Ringkasan Cepat
- Order di forex terbagi dua: market order (langsung dieksekusi di harga saat ini) dan pending order (menunggu harga mencapai level tertentu).
- Ada empat pending order dasar: Buy Limit (di bawah harga), Buy Stop (di atas harga), Sell Limit (di atas harga), dan Sell Stop (di bawah harga).
- Posisi Buy dibuka di harga Ask dan ditutup di Bid. Posisi Sell dibuka di harga Bid dan ditutup di Ask.
- Stop loss dan take profit menutup posisi secara otomatis dan sebaiknya dipasang sejak posisi dibuka.
- MetaTrader 5 menambahkan jenis Buy Stop Limit dan Sell Stop Limit untuk kebutuhan entry yang lebih spesifik.
Mengetahui arah harga saja tidak cukup. Anda juga harus tahu cara masuk ke pasar: langsung di harga sekarang, atau menunggu harga mencapai level yang lebih menguntungkan. Di sinilah jenis order berperan. Pemilihan order yang tepat membantu Anda masuk di harga yang direncanakan, tanpa harus terus memantau grafik.
Artikel ini menjelaskan setiap jenis order yang tersedia di platform seperti MetaTrader 4 dan MetaTrader 5, kapan menggunakannya, serta kesalahan yang sering terjadi.
Apa bedanya posisi Buy dan Sell?
Buy (long) adalah posisi yang menguntungkan jika harga naik. Sell (short) adalah posisi yang menguntungkan jika harga turun. Di forex, membuka posisi Sell sama mudahnya dengan Buy karena Anda sebenarnya menjual base currency dan membeli quote currency.

Gambar 1. Laba/rugi posisi Buy dan Sell 0,10 lot EUR/USD pada berbagai harga penutupan
Hal teknis yang sering terlupa: posisi Buy dibuka di harga Ask dan ditutup di harga Bid, sedangkan posisi Sell dibuka di Bid dan ditutup di Ask. Karena itu, stop loss atau take profit posisi Sell dipicu oleh harga Ask, yang bisa berbeda dari garis harga Bid yang biasanya ditampilkan di grafik. Saat spread melebar, perbedaan ini bisa terasa.
Apa itu market order?
Market order adalah perintah untuk membuka posisi segera di harga terbaik yang tersedia saat itu. Di platform MetaTrader, ini dilakukan dengan menekan tombol Buy by Market atau Sell by Market.
- Kelebihan: eksekusi cepat, cocok ketika sinyal sudah terkonfirmasi dan Anda ingin segera masuk.
- Kekurangan: harga eksekusi bisa sedikit berbeda dari harga yang terlihat saat pasar bergerak sangat cepat (slippage).
Apa saja jenis pending order?
Pending order adalah order yang menunggu harga mencapai level tertentu sebelum dieksekusi. Kuncinya ada pada dua pertanyaan: apakah Anda ingin Buy atau Sell, dan apakah level entry-nya di atas atau di bawah harga saat ini.

Gambar 2. Posisi empat pending order dasar terhadap harga pasar saat ini
| Jenis order | Letak level | Logika | Contoh (harga saat ini 1,0850) |
| Buy Limit | Di bawah harga | Beli lebih murah, harapkan koreksi lalu naik | Buy Limit di 1,0820 (area support) |
| Buy Stop | Di atas harga | Beli saat harga menembus ke atas (breakout) | Buy Stop di 1,0880 (di atas resistance) |
| Sell Limit | Di atas harga | Jual lebih mahal, harapkan pantulan lalu turun | Sell Limit di 1,0880 (area resistance) |
| Sell Stop | Di bawah harga | Jual saat harga menembus ke bawah (breakdown) | Sell Stop di 1,0820 (di bawah support) |
Buy Limit
Gunakan Buy Limit ketika Anda ingin membeli tetapi menilai harga saat ini terlalu mahal, dan memperkirakan harga akan turun dulu ke area support sebelum naik. Contoh: EUR/USD di 1,0850 dalam tren naik, dan Anda menunggu koreksi ke 1,0820.
Buy Stop
Gunakan Buy Stop ketika Anda ingin membeli hanya jika harga membuktikan kekuatannya dengan menembus level tertentu. Contoh: resistance di 1,0875, lalu Anda memasang Buy Stop di 1,0880 agar ikut arus breakout.
Sell Limit
Gunakan Sell Limit ketika Anda ingin menjual di harga yang lebih tinggi dari saat ini, karena memperkirakan harga akan memantul naik ke resistance lalu turun. Cocok dalam tren bearish.
Sell Stop
Gunakan Sell Stop ketika Anda ingin menjual hanya jika harga menembus ke bawah support. Contoh: support di 1,0825, lalu Anda memasang Sell Stop di 1,0820.
Buy Stop Limit dan Sell Stop Limit
Tersedia di MetaTrader 5, order ini menggabungkan dua level. Saat harga menyentuh level stop, sistem memasang order limit di level lain. Contohnya, Anda menunggu breakout di atas 1,0880, tetapi ingin masuk setelah harga kembali menguji 1,0870. Order ini lebih cocok untuk trader yang sudah berpengalaman.
Apa itu stop loss dan take profit?
Stop loss (SL) adalah order untuk menutup posisi otomatis jika harga bergerak melawan Anda sampai level tertentu. Take profit (TP)Β adalah order untuk menutup posisi otomatis ketika target keuntungan tercapai. Keduanya bisa dipasang bersamaan dengan market order maupun pending order.
| Posisi | Letak stop loss | Letak take profit |
| Buy | Di bawah harga entry | Di atas harga entry |
| Sell | Di atas harga entry | Di bawah harga entry |
Apa itu trailing stop?
Trailing stop adalah stop loss yang bergerak otomatis mengikuti harga ketika posisi sedang untung, dengan jarak tertentu dalam pip. Jika harga berbalik, trailing stop tetap di level terakhirnya sehingga sebagian keuntungan terkunci. Di MetaTrader 4 dan 5, trailing stop berjalan di platform Anda, sehingga hanya aktif selama platform terbuka dan terhubung ke internet.
Apa itu masa berlaku order?
Pending order bisa diatur agar berlaku sampai dibatalkan (GTC, Good Till Cancelled), sampai akhir hari (Today), atau sampai tanggal dan jam tertentu (Specified). Mengatur masa berlaku mencegah order lama yang sudah tidak relevan tiba-tiba tereksekusi ketika kondisi pasar sudah berubah.
Kesalahan umum pemula saat memasang order
- Tertukar Limit dan Stop. Ingat: Limit = harga lebih baik (beli lebih murah atau jual lebih mahal). Stop = mengikuti momentum.
- Tidak memasang stop loss dengan alasan akan menutup manual. Dalam kondisi pasar cepat, keputusan manual sering terlambat.
- Stop loss terlalu dekat, sehingga posisi tertutup oleh fluktuasi normal atau pelebaran spread.
- Lupa pending order aktif sebelum rilis berita besar, sehingga tereksekusi di harga yang tidak diinginkan.
- Memindahkan stop loss menjauh saat posisi rugi. Ini menghapus fungsi utama stop loss sebagai batas risiko.
Baca juga, Apa Arti Bullish dan Bearish di Pasar Forex?
Kesimpulan
Market order dipakai untuk masuk segera, sedangkan pending order dipakai untuk masuk di level yang sudah direncanakan. Buy Limit dan Sell Limit menunggu harga yang lebih baik, sementara Buy Stop dan Sell Stop mengikuti breakout. Lengkapi setiap posisi dengan stop loss dan take profit agar risiko terukur sejak awal. Latih semua jenis order ini di akun demo sampai Anda bisa memasangnya tanpa ragu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa bedanya Buy Limit dan Buy Stop?
Buy Limit dipasang di bawah harga saat ini untuk membeli lebih murah saat koreksi. Buy Stop dipasang di atas harga saat ini untuk membeli saat harga menembus level tertentu ke atas.
Apa bedanya Sell Limit dan Sell Stop?
Sell Limit dipasang di atas harga saat ini untuk menjual lebih mahal saat harga memantul. Sell Stop dipasang di bawah harga saat ini untuk menjual saat harga menembus support ke bawah.
Apakah stop loss selalu tereksekusi tepat di levelnya?
Tidak selalu. Saat pasar bergerak sangat cepat atau terjadi gap, stop loss bisa tereksekusi di harga berikutnya yang tersedia. Ini disebut slippage.
Kenapa posisi Sell saya kena stop loss padahal grafik belum menyentuh level?
Grafik MetaTrader umumnya menampilkan harga Bid, sedangkan stop loss posisi Sell dipicu oleh harga Ask. Saat spread melebar, harga Ask bisa menyentuh stop loss meski garis Bid di grafik belum.
Pending order mana yang cocok untuk pemula?
Buy Limit dan Sell Limit sering dipakai pemula karena sejalan dengan strategi membeli di support dan menjual di resistance. Namun yang terpenting adalah memahami logika setiap order dan selalu memasang stop loss.
Disclaimer: Trading forex dan produk derivatif lainnya melibatkan risiko tinggi dan tidak cocok untuk semua orang. Penggunaan leverage dapat memperbesar keuntungan maupun kerugian, termasuk kerugian melebihi ekspektasi Anda. Artikel ini bersifat edukatif dan bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi. Pastikan Anda memahami risikonya dan hanya bertransaksi melalui pialang yang terdaftar di BAPPEBTI.
