Pasar valas bergerak hati-hati. Dolar AS menguat didukung naiknya imbal hasil obligasi, sementara investor menunggu data inflasi UE dan arah kebijakan bank sentral.
Fokus Investor Beralih ke Kebijakan Bank Sentral
Perdagangan valuta asing di awal pekan ini berjalan penuh kehati-hatian. Aktivitas pasar tetap tenang meskipun terdapat stabilisasi pada pasar obligasi global setelah tekanan kuat yang muncul pada hari Senin. Penyebab utama volatilitas tersebut datang dari Jepang, tepatnya dari pernyataan Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, yang memberikan sinyal lebih jelas terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Dalam pidatonya, Ueda mengindikasikan bahwa kebijakan suku bunga ultra-longgar yang telah diterapkan Jepang selama lebih dari satu dekade bisa segera berubah. Sinyal itu memicu lonjakan imbal hasil obligasi Jepang, yang kemudian menular ke pasar obligasi global dan mengguncang ekspektasi pelaku pasar.
Fed Masih Jadi Sorotan, Pasar Mempertimbangkan Penurunan Suku Bunga
Di Amerika Serikat, lonjakan imbal hasil obligasi Pemerintah AS memberikan dukungan solid bagi Dolar AS (USD). Pasar saat ini tengah menunggu langkah kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang akan diumumkan pada pertemuan penting pekan depan.
Menurut CME FedWatch Tool, para pelaku pasar mematok 87% peluang bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) akhir bulan ini. Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tersebut didorong oleh kondisi ekonomi AS yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada sektor tertentu.
Data terbaru dari Institute for Supply Management (ISM) memperkuat sentimen dovish. PMI Manufaktur AS turun ke 48,2 pada November dari 48,7 bulan sebelumnya — menandai kontraksi selama sembilan bulan berturut-turut dan lebih rendah dari perkiraan pasar di 48,6.
Meski data ekonomi terlihat lesu, penguatan imbal hasil obligasi kembali menjadi penyokong reli Dolar AS. Pada perdagangan terbaru, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak naik di dekat 99,50, menunjukkan momentum pemulihan yang solid terhadap mata uang utama dunia.
Pergerakan Mata Uang Utama: Fokus ke Inflasi UE
Berikut kondisi terkini beberapa pasangan mata uang mayor:
EUR/USD
Euro diperdagangkan stabil di atas 1,1600, meski rentang pergerakan cukup sempit. Pelaku pasar memilih menahan diri menjelang rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (HICP) yang akan dipublikasikan Eurostat.
Data tersebut akan menjadi kunci ekspektasi terhadap arah kebijakan European Central Bank (ECB), terutama terkait potensi pemangkasan suku bunga pada kuartal mendatang.
GBP/USD
Pound Sterling bertahan di sekitar 1,3200, bergerak tanpa arah jelas akibat minimnya rilis data penting dari Inggris maupun AS. Pasar menunggu sinyal baru terkait kondisi ekonomi Inggris, terutama perkembangan inflasi yang masih lebih tinggi dari target Bank of England (BoE).
USD/JPY
Pasangan USD/JPY kembali memantul menuju 156,00, menghapus sebagian tekanan jual pasca komentar hawkish BoJ. Dinamika perbedaan kebijakan moneter AS–Jepang masih menjadi pendorong utama volatilitas pasangan ini.
AUD/USD
Dari kawasan Asia, data neraca Transaksi Berjalan Australia yang turun $500 juta pada kuartal September tidak memberikan dampak negatif signifikan.
AUD/USD justru naik 0,15% ke 0,6555, didukung pergerakan teknikal dan stabilitas komoditas pendukung perekonomian Australia.
Harga Emas Masih Tertekan Dolar
Di pasar komoditas, harga emas (XAU/USD) bertahan di sekitar $4.200 dalam sesi perdagangan Eropa.
Namun tekanan masih terasa akibat:
* penguatan Dolar AS,
* serta imbal hasil obligasi AS yang terus naik.
Investor saat ini tampaknya mengurangi eksposur pada aset safe haven tradisional sambil menunggu kepastian arah kebijakan bank sentral besar dunia.
Apa yang Akan Menentukan Arah Pasar Selanjutnya?
Beberapa faktor utama akan menggerakkan pasar valas dalam waktu dekat:
🔹 Data inflasi HICP Zona Euro (penggerak EUR/USD)
🔹 Keputusan The Fed pekan depan
🔹 Prospek kebijakan suku bunga BoJ
🔹 Dinamika pasar obligasi global
🔹 Data lanjutan ekonomi AS (terutama tenaga kerja & manufaktur)
Para analis memperkirakan volatilitas akan meningkat menjelang rilis data utama pekan ini dan minggu depan.
Pasar valas saat ini berada pada fase menunggu dan mengamati, dengan pelaku pasar berhati-hati menghadapi ketidakpastian kebijakan moneter global.
Dolar AS tetap unggul berkat dukungan imbal hasil obligasi, sementara mata uang utama lainnya bergerak dalam rentang sempit sambil menunggu data inflasi penting dari Eropa.
Dengan banyaknya pemicu pasar yang akan hadir dalam beberapa hari ke depan, investor diperkirakan akan bersiap menghadapi peningkatan volatilitas yang lebih tinggi di pasar forex.
One thought on “Valas Hari Ini: Dolar AS Menguat Sementara Pasar Menanti Inflasi UE”