Dolar Australia Tertahan Saat Libur Tahun Baru, Data PMI Tiongkok dan Sikap Hawkish RBA Jadi Penopang

Dolar Australia bergerak terbatas di tengah perdagangan sepi libur Tahun Baru. Penguatan ditopang data PMI Tiongkok yang membaik serta sinyal…
1 Min Read 1 16

Dolar Australia bergerak terbatas di tengah perdagangan sepi libur Tahun Baru. Penguatan ditopang data PMI Tiongkok yang membaik serta sinyal kebijakan hawkish Reserve Bank of Australia.

Ditopang Data Tiongkok dan Sinyal Hawkish RBA

Pergerakan Dolar Australia (AUD) cenderung terbatas namun tetap bertahan di zona positif terhadap Dolar AS (USD) di tengah kondisi perdagangan yang sepi akibat libur Tahun Baru di Australia. Minimnya partisipasi pelaku pasar membuat volatilitas relatif rendah, meski sentimen fundamental global masih memberikan arah bagi pasangan mata uang AUD/USD.

Dalam dua sesi perdagangan terakhir, AUD berhasil mempertahankan penguatannya, ditopang oleh rilis data ekonomi Tiongkok yang lebih baik dari perkiraan. Mengingat eratnya hubungan ekonomi antara Australia dan Tiongkok, setiap sinyal pemulihan dari negara dengan perekonomian terbesar kedua dunia tersebut kerap menjadi katalis positif bagi mata uang Australia.

PMI Tiongkok Beri Dukungan Sentimen

Dolar Australia mendapatkan dorongan setelah data resmi Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur Tiongkok untuk bulan Desember menunjukkan perbaikan yang signifikan. PMI Manufaktur tercatat naik ke level 50,1 dari posisi sebelumnya 49,2, sekaligus melampaui ekspektasi pasar yang berada di angka 49,2. Level di atas 50 menandakan ekspansi aktivitas manufaktur, sehingga memicu optimisme terhadap prospek permintaan komoditas global.

Tak hanya sektor manufaktur, aktivitas non-manufaktur juga menunjukkan sinyal pemulihan. PMI Non-Manufaktur NBS meningkat menjadi 50,2 pada Desember dari 49,5 di bulan sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan konsensus pasar di 49,8. Data ini memperkuat keyakinan bahwa stimulus ekonomi Tiongkok mulai memberikan dampak positif secara bertahap.

Sementara itu, PMI Manufaktur versi RatingDog juga mencerminkan tren serupa. Indikator tersebut naik menjadi 50,1 dari 49,9 pada November, menandakan perbaikan aktivitas industri yang konsisten. Kombinasi data ini membantu menopang mata uang negara-negara yang sensitif terhadap pertumbuhan Tiongkok, termasuk Dolar Australia.

Ekspektasi Hawkish RBA Jadi Penopang AUD

Selain faktor eksternal, Dolar Australia juga mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari Reserve Bank of Australia (RBA). Gubernur RBA, Michele Bullock, sebelumnya menegaskan bahwa meskipun kenaikan suku bunga belum menjadi skenario utama, dewan bank sentral telah mendiskusikan kondisi tertentu yang dapat memicu pengetatan kebijakan, khususnya pada tahun 2026.

Risalah rapat RBA bulan Desember menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan tetap waspada terhadap risiko inflasi yang bertahan lebih lama dari perkiraan. Mereka menegaskan kesiapan untuk memperketat kebijakan apabila tekanan harga tidak mereda sesuai proyeksi. Fokus pasar kini tertuju pada rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Kuartal IV Australia yang dijadwalkan pada 28 Januari.

Sejumlah analis menilai bahwa jika inflasi inti Kuartal IV tercatat lebih tinggi dari perkiraan, RBA berpotensi menaikkan suku bunga lebih cepat, bahkan pada pertemuan kebijakan tanggal 3 Februari. Ekspektasi ini memperkuat daya tarik AUD di mata investor global.

Dolar AS Bertahan, FOMC Isyaratkan Jeda Pemangkasan

Di sisi lain, penguatan Dolar Australia tertahan oleh stabilnya Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan USD terhadap enam mata uang utama dunia, bertahan di sekitar level 98,20 setelah mencatatkan kenaikan moderat pada sesi sebelumnya.

Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Desember mengungkapkan bahwa mayoritas pejabat The Fed cenderung mendukung penundaan pemangkasan suku bunga lanjutan, terutama jika inflasi terus melandai secara bertahap. Beberapa pejabat bahkan menilai bahwa mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk sementara waktu merupakan langkah yang bijak, mengingat The Fed telah memangkas suku bunga tiga kali sepanjang tahun 2025.

Alat CME FedWatch menunjukkan probabilitas 85,1% bahwa suku bunga akan dipertahankan pada rapat The Fed bulan Januari, meningkat dari 83,4% sehari sebelumnya. Sebaliknya, peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin turun menjadi 14,9%. Ekspektasi ini membantu menjaga stabilitas USD, meskipun tekanan jangka panjang masih membayangi.

Data Tenaga Kerja AS dan Inflasi Australia

Dari sisi data ekonomi, klaim tunjangan pengangguran awal AS tercatat turun menjadi 214 ribu dari 224 ribu pada pekan sebelumnya, lebih baik dari perkiraan pasar. Namun, klaim lanjutan justru meningkat menjadi 1,923 juta, mencerminkan pasar tenaga kerja yang mulai menunjukkan tanda-tanda moderasi.

Di Australia, inflasi umum tercatat naik menjadi 3,8% pada Oktober 2025 dari 3,6% pada September, tetap berada di atas target RBA sebesar 2–3%. Selain itu, ekspektasi inflasi konsumen meningkat menjadi 4,7% pada Desember, menguatkan pandangan bahwa RBA akan mempertahankan sikap hawkish lebih lama.

Analisis Teknikal: AUD/USD Uji Area 0,6700

Secara teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6690 dan menunjukkan bias bullish yang masih terjaga. Grafik harian mengindikasikan bahwa pergerakan harga tetap berada dalam pola ascending channel, menandakan tren naik jangka menengah yang solid.

Pasangan ini bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari yang menanjak, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di area bullish sekitar 64,8 dan belum memasuki wilayah jenuh beli. Level psikologis 0,6700 menjadi resistance terdekat, diikuti oleh 0,6727 yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2024.

Jika berhasil menembus area tersebut, AUD/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju batas atas ascending channel di sekitar 0,6850. Sebaliknya, support awal berada di kisaran 0,6680–0,6684. Penembusan di bawah area ini dapat membuka ruang koreksi lebih dalam menuju level terendah enam bulan di sekitar 0,6414.

Team

One thought on “Dolar Australia Tertahan Saat Libur Tahun Baru, Data PMI Tiongkok dan Sikap Hawkish RBA Jadi Penopang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *