Pound Sterling Anjlok Usai Inflasi Inggris Melambat Tajam ke 3,2%

Pound Sterling jatuh tajam setelah inflasi Inggris turun ke 3,2% di bawah ekspektasi. Data ini memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga…
1 Min Read 1 22

Pound Sterling jatuh tajam setelah inflasi Inggris turun ke 3,2% di bawah ekspektasi. Data ini memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga Bank of England dan menekan GBP/USD

Pound Sterling Tertekan Usai Data Inflasi Inggris Mengecewakan

Pound Sterling (GBP) mengalami tekanan jual yang signifikan terhadap mata uang utama pada perdagangan Rabu, setelah rilis data inflasi Inggris untuk bulan November menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan pasar. Reaksi pasar berlangsung cepat dan tajam, dengan GBP/USD turun lebih dari 0,5% dan bergerak ke kisaran 1,3340 terhadap Dolar AS (USD).

Pelemahan ini terjadi hanya sehari setelah Pound sempat mencatatkan level tertinggi dua bulan di atas 1,3450, menandakan perubahan sentimen yang drastis. Data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi memperkuat spekulasi bahwa Bank of England (BoE) akan segera mengambil langkah pelonggaran kebijakan moneter, kemungkinan besar melalui pemangkasan suku bunga dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada Kamis.

Inflasi Inggris Melambat Dua Bulan Beruntun

Office for National Statistics (ONS) melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Inggris tumbuh 3,2% secara tahunan (YoY) pada November, lebih rendah dari proyeksi pasar di 3,5% dan melambat dari pembacaan Oktober sebesar 3,6%. Ini menandai bulan kedua berturut-turut perlambatan inflasi setelah sebelumnya stagnan di 3,8% selama periode Juli hingga September.

Perkembangan ini memperkuat keyakinan bahwa tekanan harga di Inggris bergerak menuju target inflasi 2% yang ditetapkan BoE, sekaligus membuka ruang kebijakan bagi bank sentral untuk mulai melonggarkan sikap moneter yang selama ini ketat.

Lebih jauh, inflasi inti, yang mengecualikan komponen volatil seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau, tercatat 3,2% YoY, turun dari 3,4% pada bulan sebelumnya dan di bawah estimasi konsensus. Perlambatan inflasi inti ini menjadi perhatian khusus bagi pembuat kebijakan, karena mencerminkan tren harga yang lebih fundamental di dalam perekonomian.

Deflasi Bulanan dan Perlambatan Inflasi Jasa

Dari sisi bulanan, inflasi utama justru mencatat deflasi sebesar 0,2%, berbanding terbalik dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi akan stagnan setelah kenaikan 0,4% pada Oktober. Penurunan ini mengindikasikan melemahnya tekanan harga dalam jangka pendek, terutama di tengah permintaan domestik yang mulai melunak.

Sementara itu, inflasi sektor jasa, indikator yang dipantau secara ketat oleh Bank of England, turut melambat menjadi 4,4% dari sebelumnya 4,5%. Perlambatan di sektor jasa memperkuat argumen bahwa tekanan inflasi yang berbasis domestik mulai mereda, sebuah sinyal penting bagi BoE dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.

Pasar Tenaga Kerja Inggris Melemah, Tekanan Tambahan bagi Pound

Di luar inflasi, data ketenagakerjaan Inggris juga menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada Oktober, Tingkat Pengangguran ILO meningkat menjadi 5,1%, level tertinggi dalam hampir lima tahun. Angka ini berada di atas proyeksi pasar dan mencerminkan meningkatnya tekanan di pasar tenaga kerja.

Kombinasi antara inflasi yang melambat dan memburuknya kondisi ketenagakerjaan memperkuat ekspektasi pasar bahwa BoE akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Prospek kebijakan yang lebih dovish ini menjadi faktor utama yang membebani nilai tukar Pound Sterling.

Dolar AS Menguat Meski Data Tenaga Kerja AS Melemah

Tekanan terhadap GBP/USD juga diperparah oleh penguatan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, naik sekitar 0,4% ke area 98,60, bangkit dari posisi terendah 10 minggu di dekat 98,00.

Penguatan Dolar terjadi meskipun laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pelemahan di pasar tenaga kerja, dengan Tingkat Pengangguran meningkat menjadi 4,6% pada November, level tertinggi sejak September 2021. Laporan tersebut mencatat penambahan 64 ribu lapangan kerja, setelah kehilangan 105 ribu pekerjaan pada Oktober.

Meski secara teori data ini dapat meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), pasar menilai bahwa angka ketenagakerjaan tersebut terdistorsi oleh penutupan pemerintah AS terlama dalam sejarah, sehingga tidak memicu perubahan signifikan dalam ekspektasi kebijakan The Fed.

Saat ini, CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas tinggi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan Januari mendatang.

Analisis Teknis: Momentum Bullish Mulai Melemah

Dari perspektif teknikal, GBP/USD memangkas sebagian penguatan dan bergerak ke area 1,3340. Meski demikian, bias jangka pendek masih cenderung positif selama harga bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di sekitar 1,3305.

Namun, Relative Strength Index (RSI) 14-hari turun ke level 56 setelah gagal memasuki wilayah jenuh beli, menandakan melemahnya momentum bullish dan meningkatnya risiko koreksi lanjutan.

Level Fibonacci retracement 50% di 1,3399 bertindak sebagai resistance terdekat. Penutupan harian di bawah retracement 38,2% di 1,3307 berpotensi membuka ruang penurunan menuju area 1,3200. Sebaliknya, penembusan berkelanjutan di atas 1,3456 akan menghidupkan kembali peluang kenaikan menuju level psikologis 1,3500.

Pound Sterling berada di bawah tekanan kuat setelah inflasi Inggris turun lebih tajam dari perkiraan, memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Di tengah penguatan Dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter global, volatilitas GBP diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat.

Fokus pasar kini tertuju pada keputusan suku bunga BoE dan rilis data inflasi AS, yang akan menjadi penentu arah selanjutnya bagi pergerakan GBP/USD.

Team

One thought on “Pound Sterling Anjlok Usai Inflasi Inggris Melambat Tajam ke 3,2%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *