EUR/USD menguat menuju 1,1530 meski data IFO Jerman melemah. Harapan pelonggaran The Fed, sentimen risiko positif, dan rebound pasar ekuitas menopang Euro. Baca analisis lengkap makro, sentimen, dan teknikal.
EUR/USD Rebounds as Fed Dovish Tone Outshines Weak Eurozone Data
Pasangan mata uang EUR/USD kembali menunjukkan momentum kenaikan pada awal pekan, memulihkan sebagian besar penurunan tajam yang terjadi minggu lalu. Pada hari Senin, Euro bergerak naik dan menyentuh level tertinggi sesi di sekitar 1,1530, setelah sebelumnya sempat memantul dari area support kuat di 1,1490. Kenaikan ini terjadi meskipun data sentimen bisnis Jerman yang dirilis IFO menunjukkan pelemahan dan berada di bawah ekspektasi pasar.
Kekuatan pemulihan Euro tidak bersumber dari data ekonomi Eropa, melainkan dari dinamika global dan tekanan pelemahan terhadap Dolar AS. Sentimen pasar yang membaik, komentar dovish dari pejabat The Fed, serta ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter AS menjadi kombinasi faktor yang menahan kinerja Dolar dan memberikan ruang bagi Euro untuk menguat.
Data IFO Jerman Melemah, Namun Dampaknya Terbatas
Laporan terbaru dari Institute for Economic Research (IFO) menunjukkan bahwa Sentimen Bisnis Jerman turun ke 88,1 pada November, dari 88,4 pada Oktober dan lebih lemah dari ekspektasi 88,5. Meski pelemahan ini menambah bukti bahwa ekonomi Jerman masih jauh dari pemulihan solid, pasar tampaknya mengabaikannya.
Rincian data IFO menunjukkan:
* Indeks Penilaian Saat Ini meningkat tipis menjadi 85,6
* Indeks Ekspektasi turun signifikan menjadi 90,6, dari 91,6 bulan sebelumnya
Dengan kata lain, perusahaan Jerman melihat kondisi saat ini sedikit lebih stabil, tetapi masih pesimistis terhadap prospek jangka pendek. Namun, pelaku pasar tampak tidak terlalu terkejut mengingat tren pelemahan manufaktur dan lemahnya permintaan global.
Sentimen Risiko Global Mendukung Euro
Di tengah data makro yang tidak memukau dari kawasan Euro, apa yang menopang penguatan Euro? Jawabannya adalah sentimen risiko yang moderat dan ekspektasi global yang lebih optimistis.
Beberapa faktor yang meningkatkan risk appetite:
1.Harapan terhadap kemajuan diplomatik dalam konflik Ukraina
Harapan damai mendorong stabilitas dan meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
2. Penguatan pasar saham Eropa
Indeks-indeks utama Eropa dibuka di zona hijau, memberi dukungan tambahan terhadap mata uang kawasan Euro.
3. Minimnya data besar AS dan Eropa
Hari perdagangan yang relatif sepi membuat pasar lebih responsif terhadap sentimen ketimbang data makro.
Secara keseluruhan, suasana pasar condong ke arah “risk-on”, yang cenderung menguntungkan Euro dibandingkan Dolar AS.
Sentimen Pasar Dikuatkan oleh Nada Dovish The Fed
Salah satu katalis terbesar kenaikan EUR/USD adalah komentar dovish dari John Williams, Presiden Federal Reserve New York, pada akhir pekan lalu. Williams mengisyaratkan bahwa The Fed memiliki ruang untuk melakukan pelonggaran moneter lebih lanjut dalam waktu dekat tanpa mengganggu target inflasi.
Komentar tersebut memberikan tekanan signifikan terhadap Indeks Dolar AS (DXY), yang mundur dari level tertinggi multi-minggu. Hal ini membuka jalan bagi pemulihan Euro, meskipun data ekonomi AS untuk November sejauh ini cenderung solid.
Data makro AS yang dirilis minggu lalu juga menunjukkan kekuatan:
* PMI Manufaktur S&P Global: turun sedikit menjadi 51,9
* PMI Jasa S&P Global: naik ke 55,0, melampaui ekspektasi
* PMI Gabungan: naik ke 54,8
* Indeks Sentimen Konsumen Michigan: naik menjadi 51 dari 50,3
* Indeks Ekspektasi Konsumen: meningkat menjadi 51 dari 49
Secara umum, data AS menunjukkan daya tahan ekonomi yang baik, namun komentar dovish The Fed lebih dominan dalam membentuk arah pasar.
Data Eurozone Kontras: Aktivitas Manufaktur Tertekan
Pada sisi Eropa, rilis PMI HCOB pendahuluan untuk Zona Euro tidak menunjukkan perbaikan. Bahkan, data manufaktur turun kembali ke wilayah kontraksi.
Data PMI Zona Euro:
* PMI Manufaktur: turun ke 49,7 (vs 50 sebelumnya dan ekspektasi 50,2)
* PMI Jasa: naik tipis menjadi 53,1
* PMI Gabungan: turun ke 52,4
Ini menegaskan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi titik lemah dalam ekonomi Eropa, sementara sektor jasa mencoba mempertahankan momentum.
PMI Jerman juga menunjukkan kelemahan:
* Manufaktur: turun ke 48,4
* Jasa: turun signifikan ke 52,7 dari 54,6
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Jerman dan Zona Euro masih menghadapi hambatan struktural.
Agenda ECB: Lagarde akan Berbicara
Selain rilis data, pasar juga menantikan pidato Presiden ECB Christine Lagarde. Meskipun topiknya terkait kecerdasan buatan dan pendidikan, komentar spontan mengenai prospek kebijakan moneter bisa memicu volatilitas pasar.
ECB secara luas diperkirakan mempertahankan kebijakan saat ini hingga inflasi benar-benar stabil pada target, sehingga pasar tidak mengharapkan perubahan besar dalam waktu dekat.
Analisis Teknikal: EUR/USD Masih dalam Tren Bearish
Meskipun EUR/USD pulih, tren jangka menengah tetap bearish. Beberapa indikator teknikal menunjukkan bahwa kenaikan saat ini lebih bersifat koreksi daripada pembalikan tren.
Indikator teknikal utama:
* RSI 4-jam di bawah 50, menunjukkan momentum bearish dominan
* MACD datar di bawah garis nol, menandakan tekanan beli masih lemah
* Resistance kuat di 1,1550, gagal ditembus beberapa hari terakhir
Untuk membuka peluang bullish yang lebih kuat, EUR/USD harus:
1. Menembus 1,1550
2. Menargetkan 1,1600 (level tertinggi 18–19 November)
3. Selanjutnya menguji 1,1625, bagian atas descending channel
Support terdekat berada pada:
* 1,1500 (level psikologis)
* 1,1470 (terendah 5 November)
* 1,1425 (support descending channel)
Jika area 1,1500 tertembus, tekanan jual berpotensi meningkat secara signifikan.
Euro Naik, Tapi Tren Besar Belum Berubah
* EUR/USD menguat menuju 1,1530 didukung sentimen risiko global.
* Data IFO Jerman melemah, namun pasar lebih fokus pada nada dovish The Fed.
* Data makro AS dan Eurozone menunjukkan hasil campuran.
* Tren teknikal masih bearish, dengan resistance kuat di 1,1550.
One thought on “EUR/USD Rebounds Strongly as Fed Dovish Signals Overpower Weak German Business Sentiment”