Stop loss adalah order untuk menutup posisi secara otomatis jika harga bergerak melawan Anda hingga batas tertentu. Take profit menutup posisi saat target keuntungan tercapai. Keduanya membantu trader disiplin dan tidak terbawa emosi.

Contoh Sederhana
Membeli EUR/USD di 1,1150:
- Stop loss di 1,1125 (25 pip di bawah)
- Take profit di 1,1225 (75 pip di atas)
- Rasio risiko-imbal hasil: 25 : 75 = 1:3
Tiga Metode Menentukan Jarak Stop Loss
| Metode | Cara | Kelebihan |
|---|---|---|
| Level teknikal | Di luar support atau resistance terdekat | Logis berdasarkan struktur harga |
| Volatilitas (ATR) | Kelipatan rata-rata rentang harian | Menyesuaikan kondisi pasar |
| Persentase modal | Berdasarkan risiko maksimal, misalnya 1% | Menjaga risiko akun tetap konsisten |
Metode terbaik biasanya gabungan: tentukan stop di level teknikal, lalu sesuaikan ukuran lot agar risiko tetap 1%. Cara menghitung lot ada di ukuran lot forex.
Menentukan Take Profit
- Resistance atau support berikutnya.
- Rasio minimal, misalnya 1:2, agar keuntungan rata-rata lebih besar dari kerugian rata-rata.
- Sebagian di target pertama, sisanya dibiarkan berjalan.
Kesalahan Umum
- Memasang stop terlalu dekat, sehingga tersentuh oleh pergerakan normal atau spread yang melebar.
- Memindahkan stop menjauh saat harga mendekatinya.
- Tidak memasang stop sama sekali.
- Mengabaikan berita besar: saat rilis seperti FOMC, harga bisa melompati stop loss (slippage).
Catatan Saat Berita
Menjelang keputusan bank sentral, spread sering melebar. Penjelasannya ada di apa itu spread forex. Pertimbangkan memperkecil lot daripada mempersempit stop.
Penjelasan tambahan tersedia di Investopedia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu stop loss dan take profit?
Stop loss adalah order untuk menutup posisi otomatis saat rugi mencapai batas tertentu, sedangkan take profit menutup posisi saat target keuntungan tercapai.
Bagaimana menentukan jarak stop loss?
Bisa berdasarkan level teknikal, volatilitas seperti ATR, atau persentase modal. Gabungan ketiganya biasanya paling baik.
Berapa rasio risiko-imbal hasil yang baik?
Banyak trader memakai rasio minimal 1:2, artinya target keuntungan dua kali jarak stop loss.
