Indeks Sentimen Bisnis IFO Jerman turun ke 88,1 pada November, meleset dari perkiraan 88,5. Pelemahan ini menandakan tekanan baru pada outlook ekonomi Eropa, meski EUR/USD tetap stabil di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Simak analisis lengkap dampaknya pada Euro dan proyeksi pasar.
Indeks IFO Turun ke 88,1, Euro Tetap Stabil di Tengah Tekanan Baru The Fed
Indeks Sentimen Bisnis Jerman menunjukkan pelemahan baru pada November, menambah kekhawatiran terhadap pemulihan ekonomi di kawasan Eropa. Berdasarkan rilis resmi Institut IFO, sentimen dunia usaha turun dari 88,4 pada Oktober menjadi 88,1 pada November, lebih rendah dari proyeksi konsensus pasar di angka 88,5. Meski penurunan ini tergolong kecil, angka tersebut menegaskan bahwa kondisi bisnis di ekonomi terbesar Eropa itu masih tertahan oleh lemahnya permintaan global serta tekanan struktural di sektor industri.
Laporan rinci IFO memperlihatkan dinamika yang beragam. Indeks Penilaian Saat Ini naik tipis dari 85,3 menjadi 85,6, mengisyaratkan kondisi ekonomi saat ini perlahan membaik, meski belum sepenuhnya pulih. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi—yang mencerminkan pandangan pelaku usaha terhadap kondisi enam bulan ke depan—turun dari 91,6 menjadi 90,6. Penurunan ekspektasi ini menunjukkan bahwa dunia usaha di Jerman masih bersikap hati-hati menilai prospek ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global, perlambatan manufaktur Eropa, dan inflasi yang kini mulai menuju target bank sentral.
Reaksi Pasar: Euro Tetap Stabil Meski Data Mengecewakan
Berbeda dengan indikator fundamental yang melemah, pasar valuta asing justru tidak merespons dengan volatilitas signifikan. Pada saat laporan ini ditulis, pasangan EUR/USD masih bergerak naik sekitar 0,15% dan diperdagangkan dekat 1,1530. Stabilitas ini menandakan bahwa pasar telah mengantisipasi pelemahan sentiment IFO atau bahwa perhatian investor lebih terarah pada perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Survei IFO biasanya menjadi salah satu indikator yang dipantau ketat oleh pasar karena dianggap sebagai cerminan awal aktivitas bisnis Jerman. Bila data ini sesuai atau sedikit meleset dari ekspektasi, pergerakan Euro cenderung terbatas. Namun penurunan tajam sering kali memicu tekanan jual. Dalam kasus kali ini, pelemahannya tidak cukup besar untuk mendorong reaksi ekstrem.
Bagaimana Data IFO Mempengaruhi EUR/USD?
Dalam kondisi normal, penurunan mengejutkan pada data IFO berpotensi membebani Euro karena melemahnya dunia usaha menandakan prospek pertumbuhan yang lebih rapuh. Namun, dinamika pasar saat ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal: meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember.
Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas sekitar 71% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Angka ini melonjak dari sekitar 42% pada minggu sebelumnya. Ekspektasi pelonggaran moneter inilah yang menjaga EUR/USD tetap positif meski data Jerman melemah, karena pasar menilai tekanan pada dolar AS lebih besar dibandingkan tekanan pada Euro.
Di sisi lain, kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB) relatif lebih stabil. Dengan inflasi mendekati target 2%, pertumbuhan ekonomi yang moderat, serta tingkat pengangguran di titik rendah historis, ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga hingga akhir 2026. Stabilitas ini membantu menopang Euro dalam jangka menengah.
Analisis Teknis EUR/USD
Dari sudut pandang teknikal, pasangan EUR/USD menunjukkan pola pergerakan yang masih berhati-hati. Pada level sekitar 1,1520, pasangan ini mencoba mempertahankan tren positif jangka pendek. Namun indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari masih bergerak di bawah level 50, yang menandakan tekanan bearish belum sepenuhnya menghilang.
Support terdekat berada di level psikologis 1,1500. Jika level ini ditembus, EUR/USD berpotensi bergerak menuju area 1,1468, yang merupakan titik terendah tiga bulan terakhir. Sebaliknya, di sisi atas, EMA 9-hari di area 1,1548 menjadi resistance pertama. Jika ditembus, target berikutnya berada di level psikologis 1,1600 dan EMA 50-hari di sekitar 1,1605.
Tekanan Ekonomi Jerman Masih Berlanjut, Tetapi Euro Ditopang Faktor Eksternal
Pelemahan Indeks Sentimen Bisnis IFO pada November mempertegas bahwa pemulihan ekonomi Jerman masih belum sepenuhnya kokoh. Meski data penilaian saat ini naik, turunnya ekspektasi bisnis menandakan tantangan yang masih mengemuka dari sisi permintaan global dan prospek pertumbuhan kawasan Eropa.
Namun kombinasi antara stabilitas kebijakan ECB dan ekspektasi pelonggaran The Fed menjaga pergerakan Euro tetap stabil. Bagi pelaku pasar, fokus mendatang akan tertuju pada data manufaktur, rilis inflasi zona euro, serta keputusan kebijakan bank sentral AS pada akhir tahun.
One thought on “Sentimen Bisnis Jerman Melemah pada November”