Strategi Trading Forex Terbaik untuk Pemula & Profesional
Berita Forex

NZD/USD Tertekan di Bawah 0,5800 Seiring Momentum Pembeli Melemah

✍️ 📅 👁 2 views

Dolar Selandia Baru (NZD) melanjutkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut terhadap Dolar AS (USD) pada hari Kamis, dengan pasangan mata uang NZD/USD turun di bawah level 0,5800, setelah sebelumnya ditolak di area 0,5875 pada awal pekan ini. Kenaikan Dolar Kiwi yang sempat terjadi akhirnya terhapus, seiring harga minyak yang lebih tinggi dan kekhawatiran eskalasi konflik di Timur Tengah mengimbangi dampak positif dari sikap kebijakan moneter hawkish Reserve Bank of New Zealand (RBNZ).

Sentimen Risk-Off Turut Membebani Kiwi

Sentimen pasar yang cenderung suram mulai membebani Dolar Selandia Baru yang dikenal sensitif terhadap risiko, seiring ketegangan di Timur Tengah yang tetap tinggi. Laporan mengenai serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Laut Merah turut memicu kekhawatiran bahwa konflik tersebut berpotensi meluas ke seluruh kawasan, yang pada gilirannya meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.

Harga Minyak Brent Tembus 90 Dolar AS per Barel

Di tengah kondisi tersebut, harga minyak Brent tercatat menembus level 90 Dolar AS per barel untuk pertama kalinya dalam enam minggu terakhir. Kenaikan ini mendorong investor mengalihkan fokus dari kekhawatiran inflasi menuju dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi akibat guncangan harga energi, kondisi yang pada akhirnya berpotensi membatasi ruang gerak bank sentral dalam melanjutkan pengetatan kebijakan moneter.

Analisis Teknikal: Momentum Turun Melemah, Namun Belum Berbalik Arah

NZD/USD saat ini diperdagangkan sedikit di bawah 0,5800, dengan tekanan jual yang semakin menguat seiring indikator momentum pada time frame intraday bergerak lebih jauh ke wilayah negatif. Relative Strength Index (RSI) periode 14 pada grafik 4 jam telah turun ke angka 35, mendekati wilayah jenuh jual, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap berada sedikit di wilayah negatif. Kombinasi kedua indikator ini secara keseluruhan mengindikasikan momentum penurunan yang mulai melemah, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang jelas.

Baca juga, Lonjakan Harga Minyak Dinilai Belum Cukup untuk Mengubah Kebijakan Bank of Canada

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Pasangan mata uang ini berpotensi menemukan support di area resistance sebelumnya, sekitar 0,5790, yang merupakan level tertinggi pada 10 dan 13 Juli. Area support utama berada pada pertemuan garis tren terdekat dengan level terendah 13 Juli, yaitu di sekitar 0,5750. Apabila level tersebut tertembus dan terkonfirmasi, penjual berpotensi memegang kendali penuh, dengan level terendah 6 dan 8 Juli di sekitar 0,5675 menjadi fokus penurunan berikutnya.

Di sisi lain, upaya penguatan tertahan di bawah level 0,5825 pada hari Kamis, sementara area resistance utama berada di antara level Fibonacci retracement 61,8 persen dari aksi jual bulan Juni, yaitu di 0,5855, dan level tertinggi hari Selasa di 0,5875, yang telah beberapa kali membatasi pergerakan pembeli sepanjang bulan ini

RnD
Tim Redaksi Forexinsidertips