GBP/JPY Koreksi Tipis: Yen Menguat, Prospek BoJ & BoE Saling Berlawanan

GBP/JPY turun dari puncak tahunan karena yen menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, meskipun dukungan ekonomi…
1 Min Read 1 31

GBP/JPY turun dari puncak tahunan karena yen menguat di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan, meskipun dukungan ekonomi Inggris menahan pelemahan lebih dalam.

Rekap Pasar: Koreksi Setelah Rekor, Namun Tekanan Bullish Masih Ada

Pasangan mata uang GBP/JPY sempat mencapai rekor tertinggi tahun ini ketika menyentuh area 207,20 pada sesi perdagangan Asia — level tertinggi sejak Juli 2024. Namun momentum tersebut tak berlanjut: dalam dua hari berturut-turut pasangan ini mengalami koreksi, meskipun penurunan tergolong moderat. Saat artikel ini ditulis, GBP/JPY diperdagangkan di bawah 207,00, namun tetap berada di atas zona menengah 206,00-an, menunjukkan bahwa tren bullish jangka menengah belum pupus.

Koreksi ini bukan disebabkan oleh pukulan besar terhadap fundamental GBP — melainkan akibat penguatan Yen (JPY), yang dipicu oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan (BoJ), serta kekhawatiran potensi intervensi yen oleh otoritas Jepang. Faktor ini menciptakan hambatan penting bagi laju GBP/JPY, setidaknya untuk sementara.

Yen & BoJ: Yen Kembali Diminati Karena Ekspektasi Suku Bunga Naik

Data inflasi konsumen terbaru dari Tokyo menunjukkan bahwa tekanan harga tetap tinggi — yaitu “bandel” — dan memperkuat kepercayaan pasar bahwa BoJ bisa mulai menarik sikap ultra-dovish-nya. Ada spekulasi bahwa BoJ bisa mengambil langkah kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, bahkan mulai bulan depan.

Selain itu, ada kekhawatiran bahwa otoritas Jepang mungkin akan campur tangan untuk menahan pelemahan yen lebih jauh — kemungkinan intervensi ini sudah cukup membuat pelaku pasar kembali ke yen sebagai aset safe-haven. Hasilnya, yen menguat, yang membuat pasangan GBP/JPY sulit melanjutkan reli ke atas.

Dengan latar belakang ini, kenaikan GBP/JPY menjadi terbatas — dan dipaksa koreksi jangka pendek, bahkan meskipun awal pekan sempat memunculkan catatan tertinggi tahun berjalan untuk pasangan ini.

GBP: Potensi Ekonomi UK Memberi Penyangga Terhadap Penurunan

Sementara yen mendapat tekanan positif, Pound Inggris (GBP) menghadapi kesulitan untuk mengumpulkan daya dorong baru. Di satu sisi Dolar AS (USD) sempat rebound semalam, menyulitkan GBP secara umum. Di sisi lain, ekspektasi pasar bahwa Bank of England (BoE) bisa menurunkan suku bunga bulan depan juga menekan minat beli Pound.

Namun demikian, ada sejumlah faktor fundamental yang memberi bantalan terhadap GBP:

* Kekhawatiran anggaran dan ketidakpastian fiskal di Inggris telah mereda.

* Proyeksi ekonomi Inggris telah diperbarui: menurut Office for Budget Responsibility (OBR), ekonomi diperkirakan tumbuh 1,5% tahun ini — naik dari prediksi awal 1%.

* Pernyataan dari otoritas fiskal Inggris menunjukkan optimisme bahwa ekonomi Inggris bisa berkembang lebih baik dari estimasi sebelumnya.

Kombinasi faktor-faktor ini membuat beberapa investor tetap berhati-hati dalam menjual GBP secara agresif, meskipun outlook suku bunga cenderung melemah. Jadi, meskipun GBP/JPY turun sedikit, posisi GBP tidak mengalami tekanan fundamental yang mendalam — dan bisa kembali menguat jika kondisi risiko global membaik.

Faktor Risiko & Ketidakpastian

Meski ada dukungan dari ekonomi Inggris dan ekspektasi BoJ, ada sejumlah elemen risiko yang bisa mempengaruhi pergerakan GBP/JPY ke depan:

1. Volatilitas Yen — Jika BoJ benar-benar memberi sinyal hawkish, yen bisa terus menguat dan menekan pasangan ini lebih jauh.

2. Intervensi Mata Uang Jepang — Jika yen melemah terlalu cepat, pemerintah Jepang bisa turun tangan, menambah tekanan pada GBP/JPY.

3. Sentimen Global & Dollar AS — Penguatan USD bisa menahan GBP, sehingga membuat pasangan ini kurang dinamis.

4. Ketidakpastian Kebijakan Moneter BoE — Jika pasar terus menargetkan pemangkasan suku bunga di UK, GBP bisa kehilangan daya tarik jangka menengah.

Trader dan investor disarankan untuk tetap memperhatikan data inflasi Jepang, pernyataan resmi BoJ/BoE, serta rilis data ekonomi utama Inggris dan global.

Skenario & Outlook untuk GBP/JPY

Berdasarkan kondisi saat ini, berikut beberapa skenario yang mungkin terjadi untuk GBP/JPY dalam beberapa minggu ke depan:

Skenario Bullish Moderat (Lebih Mungkin)

* Yen tetap stabil atau sedikit melemah.

* GBP mendapat dukungan dari data ekonomi Inggris serta pelemahan suku bunga BoE tetap minimal.

* Pasangan kembali naik dari zona 206,00 → menguji 208,00 — 209,00.

Bullish Melonjak (Jika Risiko Terkendali)

* BoJ menunda kenaikan suku bunga, meredam minat safe-haven pada yen.

* Sentimen risk-on global mendukung aliran modal ke aset berisiko.

* GBP/JPY dapat menembus resistance di 210,00 — 211,00 dalam jangka menengah.

Skenario Risiko / Bearish (Alternatif)

* Yen menguat signifikan akibat intervensi atau ekspektasi hawkish BoJ meningkat.

* GBP melemah karena berita negatif fiskal atau ekonomi Inggris stagnan.

* GBP/JPY retest support di 205,00 — 204,00, bahkan bisa turun ke 202,00

Pergerakan GBP/JPY baru-baru ini — mundur sedikit dari puncak tahun ini — lebih bersifat koreksi teknikal jangka pendek daripada perubahan tren besar. Faktor utama: penguatan yen akibat ekspektasi kenaikan suku bunga di Jepang dan potensi intervensi mata uang.

Di sisi lain, fundamental Pound Inggris tetap memberi bantalan terhadap pelemahan tajam, berkat prospek pertumbuhan ekonomi yang membaik serta meredanya ketidakpastian anggaran.

Dengan demikian, pasangan ini saat ini memasuki fase konsolidasi — di mana pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh keputusan kebijakan dari bank sentral dan data ekonomi global. Bagi trader jangka menengah, ini bisa jadi kesempatan untuk memonitor sinyal — baik bullish maupun bearish — dengan tetap menjaga manajemen risiko.

Team

One thought on “GBP/JPY Koreksi Tipis: Yen Menguat, Prospek BoJ & BoE Saling Berlawanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *