanjutan untuk mendorong gelombang investasi baru dalam skala besar.

Dengan kata lain, pasar energi saat ini masih dilihat sebagai guncangan jangka pendek, bukan perubahan struktural yang akan mengubah arah ekonomi Kanada secara signifikan.

Sikap Bank Sentral: “Melihat Melalui” Guncangan Sementara

Pendekatan ini juga sejalan dengan pandangan pejabat Bank of Canada sebelumnya.

Deputi Gubernur BoC, Sharon Kozicki, dalam sebuah pidato awal bulan ini menjelaskan bahwa respons kebijakan moneter terhadap guncangan pasokan sangat bergantung pada besar dan lamanya dampak tersebut terhadap perekonomian.

Jika gangguan pasokan hanya bersifat sementara dan tidak memberikan dampak luas terhadap aktivitas ekonomi, bank sentral biasanya memilih pendekatan “look through”, yaitu tidak bereaksi secara langsung terhadap tekanan harga jangka pendek.

Harga Energi Tinggi Bisa Picu Inflasi Tapi Tekan Permintaan

Lonjakan harga energi memang memiliki efek langsung terhadap inflasi headline. Ketika harga minyak naik, biaya energi yang lebih tinggi akan mendorong peningkatan harga barang dan jasa.

Namun di sisi lain, kenaikan harga energi juga dapat mengurangi daya beli rumah tangga, karena masyarakat harus mengalokasikan lebih banyak pendapatan untuk kebutuhan energi.

Kondisi ini berpotensi melemahkan konsumsi pada sektor lain di luar energi, sehingga pada akhirnya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan memperlebar kesenjangan output.

Bank of Canada Diperkirakan Tetap Menahan Suku Bunga

Menurut RBC, lonjakan harga minyak terbaru memang cukup signifikan, tetapi masih terlalu dini bagi Bank of Canada untuk meresponsnya dengan perubahan kebijakan moneter.

Bank sentral kemungkinan akan menunggu kejelasan lebih lanjut terkait perkembangan konflik geopolitik, stabilitas pasokan energi, serta dampaknya terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Untuk saat ini, RBC tetap mempertahankan proyeksi bahwa Bank of Canada akan menjaga suku bunga kebijakan tetap stabil hingga 2026, kecuali jika terjadi perubahan besar dalam kondisi ekonomi global.

Peter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *