Harga emas dunia (XAU/USD) melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut dan melonjak melewati level psikologis US$5.000 pada perdagangan sesi Asia, Rabu. Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah kembali memanasnya ketegangan geopolitik serta ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat.
Ketegangan AS–Iran Dorong Permintaan Safe-Haven
Sentimen risiko global memburuk setelah laporan bahwa militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran di Laut Arab. Seorang juru bicara Komando Pusat AS menyatakan jet tempur Angkatan Laut AS melakukan tindakan tersebut sebagai langkah pertahanan diri setelah drone Iran bergerak menuju kapal induk USS Abraham Lincoln.
Perkembangan ini meredupkan optimisme terhadap rencana pembicaraan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini, sekaligus mendorong arus dana ke aset lindung nilai tradisional seperti emas. Kondisi tersebut membuat logam mulia mencatatkan kenaikan harian terbesar sejak November 2008.
Ekspektasi Suku Bunga Lebih Rendah Tekan Dolar AS
Kenaikan emas juga diperkuat oleh prospek suku bunga AS yang lebih rendah, yang membatasi upaya pemulihan Dolar AS (USD) dari level terendah empat tahun. Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Dengan reli terbaru ini, XAU/USD telah pulih lebih dari US$650 dari area US$4.400, yang merupakan level terendah hampir empat pekan dan tercatat pada awal pekan ini. Pelaku pasar kini menantikan rilis data ADP Employment AS dan PMI Jasa ISM AS sebagai katalis pergerakan selanjutnya.
Sinyal Kebijakan The Fed Masih Jadi Perhatian Pasar
Nominasi Donald Trump terhadap Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve berikutnya memicu spekulasi bahwa bank sentral AS dapat mengambil pendekatan yang kurang dovish. Meski demikian, pasar masih memperhitungkan peluang dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini.
Di sisi lain, Gubernur The Fed Stephen Miran menyatakan inflasi inti tidak menjadi masalah besar dan bank sentral perlu memangkas suku bunga sekitar satu poin persentase tahun ini. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin juga menilai inflasi masih di atas target, namun kemajuan lebih lanjut diharapkan dengan kondisi ekonomi yang tetap tangguh.
Data Ketenagakerjaan AS Jadi Fokus Berikutnya
Presiden Trump juga menandatangani undang-undang pengeluaran yang mengakhiri penutupan sebagian pemerintah AS, sekaligus memperpanjang pendanaan sejumlah lembaga federal hingga 13 Februari. Langkah ini memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk melanjutkan negosiasi anggaran.
Sementara itu, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk Januari tidak dijadwalkan rilis pada pekan ini. Sebagai gantinya, pasar akan mencermati laporan ADP Employment pada Rabu serta PMI Jasa ISM, yang berpotensi memengaruhi pergerakan USD dan harga emas.
Emas Uji Area Teknis Kunci
Dari sisi teknikal, penembusan intraday di atas level retracement Fibonacci 50% dari penurunan korektif terakhir di area US$5.600 dipandang sebagai pemicu baru bagi pelaku pasar bullish. Aksi beli lanjutan di atas Simple Moving Average (SMA) 50-periode pada grafik H4 akan memvalidasi prospek kenaikan lanjutan.
Indikator MACD berada di wilayah positif dan di atas garis sinyal, dengan histogram yang melebar menandakan penguatan momentum bullish. Relative Strength Index (RSI) berada di kisaran 55,83 dan bergerak naik, mencerminkan membaiknya sentimen.
Meski bias jangka pendek condong ke atas, area resistance Fibonacci di atas harga saat ini masih membatasi ruang kenaikan. Penutupan harga yang berkelanjutan di atas zona tersebut akan membuka peluang reli lanjutan, sementara penurunan kembali di bawah rata-rata pergerakan berisiko melemahkan pemulihan dan menggeser fokus kembali ke area retracement.