GBP/USD Tembus 1,3540

GBP/USD melonjak di atas 1,3540 setelah Penjualan Ritel dan PMI Inggris melampaui ekspektasi. Data kuat memperkecil peluang pelonggaran Bank of…
1 Min Read 0 5

GBP/USD melonjak di atas 1,3540 setelah Penjualan Ritel dan PMI Inggris melampaui ekspektasi. Data kuat memperkecil peluang pelonggaran Bank of England meski Dolar AS mencoba pulih.

Data Ritel dan PMI Inggris Perkasa Pangkas Ekspektasi Dovish Bank of England

Pasangan mata uang GBP/USD mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Jumat sesi Amerika Utara, melonjak ke atas 1,3540 setelah serangkaian data ekonomi Inggris dirilis jauh lebih kuat dari perkiraan. Kenaikan ini menegaskan dominasi Pound Sterling di tengah sentimen pasar yang semakin memangkas ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank of England (BoE).

GBP/USD naik lebih dari 0,30% dan diperdagangkan di sekitar 1,3542 pada saat penulisan, setelah sebelumnya sempat turun ke level terendah harian di 1,3482. Meski Dolar AS berusaha memangkas kerugian menyusul perbaikan sentimen konsumen di Amerika Serikat, dorongan dari data domestik Inggris terbukti lebih kuat dan menjaga momentum bullish Sterling.

Penjualan Ritel Inggris Jadi Pemicu Utama Lonjakan Sterling

Katalis utama penguatan GBP datang dari laporan Penjualan Ritel Inggris bulan Desember yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Data menunjukkan penjualan ritel naik 0,4% secara bulanan (MoM), berlawanan dengan prakiraan penurunan 0,1%. Secara tahunan, penjualan meningkat menjadi 2,5% YoY, naik dari 1,8% pada bulan sebelumnya dan jauh di atas estimasi pasar di kisaran 1%.

Angka ini menegaskan bahwa permintaan konsumen Inggris tetap tangguh meskipun tekanan biaya hidup dan suku bunga masih berada di level tinggi. Ketahanan konsumsi rumah tangga tersebut memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Inggris di awal 2026, sekaligus memperkuat daya tarik Pound Sterling di mata investor global.

Rilis data ritel yang solid mendorong GBP/USD menembus level psikologis 1,3500, meskipun pasangan ini masih berada di bawah puncak siklus terbaru yang, jika ditembus, dapat membuka jalan menuju area 1,3600.

PMI Inggris Menguat, Momentum Pertumbuhan Terjaga

Selain data ritel, laporan Purchasing Managers’ Index (PMI) Inggris turut memperkuat sentimen positif terhadap Sterling. Data awal dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis Inggris membaik pada Januari, dengan sektor jasa menjadi motor utama pertumbuhan.

PMI Jasa melonjak dari 51,4 menjadi 54,3, sementara PMI Gabungan naik dari 51,4 ke 53,9. Kenaikan ini menandakan ekspansi yang lebih kuat dibandingkan bulan sebelumnya, sekaligus menunjukkan bahwa sektor jasa—tulang punggung ekonomi Inggris—tetap resilien di tengah ketidakpastian global.

Kombinasi data ritel dan PMI yang solid ini memperkuat pandangan bahwa ekonomi Inggris masih memiliki fondasi yang cukup kuat, sehingga ruang bagi Bank of England untuk memangkas suku bunga secara agresif menjadi semakin terbatas.

Ekspektasi BoE Berubah, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Menyusut

Pernyataan dari pejabat Bank of England turut memperkuat perubahan ekspektasi pasar. Gubernur BoE Megan Greene menyatakan bahwa indikator ke depan untuk pertumbuhan upah bahkan lebih mengkhawatirkan dibandingkan ekspektasi inflasi. Komentar ini dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan domestik, khususnya dari sisi upah, masih menjadi perhatian utama bank sentral.

Pasar kini memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Februari, dan peluang pemangkasan suku bunga ke depan mulai dipangkas. Sehari sebelumnya, pasar uang memperkirakan pelonggaran sekitar 45 basis poin hingga akhir 2026. Namun kini, ekspektasi tersebut turun menjadi sekitar 39 basis poin, mencerminkan pergeseran menuju sikap kebijakan yang lebih hawkish.

Dolar AS Coba Bangkit, Tapi Tertinggal dari Sterling

Di sisi lain Atlantik, Dolar AS memperoleh sedikit dukungan dari rilis Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk Januari. Indeks sentimen naik ke 56,4, level tertinggi dalam lima bulan dan di atas perkiraan awal 54.

Meski demikian, Direktur Survei Joanne Hsu menekankan bahwa konsumen AS masih menghadapi tekanan pada daya beli akibat harga yang tinggi serta kekhawatiran akan melemahnya pasar tenaga kerja. Survei tersebut juga menunjukkan penurunan ekspektasi inflasi, dengan proyeksi satu tahun turun menjadi 4,0% dari 4,2%, dan ekspektasi lima tahun turun ke 3,3% dari 3,5%.

Data PMI AS dari S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis yang sedikit membaik, dengan PMI Gabungan naik tipis menjadi 52,8. Namun, Kepala Ekonom Bisnis S&P Global Market Intelligence, Chris Williamson, memperingatkan bahwa lemahnya pertumbuhan bisnis baru di sektor manufaktur dan jasa meningkatkan risiko perlambatan ekonomi pada kuartal pertama.

Dengan latar belakang tersebut, pemulihan Dolar AS masih terbatas dan belum cukup kuat untuk menandingi momentum Sterling yang didorong oleh data domestik Inggris.

Agenda Pekan Depan: Fokus ke The Fed

Memasuki pekan depan, perhatian pelaku pasar global akan tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve serta konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell. Setiap sinyal terkait arah suku bunga dan inflasi berpotensi memicu volatilitas baru pada pasangan GBP/USD, terutama setelah pergerakan signifikan dalam beberapa sesi terakhir.

Prospek Teknis GBP/USD: Jalan Terbuka Menuju 1,3600

Dari perspektif teknikal, GBP/USD telah berhasil menembus garis tren menurun, membuka peluang untuk penguatan lanjutan. Jika pasangan ini mampu mencatat penembusan yang tegas di atas 1,3600, tren dapat berbalik menjadi bullish secara struktural, dengan target berikutnya di 1,3788—level tertinggi ayunan 1 Juli—sebelum area psikologis 1,3800.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan GBP/USD turun kembali di bawah 1,3500, level support awal berada di SMA 20-hari di 1,3452, diikuti oleh SMA 200-hari di 1,3406.

Penguatan GBP/USD di atas 1,3540 mencerminkan kombinasi kuat antara data ekonomi Inggris yang solid dan pergeseran ekspektasi kebijakan Bank of England ke arah yang kurang dovish. Meski Dolar AS menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, momentum Sterling tetap dominan selama data Inggris terus mendukung dan pasar memangkas peluang pemangkasan suku bunga BoE.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *