GBP/JPY Terkoreksi Tajam dari Puncak Multi-Tahun, Yen Bangkit Usai Jepang Sinyalkan Potensi Intervensi

GBP/JPY melemah dari level tertinggi multi-tahun ke area 210,30 setelah Jepang memberi sinyal potensi intervensi yen. Perbedaan kebijakan BoJ dan…
1 Min Read 0 18

GBP/JPY melemah dari level tertinggi multi-tahun ke area 210,30 setelah Jepang memberi sinyal potensi intervensi yen. Perbedaan kebijakan BoJ dan BoE menjadi faktor utama pergerakan pasangan ini.

GBP/JPY Mundur dari Puncak Multi-Tahun

Pasangan mata uang GBP/JPY mengalami koreksi signifikan pada perdagangan Selasa, turun ke sekitar 210,30 setelah sehari sebelumnya mencatatkan level tertinggi multi-tahun di area 211,60. Pelemahan ini menandai terhentinya reli kuat yang telah mendorong pasangan tersebut naik tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Koreksi terjadi seiring dengan rebound sementara Yen Jepang (JPY), yang mendapat dorongan dari meningkatnya spekulasi pasar mengenai kemungkinan intervensi pemerintah Jepang. Pernyataan terbaru dari Menteri Keuangan Jepang memperkuat keyakinan bahwa otoritas siap bertindak jika pergerakan mata uang dinilai berlebihan dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi.

Jepang Kirim Sinyal Tegas soal Intervensi Yen

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menyatakan bahwa pemerintah memiliki kebebasan penuh untuk mengambil langkah yang diperlukan dalam menghadapi pergerakan spekulatif sepihak pada Yen. Ia menegaskan bahwa otoritas akan bertindak tegas jika volatilitas nilai tukar dinilai berlebihan.

“Jepang memiliki keleluasaan untuk menangani pergerakan yen yang berlebihan,” ujar Katayama, seraya menambahkan bahwa tindakan yang tepat akan diambil bila diperlukan. Pernyataan ini langsung direspons pasar dengan penguatan Yen, meskipun masih bersifat terbatas.

Komentar tersebut mengingatkan pelaku pasar pada sejarah intervensi Jepang sebelumnya, ketika otoritas tidak segan masuk ke pasar valuta asing untuk menahan depresiasi Yen yang terlalu cepat. Hal ini membuat sebagian trader memilih mengurangi posisi long pada GBP/JPY, memicu aksi ambil untung setelah reli panjang.

Penguatan Yen Diperkirakan Bersifat Sementara

Meski pernyataan pemerintah Jepang memberikan dukungan jangka pendek bagi Yen, banyak analis menilai bahwa pemulihan JPY kemungkinan tidak akan berlangsung lama. Faktor utama yang masih membebani Yen adalah ketidakpastian arah kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ).

Pekan lalu, BoJ memang menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 0,75%, sesuai ekspektasi pasar. Bank sentral juga membuka peluang pengetatan lanjutan sebagai bagian dari normalisasi kebijakan setelah bertahun-tahun mempertahankan suku bunga ultra-rendah.

Namun demikian, pelaku pasar menilai bahwa ruang BoJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut relatif terbatas. Tekanan fiskal pemerintah Jepang, tingkat utang yang tinggi, serta kekhawatiran terhadap dampak negatif pengetatan agresif terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penghambat.

Akibatnya, meskipun BoJ mulai bergerak ke arah yang lebih hawkish, Yen masih dipandang rentan terhadap pelemahan struktural dalam jangka menengah, terutama jika bank sentral global lainnya mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.

Pound Sterling Bergerak Mixed di Tengah Sepinya Aktivitas Pasar

Di sisi lain, Pound Sterling (GBP) menunjukkan pergerakan yang relatif bervariasi terhadap mata uang utama lainnya. Aktivitas perdagangan yang lebih sepi akibat minggu yang diperpanjang oleh hari libur membuat investor cenderung berhati-hati dan menahan diri dari pengambilan posisi besar.

Fokus pasar terhadap GBP kini tertuju pada prospek kebijakan moneter Bank of England (BoE) dalam beberapa bulan ke depan. Minggu lalu, BoE memangkas suku bunga sebesar 25 bp menjadi 3,75%, keputusan yang diambil melalui pemungutan suara yang ketat di antara para pembuat kebijakan.

BoE juga mengisyaratkan bahwa jalur kebijakan moneter ke depan masih condong ke arah pelonggaran bertahap, seiring meredanya tekanan inflasi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Inggris.

Perbedaan Arah Kebijakan BoJ dan BoE Jadi Kunci GBP/JPY

Pergerakan GBP/JPY dalam beberapa waktu terakhir sangat dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter antara BoJ dan BoE. Di satu sisi, BoJ mulai keluar dari era kebijakan super-longgar, meskipun dengan langkah yang sangat hati-hati. Di sisi lain, BoE justru telah memulai siklus pemangkasan suku bunga.

Kondisi ini menciptakan dinamika yang kompleks. Pemangkasan suku bunga BoE cenderung menekan Pound, sementara pengetatan BoJ berpotensi mendukung Yen. Namun, perbedaan kecepatan dan skala kebijakan membuat dampaknya tidak selalu linear.

Selama investor masih meragukan komitmen BoJ untuk menaikkan suku bunga secara agresif, tekanan jangka menengah pada Yen kemungkinan tetap ada. Hal ini berarti tren naik GBP/JPY secara struktural belum sepenuhnya patah, meskipun koreksi jangka pendek dapat berlanjut.

Outlook GBP/JPY: Waspada Volatilitas Tinggi

Dalam jangka pendek, pergerakan GBP/JPY diperkirakan akan tetap volatil, dengan perhatian pasar tertuju pada setiap pernyataan baru dari pejabat Jepang terkait intervensi mata uang. Setiap sinyal tindakan nyata berpotensi memicu penguatan Yen yang lebih tajam dan koreksi lanjutan pada pasangan ini.

Namun, tanpa intervensi aktual dan dengan ketidakpastian kebijakan BoJ yang masih membayangi, penguatan Yen kemungkinan bersifat terbatas. Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan oleh BoE pada awal 2026 dapat menjadi faktor penekan bagi Pound Sterling.

GBP/JPY terkoreksi dari level tertinggi multi-tahun ke sekitar 210,30 setelah Jepang mengeluarkan peringatan keras terkait potensi intervensi Yen. Meskipun pernyataan tersebut memberikan dukungan sementara bagi Yen Jepang, prospek jangka menengah masih dibayangi ketidakpastian kebijakan moneter BoJ.

Sementara itu, Pound Sterling menghadapi tantangan dari arah kebijakan BoE yang semakin dovish. Dengan perbedaan kebijakan bank sentral yang kontras dan meningkatnya risiko intervensi, GBP/JPY berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat, menjadikan kehati-hatian sebagai kunci utama bagi pelaku pasar.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *