Menurut analis Standard Chartered, inflasi IHK Tiongkok berpotensi naik ke 0,8% y/y pada November, dibantu naiknya harga makanan dan efek dasar. Meskipun ada rebound di PMI manufaktur dan ekspor, permintaan domestik tetap lemah serta investasi aset nyata masih mengalami penurunan.
Pemulihan Bisnis Tapi Permintaan Domestik Masih Lesu
Pengamatan terbaru dari ekonom Standard Chartered, yakni Hunter Chan dan Shuang Ding, menunjukkan bahwa inflasi konsumen (IHK) di Tiongkok kemungkinan akan sedikit meningkat pada bulan November. Diperkirakan laju inflasi akan mencapai sekitar 0,8% year-on-year, didorong oleh efek dasar dan kenaikan harga makanan. Meskipun ada sejumlah sinyal pemulihan di sektor manufaktur dan ekspor, data menunjukkan bahwa permintaan domestik tetap lemah, dan investasi — terutama di sektor aset tetap dan properti — masih mengalami kontraksi.
PMI Manufaktur Naik, tapi Pemulihan Masih Lunak
Indeks Manufaktur resmi untuk November naik moderat ke 49,2, dari 49,0 di Oktober, menunjukkan bahwa aktivitas di sektor industri sedikit membaik — meskipun masih berada di area kontraksi. Lonjakan kecil ini muncul setelah periode terendah selama enam bulan, tetapi rebound ini lebih mencerminkan perbaikan sementara daripada pemulihan kuat yang berkelanjutan.
Dalam detailnya, PMI untuk pesanan ekspor baru naik 1,7 poin, sedangkan PMI pesanan baru hanya naik sekitar 0,4 poin — hal ini mengindikasikan bahwa kenaikan permintaan terutama bersifat eksternal. PMI produksi meningkat ke level 50, menunjukkan stabilitas produksi, tetapi ini tampaknya tidak diterjemahkan menjadi kenaikan permintaan domestik yang kuat untuk konsumsi atau investasi.
Faktanya, PMI jasa justru menurun ke 49,5 — level terlemah dalam 23 bulan terakhir — yang menunjukkan bahwa sektor layanan dan konsumsi rumah tangga melemah. Dengan kondisi tersebut, pemulihan ekonomi domestik tetap rapuh meskipun ada lonjakan aktivitas ekspor.
Ekspor, Perdagangan, dan Properti: Beberapa Titik Kuat, Tapi Investasi Masih Tertahan
Menurut analis Standard Chartered, ekspor dan impor Tiongkok kemungkinan melonjak pada November — sebagian karena efek dasar dan sebagian karena prospek meredanya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Surplus perdagangan bulanan tampaknya melebar, dan dorongan dari ekspor ini mendukung stabilitas produksi industri (PI), dengan estimasi pertumbuhan jangka menengah tetap di sekitar CAGR dua tahun.
Namun, di sisi investasi aset tetap (Fixed Asset Investment / FAI), kemungkinan terjadi penurunan lebih lanjut, meskipun dengan laju kontraksi yang melambat. Hal ini mencerminkan bahwa perusahaan dan pengembang masih berhati-hati dalam menanam modal dalam proyek baru.
Sektor real estat — yang sempat terpuruk — menunjukkan sedikit tanda pemulihan: data sementara menunjukkan peningkatan penjualan rumah dan tanah secara month-on-month. Selain itu, PMI konstruksi melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir, yang menandakan perbaikan dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur dan properti. Meskipun demikian, pemulihan masih bersifat rapuh dan jauh dari pola ekspansi agresif.
Inflasi IHK Naik Tipis, Inflasi Produsen Perkasa Lebih Lanjut
Dengan kombinasi efek dasar dan kenaikan harga pangan, inflasi konsumen (IHK) diperkirakan naik ke 0,8% y/y — mendekati level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan ini lebih mencerminkan tekanan dari harga makanan dan kategori konsumsi harian lainnya daripada lonjakan permintaan riil.
Sementara itu, indeks harga produsen (IHP) kemungkinan akan terus mencatat deflasi moderat, diprediksi turun sekitar 1,9% y/y. Kontraksi di IHP ini sebagian akibat dari kebijakan “anti-involusi” dan pelemahan permintaan input industri. Dengan kata lain, meskipun biaya konsumsi konsumen sedikit meningkat, biaya produsen dan input tetap berada di jalur pelemahan.
Kredit dan Pembiayaan — Stabil, tapi Tidak Menggeliat
Standard Chartered memproyeksikan bahwa pertumbuhan kredit dan uang di Tiongkok akan tetap stabil dibanding bulan sebelumnya. Namun, permintaan pinjaman dari sektor swasta kemungkinan tetap lemah menjelang akhir tahun, karena perusahaan dan konsumen menahan ekspansi dan belanja besar.
Sebaliknya, ada indikasi bahwa pembiayaan melalui obligasi — baik pemerintah maupun korporasi — sedang berkembang. Ini mencerminkan bahwa meskipun pinjaman bank melambat, akses ke pembiayaan lewat pasar modal mungkin menjadi alternatif bagi sejumlah entitas. Namun, langkah ini belum cukup mendorong konsumsi luas atau investasi besar baru.
Pemulihan Lambat, Inflasi Tipis, dan Ketidakpastian Domestik
Secara keseluruhan, kondisi ekonomi Tiongkok pada November menunjukkan tanda-tanda stabilisasi — tapi pemulihan tetap rapuh dan terfragmentasi. Data PMI manufaktur dan ekspor memberikan sedikit angin segar, namun lemahnya permintaan domestik dan kelesuan di sektor jasa mengisyaratkan bahwa konsumen dan pelaku bisnis belum sepenuhnya kembali percaya diri.
Inflasi konsumen yang naik tipis ke 0,8% y/y memang bisa jadi angin positif bagi arus kas pekerja dan penjual, tetapi tanpa pertumbuhan permintaan riil dan konsumsi yang kuat, inflasi saja tidak cukup mengangkat ekonomi ke jalur ekspansi. Kontraksi harga produsen dan lemahnya investasi juga menambah tekanan struktural jangka menengah.
Dengan latar belakang itu, kebijakan moneter, dukungan fiskal, dan langkah-langkah untuk mendorong konsumsi domestik serta investasi produktif menjadi sangat penting agar Tiongkok bisa keluar dari periode stagnasi ringan ini.
One thought on “Tiongkok Prakiraan Inflasi IHK November Menguat”