Saham BUMI melonjak lebih dari 20% dan menembus level tertinggi sejak 2018 setelah meraih penghargaan BHAM 2025. Tren bullish masih dominan meski RSI menunjukkan jenuh beli. Simak analisis teknikal, level support–resistance, serta prospek pergerakan harga selengkapnya.
BUMI Melejit Lebih dari 20% dalam Tiga Hari: Cetak Level Tertinggi Sejak 2018
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menjadi pusat perhatian pasar setelah mencatat lonjakan luar biasa lebih dari 20% pada perdagangan Rabu. Pada saat berita ini ditulis, BUMI diperdagangkan di Rp332, naik 22,06% dari sesi sebelumnya. Kenaikan kuat ini sekaligus memperpanjang reli yang sudah berlangsung tiga hari berturut-turut dan mendorong harga menuju Rp336, level tertinggi baru untuk tahun 2025—dan tertinggi sejak 26 Februari 2018.
Lonjakan ini tidak hanya bersifat teknikal, tetapi juga didorong oleh sentimen fundamental positif menyusul pengumuman resmi perusahaan terkait penghargaan prestisius dalam bidang keberlanjutan dan hak asasi manusia.
Penghargaan BHAM 2025 Jadi Pemicu Reli BUMI
BUMI mencatatkan penguatan sejak awal pekan setelah perseroan mengungkapkan bahwa mereka berhasil memperoleh Anugrah Bisnis dan Hak Asasi Manusia (BHAM) 2025. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan riset Responsible Business Conduct (RBC) Benchmark.
Skor Tinggi di Sektor Pertambangan
BUMI meraih skor 73 dengan predikat BB, menjadi perusahaan dengan nilai tertinggi di antara 18 perusahaan pertambangan yang dievaluasi.
Sejak tahun 2022, BUMI telah menerapkan Human Rights Due Diligence (HRDD) secara berkelanjutan, menegaskan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis beretika dan berkelanjutan.
Pernyataan Resmi dari Manajemen
Menanggapi penghargaan tersebut, Tofan Wibisono, Deputy Chairman Bumi Resources Human Rights Coordinator Team, menyampaikan apresiasinya:
“Penghargaan ini bukan hanya menjadi capaian penting bagi perusahaan, tetapi juga mempertegas tanggung jawab moral Bumi Resources untuk terus memperkuat praktik bisnis yang menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia di seluruh kegiatan operasional.”
Sentimen positif ini menjadi katalis utama mengapa saham BUMI mengalami peningkatan signifikan meski secara indikator teknikal sudah berada di area jenuh beli.
Analisis Teknikal—Tren Bullish Masih Mendominasi
Kinerja harga BUMI menunjukkan pola penguatan yang konsisten. Secara teknikal, struktur tren BUMI sangat bullish, terbukti dari posisinya yang bergerak jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari, yang saat ini berada di level Rp129.
RSI Jenuh Beli Tidak Menghalangi Minat Investor
Indeks Relative Strength Index (RSI) berada di level 83,53, yang secara teori mengindikasikan kondisi overbought atau jenuh beli. Namun, kondisi tersebut tampaknya diabaikan oleh pasar, terbukti dari aliran transaksi yang masih kuat sejak awal pekan.
Meski demikian, investor tetap disarankan untuk berhati-hati mengingat peluang koreksi teknikal semakin meningkat seiring kenaikan agresif dalam waktu singkat.
Level Resistance Penting Jika Penguatan Berlanjut
Apabila minat beli terhadap BUMI terus mengalir dan saham tetap mengabaikan indikator jenuh beli, beberapa level resistance penting menanti:
– Rp350 – Tertinggi 21 Februari 2018
– Rp394 – Tertinggi 3 Juli 2017
– Rp400 – Level psikologis sekaligus angka bulat yang berpotensi memicu aksi profit taking
Penembusan di atas level-level tersebut dapat membuka jalan untuk rally yang lebih panjang dan memperkuat sentimen bullish jangka menengah.
Potensi Koreksi dan Level Support Kuat
Tidak menutup kemungkinan bahwa BUMI akan menghadapi aksi ambil untung setelah reli tajam dalam tiga hari. Jika koreksi terjadi, level support berikut dapat menjadi area pantauan:
* Rp266 – Tertinggi 26 November 2025
* Rp236 – Terendah 5 Desember 2025
* Rp206 – Terendah 18 November 2025
Level-level ini berpotensi menjadi titik masuk ulang jika tekanan jual mereda.
Reli saham BUMI yang kuat menunjukkan kombinasi sentimen positif dari penghargaan internasional dan momentum teknikal yang solid. Namun, investor perlu mempertimbangkan bahwa:
1. Kenaikan lebih dari 20% dalam satu sesi dan RSI > 80 mengisyaratkan risiko koreksi.
2. Meski jenuh beli, minat beli masih mengalir, menunjukkan adanya potensi reli lanjutan ke area resistance berikutnya.
3. Fundamental perusahaan yang semakin kuat terkait tata kelola dan HAM dapat menopang sentimen jangka menengah.
Secara keseluruhan, BUMI berada dalam fase bullish kuat, tetapi kehati-hatian tetap diperlukan, terutama bagi investor yang belum masuk dari harga bawah.
One thought on “BUMI Melejit 20% dan Cetak Rekor Tertinggi Sejak 2018: Momentum Bullish Berlanjut Meski RSI Jenuh Beli”