Indeks kepercayaan konsumen AS versi The Conference Board naik 7,5 poin ke 91,7 pada Oktober 2026, dari 84,2 (revisi) pada September. Data ini dirilis Selasa malam WIB, sehari sebelum keputusan FOMC.

Rincian Data
| Komponen | Oktober | Perubahan |
|---|---|---|
| Indeks utama | 91,7 | +7,5 |
| Kondisi saat ini | 120,4 | +8,6 |
| Ekspektasi | 72,6 | +6,9 |
| Ekspektasi inflasi 12 bulan | 5,8% | – |
Mengapa Penting bagi Forex?
- Belanja konsumen adalah penggerak utama ekonomi AS. Kepercayaan yang membaik menunjukkan daya tahan ekonomi.
- Ekspektasi inflasi 5,8% dapat membuat The Fed tetap waspada.
- Data yang kuat cenderung mendukung dolar karena menjaga ekspektasi suku bunga tinggi.
Catatan: Ekspektasi Masih Lemah
Meski naik, indeks ekspektasi 72,6 masih di bawah 80, ambang yang menurut Conference Board secara historis sering mendahului resesi. Artinya, konsumen menilai kondisi saat ini lebih baik daripada prospek ke depan.
Dampak ke Pasangan Utama
| Pasangan | Kecenderungan saat dolar menguat |
|---|---|
| EUR/USD | Turun |
| GBP/USD | Turun |
| USD/JPY | Naik |
| XAU/USD | Turun |
Namun, dampak data ini biasanya kalah besar dibanding keputusan FOMC yang diumumkan Kamis pukul 01.00 WIB.
Pelajaran bagi Pemula
Bandingkan angka dengan perkiraan pasar dan perhatikan revisi data bulan sebelumnya. Dampak pergerakan dolar ke rupiah dibahas di rupiah melemah ke Rp18.156. Jadwal sesi pasar terbaru ada di jam pasar forex WIB mulai 2 November.
Rilis resmi tersedia di The Conference Board.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kepercayaan konsumen AS Oktober 2026?
Indeks kepercayaan konsumen Conference Board naik 7,5 poin ke 91,7 pada Oktober 2026.
Mengapa data kepercayaan konsumen penting bagi forex?
Karena belanja konsumen penggerak utama ekonomi AS, dan data yang kuat menjaga ekspektasi suku bunga tinggi sehingga cenderung mendukung dolar.
Berapa ekspektasi inflasi konsumen AS?
Konsumen AS memperkirakan inflasi 12 bulan ke depan sekitar 5,8%.
