Pasar valuta asing menunggu keputusan The Fed dan Bank of Canada, sementara USD melemah, yen rebound, dan data ekonomi global mempengaruhi volatilitas. Analisis lengkap pergerakan USD/JPY, EUR/USD, GBP/USD, dan emas.
Ketegangan Pasar Meningkat Menjelang Keputusan Penting The Fed dan BoC
Pasar valuta asing bergerak dalam rentang sempit pada hari Rabu, dengan sebagian besar pelaku pasar memilih untuk berhati-hati sebelum pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Canada (BoC). Kedua bank sentral tersebut akan merilis keputusan yang dapat menentukan tren besar pasar valas hingga akhir 2025 dan memasuki 2026.
USD Menghentikan Pemulihan Jelang Keputusan The Fed
Dolar AS (USD) terpantau kehilangan momentum penguatan yang terjadi sebelumnya. Pelaku pasar menahan diri untuk mengambil posisi besar menjelang keputusan The Fed yang sangat dinantikan. Meskipun USD sempat pulih di awal pekan, para trader kini berada dalam mode “wait and see”.
The Fed secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, menurunkan target menjadi 3,50%–3,75%. Namun, keputusan penurunan suku bunga bukanlah satu-satunya fokus pasar. Dot Plot, komposisi suara FOMC, dan terutama pernyataan Jerome Powell adalah elemen yang sangat penting untuk menentukan arah kebijakan hingga tahun 2026.
Potensi Nada Hawkish di Tengah Inflasi yang Masih Mengkhawatirkan
Meski pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan, kekhawatiran inflasi masih menghantui para pembuat kebijakan. Banyak trader memperkirakan The Fed dapat memberikan sinyal yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Jika Powell menekankan risiko inflasi yang masih tinggi, USD dapat kembali menguat secara luas.
Faktor Politik AS Ikut Menambah Ketidakpastian Pasar
Selain faktor moneter, politik AS turut menjadi fokus pasar. Presiden Donald Trump sedang memasuki tahap akhir wawancara untuk memilih Ketua The Fed berikutnya.
Warsh dan Hassett Masuk Kandidat Terkuat
Trump dijadwalkan mewawancarai mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, pada hari Rabu. Sementara itu, Kevin Hassett, Penasihat Ekonomi Gedung Putih dan kandidat favorit Trump, mengatakan bahwa ruang pemangkasan suku bunga masih terbuka cukup luas. Namun ia juga menegaskan bahwa perubahan sikap dapat terjadi jika inflasi naik lagi.
Komentar Hassett yang dikutip oleh Reuters memberi pasar sinyal tambahan bahwa arah kebijakan moneter AS di bawah kepemimpinan baru berpotensi berubah signifikan.
Data Ekonomi AS Berikan Sinyal Campuran
Beberapa data ekonomi terbaru AS memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya positif namun juga tidak cukup lemah untuk memperkuat argumen pemotongan suku bunga yang agresif.
Lowongan Pekerjaan AS Sedikit Meningkat
Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) menunjukkan bahwa jumlah Lowongan Pekerjaan naik 12.000 menjadi 7,67 juta pada akhir Oktober. Angka ini masih mengisyaratkan bahwa permintaan tenaga kerja tetap relatif kuat.
ADP Laporkan Penambahan Pekerjaan Moderat
Data dari ADP menunjukkan bahwa sektor swasta menambahkan rata-rata 4.750 pekerjaan per minggu dalam periode empat minggu hingga 22 November. Tren ini menegaskan perlambatan, namun tidak cukup tajam untuk memperkuat argumen resesi.
Data Asia Memberikan Tekanan Tambahan pada Pasar
Sesi Asia juga menyumbang volatilitas pasar melalui data inflasi China dan dinamika yen Jepang.
Inflasi China Masih Lemah dan Mengisyaratkan Risiko Deflasi
Indeks Harga Konsumen (IHK) China naik 0,7% YoY, sesuai ekspektasi, tetapi turun 0,1% MoM, mencerminkan tekanan deflasi yang masih kuat. Data ini sempat menekan AUD/USD di awal sesi Eropa sebelum pasangan tersebut pulih di tengah pelemahan USD.
Yen Menguat Setelah Intervensi Verbal Pemerintah Jepang
Yen Jepang menjadi mata uang paling fluktuatif pada sesi Asia. Setelah menyentuh posisi terendah dua minggu dekat 157,00, yen menguat setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi memperingatkan intervensi terhadap volatilitas berlebihan.
USD/JPY kini berada di sekitar 156,75, melemah dari puncak sebelumnya.
Pergerakan Mata Uang Utama dan Antisipasi Pasar
AUD/USD
Setelah diguncang data inflasi China, AUD/USD berhasil bangkit kembali ke sekitar 0,6650, dibantu oleh pelemahan USD secara keseluruhan.
USD/CAD
USD/CAD tetap stabil di sekitar 1,3850, dengan pasar menunggu keputusan BoC. Bank sentral Kanada sebelumnya menurunkan suku bunga ke 2,25%, level terendah dalam tiga tahun.
EUR/USD
EUR/USD bergerak tenang di bawah 1,1650. Presiden ECB Christine Lagarde dijadwalkan berbicara di Konferensi Global Boardroom Financial Times, yang dapat mempengaruhi sentimen euro.
GBP/USD
GBP/USD kembali bertahan di atas 1,3300, meski minat beli berlanjut terbatas. Gubernur BoE Andrew Bailey akan tampil dalam diskusi mengenai stabilitas keuangan.
Emas dan Perak Menunjukkan Kekuatan Harga
Emas bertahan defensif namun tetap kokoh di atas $4.200, menandakan minat investor terhadap aset aman menjelang keputusan The Fed.
Perak bahkan menunjukkan performa lebih impresif, mencetak rekor tertinggi baru jauh di atas $61, menandakan permintaan yang kuat dari investor institusi maupun ritel.
Pasar Menyerahkan Arah kepada The Fed dan BoC
Pasar global bergerak hati-hati pada hari Rabu, dengan semua fokus tertuju pada pengumuman kebijakan dari Federal Reserve dan Bank of Canada. USD melemah, yen bangkit, emas menguat, dan volatilitas di pasar masih terkendali.
Keputusan The Fed hari ini, diikuti dengan proyeksi ekonomi, dot plot, serta komentar Jerome Powell, kemungkinan menjadi katalis utama yang akan menentukan arah pasar hingga akhir tahun.
One thought on “Pasar Global Menahan Napas: Keputusan The Fed dan BoC Jadi Penentu Arah Valas Hari Ini”