Pound Sterling Berisiko Tertahan :Anggaran Inggris Sudah Diantisipasi Pasar, Ruang Kenaikan GBP Semakin Terbatas

GBP berpotensi menguat sementara setelah Anggaran Inggris diumumkan, namun prospek jangka panjangnya dibatasi karena bauran kebijakan fiskal-moneter yang tidak menguntungkan.…
1 Min Read 1 32

GBP berpotensi menguat sementara setelah Anggaran Inggris diumumkan, namun prospek jangka panjangnya dibatasi karena bauran kebijakan fiskal-moneter yang tidak menguntungkan.

Tantangan Menyusun Anggaran: Seimbang, Namun Menekan GBP

Pound Sterling menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan penguatan dalam jangka panjang. Menurut analis valas Société Générale, Kit Juckes, pasar sudah lebih dulu memperhitungkan sebagian besar isi Anggaran Inggris yang segera diumumkan pemerintah. Meskipun mungkin ada respons positif jangka pendek dari investor, prospek lebih panjang GBP diperkirakan tetap terbatas karena kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang berpotensi tidak menguntungkan.

Pemerintah Inggris, yang kini dipimpin oleh Partai Buruh, berada pada posisi yang harus sangat berhati-hati dalam menjaga kredibilitas fiskal setelah beberapa tahun terakhir penuh turbulensi kebijakan, terutama sejak insiden yang dikenal sebagai “Kasus Truss”. Pada masa itu, pengumuman rencana fiskal yang dinilai tidak realistis langsung memicu gejolak besar di pasar obligasi dan kejatuhan nilai Pound Sterling. Situasi tersebut memberi kewenangan lebih besar kepada Office for Budget Responsibility (OBR) untuk mengawasi kebijakan fiskal ke depan.

Kini, Kanselir Keuangan harus memenuhi berbagai janji kampanye politik serta tuntutan internal partai, namun tetap mematuhi aturan fiskal yang dirancang pemerintah sendiri. Artinya, langkah perlu dipilih sangat hati-hati:
✔ Tidak boleh terlalu ekspansif
✔ Tidak boleh menimbulkan ketakutan investor obligasi
✔ Tetap memberikan ruang pengeluaran kebijakan publik

Dengan situasi tersebut, analis memperkirakan Anggaran Inggris akan berisi kombinasi peningkatan belanja publik dan kenaikan pajak. Meskipun langkah ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan kembali keuangan negara dan menciptakan ruang fiskal tambahan, efek jangka panjangnya bagi pasar valuta cenderung negatif bagi Pound Sterling.

Mengapa?

Karena kebijakan fiskal yang lebih longgar memungkinkan kebijakan moneter merespons dengan lebih longgar juga. Bila belanja pemerintah naik, Bank of England (BoE) dapat terdorong untuk segera melonggarkan suku bunga agar aktivitas ekonomi tetap terjaga.

Hal ini justru menjadi tekanan bagi GBP.

Pemangkasan Suku Bunga: Ancaman Utama Pound Sterling

Pada level suku bunga saat ini, Inggris berada di 4%, jauh di atas suku bunga Zona Euro yang hanya 2%. Perbedaan besar ini berarti BoE punya lebih banyak ruang untuk memangkas suku bunga dalam beberapa tahun ke depan.

Pasar saat ini memprediksi:

Bank Sentral Perkiraan Pelonggaran 2025–2026
ECB -10 bps
The Fed -60 bps
BoE -50 bps

Dengan prediksi tersebut, Pound Sterling menghadapi tekanan lebih dalam terhadap:

* Euro (EUR/GBP)

* Dolar AS (GBP/USD)

Jika pemangkasan suku bunga terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan, tekanan GBP bisa semakin besar.

Menariknya, analis juga menilai bahwa jika BoE dan The Fed sama-sama memotong suku bunga sebesar 25 bps pada Desember, dampaknya justru dapat menguntungkan Euro karena pasar akan menilai Eropa lebih stabil dari sisi kebijakan fiskal maupun prospek pelonggaran.

Reaksi Pasar: Relief Rally yang Tidak Bertahan Lama

Société Générale menilai bahwa Pound berpotensi mengalami relief rally segera setelah pengumuman Anggaran. Artinya:

GBP bisa naik dalam jangka sangat pendek
Namun reli tersebut besar kemungkinan cepat memudar

Kecuali…
Anggaran Inggris kembali memicu kekhawatiran ekstrem dari pasar obligasi — seperti kasus 2022 — yang memicu aksi jual besar-besaran pada pasar gilts dan memukul Pound Sterling. Namun analis menganggap potensi ini kecil, karena pemerintah diyakini akan lebih disiplin fiskal.

Pasar sejatinya sudah mendiskon sebagian besar isi Anggaran, sehingga kejutan besar mungkin sulit terjadi.

Pound Sterling berada pada fase sensitif:

Dampak Jangka Pendek Dampak Jangka Panjang
Potensi penguatan kecil setelah Anggaran diumumkan Tekanan turun akibat pelonggaran moneter yg lebih agresif dari BoE
Reaksi positif jika anggaran sesuai ekspektasi Kebijakan fiskal longgar tidak mendukung GBP
Sentimen pasar sementara membaik Pasar fokus pada prospek suku bunga turun

Dengan demikian, meskipun GBP bisa mencatat kenaikan sesaat, fundamental jangka panjang masih menunjukkan risiko bearish yang cukup kuat.

Team

One thought on “Pound Sterling Berisiko Tertahan :Anggaran Inggris Sudah Diantisipasi Pasar, Ruang Kenaikan GBP Semakin Terbatas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *