EUR/USD berpotensi rebound karena pasar semakin yakin Federal Reserve akan memangkas suku bunga. Dengan respon hati-hati dari European Central Bank, euro bisa menguat terhadap dolar.
Sentimen Pasar & Ekspektasi Kebijakan Moneter
Pasangan mata uang EUR/USD kembali berada di bawah level psikologis 1,1600 — diperdagangkan di kisaran 1,1590 pada sesi Asia Jumat. Setelah tiga hari naik, pasangan ini kehilangan sedikit momentum seiring USD menunjukkan kekuatan stabil. Namun, keyakinan pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Desember semakin membesar — sebuah katalis yang bisa memicu reli baru untuk EUR/USD.
Menurut indikator pasar dari CME Group FedWatch Tool, probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada rapat Desember kini mencapai sekitar 87%. Angka ini melonjak signifikan dibanding hanya sekitar 39% seminggu sebelumnya. Selain itu, ekspektasi pasar juga mengarah pada tiga penurunan suku bunga tambahan hingga akhir 2026 — menunjukkan bahwa pelaku pasar semakin yakin akan sikap dovish The Fed.
Sentimen ini diperkuat oleh spekulasi bahwa posisi kepemimpinan di The Fed bisa berubah, dengan nama seperti Kevin Hassett disebut sebagai kandidat terkuat untuk memimpin. Banyak pelaku pasar menilai bahwa Hassett akan mendorong kebijakan moneter dengan suku bunga yang lebih rendah — sejalan dengan sikap dovish yang diinginkan oleh pemerintahan saat ini. Jika spekulasi ini benar, tekanan pada dolar bisa makin besar, membuka jalan bagi euro untuk menguat.
ECB: Sikap Hati-Hati Mendukung Euro
Sementara itu di Eropa, rapat kebijakan moneter European Central Bank (ECB) menunjukkan dorongan untuk mempertahankan suku bunga di level saat ini, meskipun ketidakpastian global terus membayangi. Menurut risalah pertemuan terakhir, sejumlah pembuat kebijakan ECB menyatakan bahwa saat ini belum ada kebutuhan mendesak untuk pelonggaran tambahan. Mereka menilai kondisi inflasi dan pertumbuhan cukup stabil — sehingga suku bunga bisa tetap berada di posisi aman.
Pendapat ini memberikan sinyal bahwa ECB memilih stabilitas atas perubahan drastis, mengingat situasi ekonomi Eropa yang relatif terkendali. Dalam suasana seperti ini, euro tidak dibebani ekspektasi pengetatan atau pelonggaran ekstrem — menciptakan kondisi yang mendukung nilai tukar EUR terhadap USD, apalagi bila USD melemah akibat kebijakan dovish The Fed.
Secara keseluruhan, kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS dan sikap berhati-hati ECB membuka celah bagi euro untuk menguat, memberikan peluang bagi EUR/USD untuk membalik arah atau meneruskan tren bullish.
Tekanan Jangka Pendek: USD Masih Bisa Bangkit
Meski prospek jangka menengah ke depan cukup positif bagi euro, EUR/USD hari ini masih menghadapi tekanan karena dolar menunjukkan stabilitas relatif. Beberapa faktor yang berpotensi membatasi kenaikan euro dalam jangka pendek antara lain: data ekonomi AS yang bisa saja mengejutkan dengan performa kuat, atau perubahan kebijakan mendadak dari The Fed jika inflasi kembali melonjak.
Selain itu, pergerakan teknikal terakhir menunjukkan bahwa EUR/USD gagal mempertahankan kenaikan lebih dari tiga hari beruntun — menunjukkan bahwa momentum bullish belum mendapatkan konsolidasi kuat. Hal ini mengingatkan bahwa setiap sinyal dovish dari The Fed harus disosialisasikan dengan jelas agar pasar bereaksi signifikan. Jika tidak, euro bisa kembali terkoreksi bersama dolar.
Peluang & Strategi: EUR/USD Siap Manfaatkan Window
Dengan latar belakang tersebut, peluang sekarang tampak mengarah ke potensi rebound atau apresiasi euro terhadap dolar. Berikut beberapa skenario yang bisa terjadi dalam beberapa minggu ke depan:
* Jika The Fed benar-benar memangkas suku bunga pada Desember, EUR/USD bisa naik dengan cepat — menargetkan area resistance psikologis seperti 1,1650–1,1700.
* Jika ECB mempertahankan suku bunga lagi dan inflasi Eropa tetap terkendali, euro dapat terus mendapat dukungan structural.
* Skenario stabil tetapi bearish: jika USD tak melemah signifikan dan data AS menunjukkan kekuatan, EUR/USD bisa tetap melemah atau konsolidasi di bawah 1,1600.
Untuk para trader atau investor, kondisi saat ini bisa dilihat sebagai peluang masuk (entry) ketika euro menunjukkan tanda penguatan awal. Namun disarankan untuk tetap menjaga manajemen risiko — mengingat dinamika kebijakan moneter masih rawan perubahan.
EUR/USD saat ini berada di persimpangan penting. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan Desember — sekarang berada di kisaran 87% peluang — menjadi katalis kunci yang bisa melemahkan dolar. Di sisi lain, sikap konservatif ECB dalam menjaga suku bunga dan stabilitas ekonomi Zona Euro memberikan pijakan kuat untuk euro.
Jika spekulasi ini terbukti, peluang rebound dan penguatan EUR/USD cukup besar. Namun, hingga The Fed mengambil keputusan resmi, pasar akan terus waspada terhadap data makro dan sinyal kebijakan dari bank sentral global.
Pada intinya, mantapkan posisi euro: bersama momentum yang tepat, EUR/USD bisa menargetkan kembali area 1,1650–1,1700. Namun tetap pantau perkembangan global dan jaga manajemen risiko.
One thought on “EUR/USD Berpeluang Bangkit: Ekspektasi Pemangkasan The Fed Dorong Euro Naik”