Nilai emas mengalami pelemahan kembali seiring dengan penguatan mata uang dolar Amerika setelah publikasi data penjualan rumah bekas (existing home sales) AS yang menampilkan tren positif. Data tersebut mencatat peningkatan dari 3,93 juta unit pada Juni menjadi 4,01 juta unit di Juli. Indikator manufaktur S&P Global PMI juga mengalami kenaikan signifikan dari level 49,8 menjadi 53,3.
Para pelaku pasar kini memusatkan perhatian pada sambutan yang akan disampaikan Jerome Powell selaku Gubernur Bank Sentral Amerika di acara simposium Jackson Hole, berharap memperoleh sinyal mengenai arah strategi moneter Amerika ke depan.
Analisis Teknikal: Potensi Formasi Segitiga Simetris
Pada grafik timeframe satu jam (H1), tampak adanya kemungkinan pembentukan formasi segitiga simetris (symmetrical triangle). Konfirmasi pola ini akan terjadi apabila garis batas bawah dari formasi tersebut berhasil ditembus.
NZD/USD Bertahan di Bawah Tekanan Menjelang Pidato Powell
Pasangan mata uang NZD/USD masih menghadapi tekanan bearish dan bertahan di sekitar level 0,5805 pada awal sesi perdagangan Eropa, Jumat. Sikap akomodatif Bank Sentral Selandia Baru (RBNZ) terus memberikan beban pada Dolar Selandia Baru (NZD) dalam menghadapi Dolar Amerika.
RBNZ Pangkas Suku Bunga Sesuai Ekspektasi
Sesuai ekspektasi, RBNZ telah menurunkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin menjadi 3,0% dalam rapat kebijakan Agustus yang digelar Rabu lalu. Bank sentral tersebut memberikan sinyal akan melakukan pemotongan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan ke depan, mengingat para pembuat kebijakan memperingatkan adanya tantangan pertumbuhan baik di dalam negeri maupun global.
RBNZ juga merilis proyeksi jalur suku bunga terbaru yang menunjukkan target OCR di level 2,5% pada Maret 2026, mengindikasikan kemungkinan dua kali penurunan 25 basis poin lagi dalam siklus ini. Berdasarkan data Reuters, pasar saat ini memperkirakan probabilitas hampir 50% untuk pergerakan pada Oktober dan lebih dari 100% untuk November mendatang.
Ekspektasi Pasar Terhadap Jackson Hole
Para investor tengah mengevaluasi ulang ekspektasi penurunan suku bunga sambil menanti pidato Powell yang dinanti-nantikan untuk mendapatkan gambaran arah kebijakan ke depan. Apabila Powell menunjukkan nada dovish, hal ini berpotensi melemahkan Greenback dan membatasi penurunan lebih jauh pada pair NZD/USD.
“Menjelang statement Jackson Hole dari Ketua Powell, tampaknya pasar terlalu berharap pada pergeseran ke arah dovish,” ungkap Rajeev De Mello, Chief Investment Officer Gama Asset Management.