USD/CAD Berisiko Lanjutkan Pelemahan di Bawah 1,3640

USD/CAD bergerak datar di kisaran 1,3685 menjelang rilis risalah FOMC. Sinyal terbatasnya pemangkasan suku bunga The Fed dan ekspektasi BoC…
1 Min Read 1 11

USD/CAD bergerak datar di kisaran 1,3685 menjelang rilis risalah FOMC. Sinyal terbatasnya pemangkasan suku bunga The Fed dan ekspektasi BoC yang cenderung menahan suku bunga membuka peluang pelemahan lanjutan pasangan ini.

Pasar Menanti Petunjuk Risalah FOMC

Pasangan mata uang USD/CAD bergerak relatif mendatar pada perdagangan akhir sesi Asia hari Selasa, bertahan di sekitar 1,3685. Pergerakan yang cenderung stagnan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) dari pertemuan bulan Desember, yang diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan pasar pada sesi Amerika.

Dalam kondisi likuiditas yang menipis menjelang libur akhir tahun, investor memilih untuk menahan posisi besar sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ketidakpastian ini membuat USD/CAD bergerak dalam rentang sempit, meskipun bias jangka pendek cenderung mengarah ke pelemahan lebih lanjut.

Dolar AS Kehilangan Daya Dorong

Pada saat yang sama, Indeks Dolar AS (DXY)—yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama—diperdagangkan stabil di sekitar 98,00. Meski demikian, indeks ini masih berada tidak jauh dari level terendah 12 minggu di 97,75, menandakan tekanan yang masih membayangi Dolar AS.

Pelemahan Dolar AS terutama dipicu oleh sinyal kebijakan The Fed yang semakin berhati-hati. Dalam pertemuan kebijakan Desember, bank sentral AS kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin, menjadi kisaran 3,50%–3,75%, menandai pemangkasan suku bunga ketiga secara berturut-turut. Namun, yang menjadi perhatian utama pasar adalah proyeksi The Fed yang hanya mengindikasikan satu kali penurunan suku bunga tambahan hingga akhir 2026.

Pandangan ini menimbulkan interpretasi ganda di pasar. Di satu sisi, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan Dolar AS. Namun di sisi lain, sinyal bahwa ruang pelonggaran kebijakan ke depan semakin terbatas membuat sebagian investor kembali berhati-hati dalam meningkatkan posisi jual dolar secara agresif.

Fokus Pasar pada Risalah FOMC

Dalam konteks ini, risalah rapat FOMC menjadi sangat krusial. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih rinci mengenai pandangan internal para pembuat kebijakan, termasuk sejauh mana kekhawatiran mereka terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja.

Jika risalah FOMC menunjukkan bahwa mayoritas anggota dewan masih condong pada sikap dovish dan terbuka terhadap pelonggaran lanjutan apabila data ekonomi melemah, Dolar AS berpotensi kembali tertekan. Sebaliknya, nada yang lebih hawkish—misalnya penekanan pada risiko inflasi yang masih tinggi—dapat memberikan dukungan sementara bagi Greenback.

Dolar Kanada Dapat Dukungan dari Kebijakan BoC

Sementara itu, Dolar Kanada (CAD) menunjukkan kinerja yang relatif beragam terhadap mata uang utama lainnya. Meski volatilitas pasar cenderung rendah, prospek CAD dinilai sedikit membaik karena meningkatnya keyakinan bahwa Bank of Canada (BoC) tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Ekspektasi bahwa BoC akan mempertahankan suku bunga stabil memberikan dukungan fundamental bagi Dolar Kanada, terutama jika dibandingkan dengan Dolar AS yang masih berada dalam fase pelonggaran kebijakan. Perbedaan arah kebijakan ini menciptakan tekanan tambahan bagi USD/CAD dan membuka peluang kelanjutan tren penurunan.

Selain itu, stabilnya harga komoditas—yang menjadi salah satu faktor penting bagi perekonomian Kanada—turut membantu menjaga daya tarik CAD di tengah kondisi pasar yang relatif sepi.

Analisis Teknikal USD/CAD

Dari sudut pandang teknikal, USD/CAD masih menunjukkan bias bearish yang cukup kuat. Pasangan ini diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20-hari, yang saat ini berada di sekitar 1,3777. Posisi harga yang tertahan di bawah rata-rata bergerak tersebut menandakan bahwa setiap upaya rebound sejauh ini masih bersifat terbatas.

EMA 20-hari yang bergerak menurun memperkuat pandangan bahwa tekanan jual masih mendominasi dalam jangka pendek. Selama harga tetap berada di bawah area ini, peluang untuk pemulihan yang lebih berarti dinilai terbatas.

Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di level 30,6, mendekati wilayah jenuh jual (oversold). Kondisi ini mencerminkan momentum bearish yang kuat, meskipun juga membuka kemungkinan terjadinya pantulan teknikal jangka pendek. Namun, selama tidak ada katalis fundamental yang kuat, pantulan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang jual oleh pelaku pasar.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi support, level 1,3640—yang merupakan terendah pada hari Jumat sebelumnya—menjadi area penting yang sedang diuji. Penembusan yang meyakinkan di bawah level ini dapat membuka jalan bagi penurunan lanjutan menuju 1,3543, yang berpotensi menjadi target berikutnya bagi pelaku pasar bearish.

Sebaliknya, dari sisi resistance, area 1,3770–1,3780 yang berdekatan dengan EMA 20-hari akan menjadi hambatan utama bagi setiap upaya pemulihan. Selama USD/CAD gagal menembus area tersebut, bias jangka pendek diperkirakan tetap condong ke bawah.

Secara keseluruhan, USD/CAD berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish, seiring pasar menantikan kejelasan dari risalah FOMC dan menimbang perbedaan arah kebijakan antara The Fed dan Bank of Canada. Dengan Dolar AS yang masih tertekan dan Dolar Kanada yang mendapat dukungan dari prospek suku bunga stabil, risiko penurunan lebih lanjut di bawah 1,3640 tetap terbuka.

Dalam jangka pendek, arah USD/CAD akan sangat dipengaruhi oleh nada risalah FOMC dan perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter AS. Selama sentimen tersebut tidak berubah secara signifikan, tekanan terhadap pasangan ini diperkirakan masih akan berlanjut.

Team

One thought on “USD/CAD Berisiko Lanjutkan Pelemahan di Bawah 1,3640

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *