Ringkasan Cepat
- Pasar forex buka 24 jam, 5 hari seminggu, mulai Senin dini hari hingga Sabtu dini hari WIB.
- Empat sesi utama (periode musim panas AS/Eropa): Sydney 04.00–13.00, Tokyo 07.00–16.00, London 14.00–23.00, dan New York 19.00–04.00 WIB.
- Saat musim dingin (sekitar November–Maret), sesi London dan New York mundur 1 jam dalam WIB.
- Periode paling aktif adalah overlap London–New York, sekitar 19.00–23.00 WIB.
- London adalah pusat forex terbesar dengan porsi sekitar 38% volume global (BIS 2025).
Salah satu keunggulan trader di Indonesia adalah zona waktu. Sesi paling aktif di pasar forex jatuh pada sore hingga malam hari WIB, sehingga banyak orang bisa trading setelah jam kerja. Namun tidak semua jam memiliki kualitas yang sama. Ada jam ketika pasar bergerak aktif dengan spread tipis, dan ada jam ketika harga bergerak lambat dengan spread lebar.
Artikel ini membahas jadwal setiap sesi dalam WIB, perubahan jam akibat daylight saving time, dan cara memilih waktu trading yang sesuai dengan pasangan mata uang serta gaya trading Anda.
Kapan pasar forex buka dan tutup dalam WIB?
Forex adalah pasar over-the-counter (OTC) yang tidak memiliki bursa pusat. Transaksi berpindah dari satu pusat keuangan ke pusat keuangan lain mengikuti rotasi bumi. Pasar dibuka ketika sesi Wellington dan Sydney dimulai pada Senin pagi waktu Selandia Baru, dan ditutup ketika sesi New York berakhir pada Jumat sore waktu setempat.
Dalam WIB, pasar umumnya dibuka Senin sekitar pukul 04.00–05.00 dan ditutup Sabtu sekitar pukul 04.00–05.00, tergantung musim dan server pialang. Sabtu dan Minggu pasar tutup, meski harga bisa langsung berbeda (gap) saat dibuka kembali jika ada berita besar selama akhir pekan.
Apa saja sesi pasar forex dan jamnya dalam WIB?

Gambar 1. Jadwal empat sesi utama pasar forex dalam WIB saat periode musim panas AS/Eropa
| Sesi | Pusat utama | Musim panas (±Mar–Okt) | Musim dingin (±Nov–Mar) | Mata uang paling aktif |
| Sydney | Sydney | 04.00–13.00 WIB | 03.00–12.00 WIB | AUD, NZD |
| Tokyo (Asia) | Tokyo, Singapura, Hong Kong | 07.00–16.00 WIB | 07.00–16.00 WIB | JPY, AUD, NZD |
| London (Eropa) | London, Frankfurt | 14.00–23.00 WIB | 15.00–24.00 WIB | EUR, GBP, CHF |
| New York (Amerika) | New York | 19.00–04.00 WIB | 20.00–05.00 WIB | USD, CAD |
Jam di atas bersifat perkiraan berdasarkan jam kerja lokal pukul 08.00–17.00 di setiap pusat. Pialang dan sumber yang berbeda dapat menulis rentang yang sedikit berbeda. Sesi Sydney bergerak berlawanan arah karena Australia berada di belahan bumi selatan, sehingga daylight saving time di sana berlaku sekitar Oktober hingga April.
Sesi Sydney
Sesi Sydney membuka pekan trading. Volumenya paling kecil di antara sesi utama, sehingga pergerakan cenderung tenang kecuali ada rilis data Australia atau Selandia Baru. AUD/USD dan NZD/USD adalah pasangan yang paling aktif di sesi ini.
Sesi Tokyo
Sesi Asia yang dipimpin Tokyo aktif pada pagi hingga sore WIB. USD/JPY, EUR/JPY, dan AUD/JPY biasanya lebih hidup di sesi ini. Pasangan major lain seperti EUR/USD cenderung bergerak dalam rentang sempit, yang bisa dimanfaatkan strategi range trading.
Sesi London
London adalah pusat perdagangan valas terbesar di dunia dengan porsi sekitar 38% volume global menurut survei BIS 2025. Saat sesi London dibuka (sore WIB), volume dan volatilitas meningkat tajam. EUR/USD, GBP/USD, EUR/GBP, dan USD/CHF biasanya paling aktif. Breakout dari rentang sesi Asia sering terjadi di awal sesi ini.
Sesi New York
Sesi New York membawa volume besar karena bersamaan dengan rilis data ekonomi Amerika Serikat, yang umumnya keluar pukul 08.30 waktu New York, atau 19.30 WIB (musim panas) / 20.30 WIB (musim dingin). Semua pasangan yang melibatkan USD sangat aktif di jam ini.
Kapan waktu terbaik untuk trading forex dari Indonesia?
Waktu terbaik umumnya adalah saat dua sesi besar tumpang tindih, karena volume transaksi paling tinggi, spread paling tipis, dan pergerakan harga paling jelas.

Gambar 2. Ilustrasi pola aktivitas harian EUR/USD dalam WIB. Puncak aktivitas terjadi saat sesi London dan New York tumpang tindih
- Overlap London–New York (±19.00–23.00 WIB): periode paling likuid dan volatil. Cocok untuk EUR/USD, GBP/USD, dan USD/CHF.
- Pembukaan London (±14.00–16.00 WIB): sering memicu breakout dari rentang Asia.
- Overlap Tokyo–London (±14.00–16.00 WIB): aktivitas meningkat untuk pasangan JPY dan EUR.
- Sesi Asia (±07.00–14.00 WIB): lebih tenang. Cocok bagi yang ingin belajar dengan pergerakan lebih lambat, terutama di pasangan JPY dan AUD.
Apa pengaruh daylight saving time terhadap jam trading WIB?
Indonesia tidak menerapkan daylight saving time (DST), tetapi Amerika Serikat, Inggris, Eropa, dan Australia menerapkannya. Akibatnya, jam sesi dalam WIB bergeser dua kali setahun:
- Amerika Serikat: jam dimajukan pada Minggu kedua Maret dan dikembalikan pada Minggu pertama November.
- Inggris dan Uni Eropa: jam dimajukan pada Minggu terakhir Maret dan dikembalikan pada Minggu terakhir Oktober.
- Australia (Sydney): jam dimajukan pada Minggu pertama Oktober dan dikembalikan pada Minggu pertama April.
Karena tanggal pergantian AS dan Eropa berbeda sekitar 1–3 minggu, ada periode singkat di Maret dan Oktober–November ketika selisih jam London dan New York tidak seperti biasanya. Cek selalu jadwal rilis berita dalam kalender ekonomi yang sudah dikonversi ke WIB.
Kapan sebaiknya menghindari trading?
- Pergantian hari trading (±04.00–05.00 WIB): likuiditas sangat rendah dan spread bisa melebar drastis.
- Senin pagi saat pasar baru dibuka: berisiko gap harga dan spread lebar.
- Beberapa menit sebelum dan sesudah rilis data besar seperti Non-Farm Payrolls, CPI AS, atau keputusan suku bunga The Fed, kecuali Anda memang memiliki strategi khusus berita.
- Jumat malam menjelang penutupan: sebagian pelaku pasar menutup posisi, sehingga pergerakan bisa tidak wajar.
- Hari libur besar di Inggris atau AS, ketika volume turun tajam.
Bagaimana memilih jam trading sesuai rutinitas Anda?
| Waktu luang Anda | Sesi yang sesuai | Pasangan yang disarankan |
| Pagi sebelum kerja (06.00–08.00 WIB) | Sydney–Tokyo | AUD/USD, USD/JPY |
| Siang/istirahat (12.00–14.00 WIB) | Akhir Tokyo | USD/JPY, AUD/JPY |
| Sore pulang kerja (15.00–18.00 WIB) | Awal London | EUR/USD, GBP/USD |
| Malam (19.00–23.00 WIB) | Overlap London–New York | EUR/USD, GBP/USD, USD/CAD |
Baca juga, Apa Bedanya Spread, Swap, dan Komisi dalam Trading Forex?
Kesimpulan
Pasar forex buka hampir sepanjang minggu, tetapi aktivitasnya tidak merata. Bagi trader di Indonesia, jam paling produktif adalah sore hingga malam WIB saat sesi London dan New York aktif, terutama periode overlap sekitar 19.00–23.00 WIB. Sesuaikan jam trading dengan pasangan mata uang yang Anda pilih, perhatikan pergeseran jam akibat daylight saving time, dan hindari jam dengan likuiditas rendah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Jam berapa pasar forex buka hari Senin dalam WIB?
Pasar forex umumnya dibuka Senin sekitar pukul 04.00–05.00 WIB, bertepatan dengan dimulainya sesi Selandia Baru dan Sydney. Jam pasti bergantung pada musim dan server pialang.
Apakah forex buka di hari Sabtu dan Minggu?
Tidak. Pasar forex tutup dari Sabtu dini hari hingga Senin dini hari WIB. Harga bisa mengalami gap saat dibuka kembali jika ada berita penting selama akhir pekan.
Jam berapa waktu terbaik trading EUR/USD dalam WIB?
EUR/USD paling aktif saat sesi London dan New York tumpang tindih, sekitar pukul 19.00–23.00 WIB pada musim panas atau 20.00–24.00 WIB pada musim dingin.
Jam berapa data Non-Farm Payrolls dirilis dalam WIB?
Non-Farm Payrolls biasanya dirilis pada Jumat pertama setiap bulan pukul 08.30 waktu New York, yaitu 19.30 WIB saat musim panas AS atau 20.30 WIB saat musim dingin.
Apakah trading di sesi Asia cocok untuk pemula?
Sesi Asia cenderung lebih tenang sehingga bisa menjadi tempat belajar yang nyaman. Namun pergerakan yang kecil juga berarti peluang profit lebih terbatas, terutama pada pasangan di luar JPY, AUD, dan NZD.
Disclaimer: Trading forex dan produk derivatif lainnya melibatkan risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua orang. Penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan maupun kerugian, termasuk kerugian melebihi ekspektasi Anda. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi. Pastikan Anda memahami risikonya dan hanya bertransaksi melalui pialang yang terdaftar di BAPPEBTI.
