INCO Terkoreksi Usai Cetak Rekor Tertinggi 2026

Saham INCO terkoreksi setelah mencetak tertinggi baru 2026. Meski demikian, persetujuan RKAB 2026 dari ESDM memperkuat prospek fundamental jangka panjang.…
1 Min Read 0 8

Saham INCO terkoreksi setelah mencetak tertinggi baru 2026. Meski demikian, persetujuan RKAB 2026 dari ESDM memperkuat prospek fundamental jangka panjang.

Persetujuan RKAB Jadi Penopang Fundamental Jangka Panjang

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengalami koreksi setelah sebelumnya mencetak level tertinggi baru sepanjang tahun 2026. Meskipun sempat membuka perdagangan dengan optimisme tinggi, pergerakan harga INCO belum mampu mempertahankan momentum kenaikan tersebut dan justru berbalik arah pada sesi perdagangan awal. Koreksi ini terjadi di tengah kondisi teknikal yang sudah jenuh beli, namun di sisi lain mendapat penopang fundamental penting berupa persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pergerakan Harga: Gagal Lanjutkan Momentum Kenaikan

Pada perdagangan terbaru, saham INCO dibuka dengan gap naik di level 6.700, mencerminkan antusiasme pelaku pasar setelah reli kuat sebelumnya. Bahkan, saham ini sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.775, mendekati rekor tertinggi 2026. Namun, tekanan jual muncul relatif cepat, membuat harga berbalik arah dan turun hingga level terendah intraday di 6.175 pada sesi pertama.

Saat artikel ini ditulis, INCO diperdagangkan di kisaran 6.350, melemah sekitar 0,78% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar mulai bersikap lebih berhati-hati setelah reli agresif yang membawa saham ini ke wilayah jenuh beli.

Persetujuan RKAB 2026 Menjadi Katalis Fundamental Positif

Penurunan harga saham INCO tampak mulai tertahan setelah muncul kabar bahwa RKAB tahun 2026 perseroan telah resmi disetujui oleh Kementerian ESDM. Persetujuan ini memiliki arti strategis, mengingat operasional perusahaan sebelumnya sempat tertahan sambil menunggu kejelasan perizinan tersebut.

Dengan disetujuinya RKAB 2026, INCO kini dapat melanjutkan kembali kegiatan operasional secara penuh dan mengejar ketertinggalan produksi yang sempat terjadi. Menariknya, RKAB kali ini disetujui dalam skema tahunan, berbeda dari pendekatan sebelumnya yang berbasis periode tiga tahun dan terintegrasi dengan berbagai izin dasar lainnya.

Langkah ini dinilai memberikan fleksibilitas operasional yang lebih baik serta meningkatkan visibilitas kinerja jangka pendek perusahaan.

Komitmen Jangka Panjang pada Hilirisasi dan Rantai Nilai EV

Dalam keterbukaan informasi, manajemen INCO menegaskan bahwa perseroan tetap berkomitmen pada investasi jangka panjang, khususnya dalam pengembangan hilirisasi nikel dan penguatan posisi di rantai nilai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Selain itu, INCO juga melanjutkan investasi pada teknologi rendah emisi serta pengembangan kapasitas pengolahan lanjutan, termasuk proyek High Pressure Acid Leach (HPAL). Teknologi HPAL dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing industri nikel Indonesia di pasar global, terutama dalam mendukung kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik.

Pendekatan ini menempatkan INCO sebagai salah satu emiten nikel dengan narasi pertumbuhan struktural jangka panjang, sejalan dengan tren global transisi energi.

Tren Teknikal Jangka Panjang Masih Bullish

Dari sisi teknikal, tren jangka panjang saham INCO masih tergolong bullish. Harga saham berada jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, yang sering digunakan sebagai indikator arah tren utama.

Selain itu, struktur harga menunjukkan pola higher highs dan higher lows yang terbentuk sejak titik terendah tahun 2025 hingga rekor tertinggi baru di awal 2026. Pola ini mengindikasikan bahwa secara struktural, minat beli masih mendominasi meskipun terjadi koreksi jangka pendek.

RSI Jenuh Beli, Tapi Minat Pasar Tetap Tinggi

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari saat ini berada di kisaran 73,24, yang menandakan kondisi jenuh beli (overbought). Namun perlu dicatat bahwa RSI INCO telah bertahan di zona jenuh beli sejak akhir Desember 2025 dan terus bergerak naik hingga harga mencapai puncak tahunan di 6.950.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun valuasi teknikal relatif panas, minat pasar terhadap saham INCO masih kuat. Meski demikian, kehati-hatian tetap diperlukan, terutama bagi investor yang mempertimbangkan untuk mengejar harga di level yang lebih tinggi tanpa koreksi yang sehat.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Jika koreksi berlanjut, terdapat beberapa level support teknikal penting yang patut dicermati:

*6.000 → level psikologis dan angka bulat

*5.625 → level penutupan 6 Januari 2026 sekaligus area penutupan gap

*4.960 → titik terendah pada 29–30 Desember 2025

Di sisi lain, untuk potensi kenaikan lanjutan, area resistance berada di:

* 6.950 → tertinggi 2026 (14 Januari)

*7.000 → level psikologis dan tertinggi 9 Mei 2023

*7.525 → tertinggi historis 1 Februari 2023

Penembusan yang meyakinkan di atas resistance-resistance tersebut akan membuka ruang bagi kelanjutan tren bullish yang lebih kuat.

Saham INCO saat ini berada dalam fase konsolidasi sehat setelah reli signifikan menuju tertinggi baru 2026. Koreksi jangka pendek dipengaruhi oleh kondisi teknikal yang jenuh beli, namun fundamental jangka panjang tetap solid, terutama dengan disetujuinya RKAB 2026 dan komitmen berkelanjutan pada hilirisasi nikel serta rantai nilai kendaraan listrik. Bagi investor, INCO tetap menarik dalam perspektif tren besar, meskipun manajemen risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi volatilitas jangka pendek.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *