Cadangan Devisa Indonesia Naik ke USD 150,1 Miliar: Rupiah Tetap Stabil di Tengah Arus Pajak dan Pinjaman Pemerintah

Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 150,1 miliar pada November 2025, ditopang penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.…
1 Min Read 1 28

Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 150,1 miliar pada November 2025, ditopang penerimaan pajak dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan stabilisasi Rupiah, sementara USD/IDR dan IHSG cenderung stagnan. Simak analisis lengkapnya di sini.

Cadangan Devisa Indonesia Meningkat Menjadi USD 150,1 Miliar pada November 2025

Cadangan devisa Indonesia kembali menunjukkan penguatan pada November 2025. Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa total cadangan devisa bulan tersebut mencapai USD 150,1 miliar, naik tipis dari USD 149,9 miliar pada akhir Oktober 2025. Meski peningkatannya tidak terlalu besar secara nominal, angka tersebut mencerminkan tetap kuatnya posisi eksternal Indonesia di tengah dinamika global dan upaya stabilisasi nilai tukar Rupiah yang terus dilakukan oleh otoritas moneter.

Faktor Pendorong Kenaikan Cadangan Devisa

BI menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa pada November berasal dari beberapa komponen utama. Penerimaan pajak dan jasa dari sektor pemerintah menjadi salah satu kontributor penting. Sejumlah pemasukan rutin, termasuk pembayaran pajak dari perusahaan multinasional dan penerimaan negara terkait sektor komoditas, membantu menambah buffer devisa nasional.

Selain itu, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah juga memberikan suntikan tambahan pada posisi cadangan devisa. Pembiayaan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga likuiditas dan mendukung pembiayaan APBN di tengah meningkatnya kebutuhan belanja negara.

Kebijakan BI dalam Menstabilkan Rupiah

Selain sumber penerimaan, BI tetap aktif melakukan kebijakan stabilisasi melalui langkah-langkah di pasar valuta asing. Intervensi terukur dilakukan di tengah tekanan eksternal, termasuk volatilitas Dolar AS dan gejolak pasar obligasi global.

Stabilisasi nilai tukar Rupiah menjadi penting mengingat tekanan yang berasal dari kemungkinan perubahan kebijakan suku bunga global, pergerakan harga komoditas, serta sentimen investor terhadap aset negara berkembang.

Cadangan Devisa Masih Jauh di Atas Standar Internasional

Salah satu indikator kesehatan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari kecukupan cadangan devisanya. Dalam laporan BI, cadangan devisa sebesar USD 150,1 miliar tersebut setara dengan:

* 6,2 bulan pembiayaan impor, atau

* 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah secara bersamaan.

Angka ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar 3 bulan impor. Dengan demikian, posisi cadangan devisa Indonesia dinilai sangat memadai untuk menahan gejolak eksternal, menjaga kepercayaan investor, serta menopang stabilitas makroekonomi.

Cadangan yang besar memberikan ruang gerak bagi BI untuk melakukan berbagai langkah stabilisasi apabila terjadi tekanan kuat terhadap Rupiah, termasuk intervensi di pasar spot, DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward), maupun pembelian SBN valas bila diperlukan.

Dampak ke Pasar Keuangan: Minim Reaksi

Meskipun cadangan devisa naik, pasar keuangan Indonesia menunjukkan respons yang relatif datar. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut sudah sesuai ekspektasi pasar dan tidak memberikan kejutan signifikan.

Pergerakan USD/IDR

Pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar level 16.641, tidak banyak berubah dibandingkan pembukaan perdagangan hari itu. Minimnya reaksi mencerminkan bahwa pelaku pasar lebih fokus pada sentimen global, khususnya pergerakan Dolar AS, imbal hasil US Treasury, serta ekspektasi kebijakan The Fed.

Rupiah saat ini masih bergerak dalam rentang yang cenderung stabil, ditopang oleh campur tangan BI yang konsisten menjaga volatilitas. Meski demikian, tekanan dari faktor eksternal—seperti penguatan Dolar AS atau aliran dana keluar dari pasar obligasi domestik—tetap menjadi risiko yang dipantau ketat.

IHSG Juga Bergerak Sideways

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tidak menunjukkan pergerakan besar. IHSG berada di 8.668, sedikit turun dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sebelumnya disentuh di zona 8.689.

Minimnya reaksi pasar saham menunjukkan bahwa investor lebih menantikan katalis baru, seperti laporan inflasi domestik, arah kebijakan suku bunga BI, serta perkembangan eksternal seperti keputusan The Fed dan pergerakan pasar global.

Prospek Cadangan Devisa dan Rupiah di Bulan-Bulan Mendatang

Ke depan, posisi cadangan devisa Indonesia diperkirakan tetap stabil bahkan berpotensi meningkat seiring:

1. Kuatnya ekspor komoditas utama seperti batu bara, minyak sawit, dan logam mineral.

2. Peningkatan arus pariwisata, terutama menjelang libur akhir tahun.

3. Penerimaan negara non-pajak (PNBP) yang masih solid.

4. Stabilitas arus modal, terutama jika prospek penurunan suku bunga global membuka peluang masuknya dana asing.

Namun, sejumlah risiko global seperti ketidakpastian geopolitik, perubahan kebijakan moneter global, dan perlambatan ekonomi dunia tetap dapat menekan Rupiah dan memengaruhi dinamika devisa.

Team

One thought on “Cadangan Devisa Indonesia Naik ke USD 150,1 Miliar: Rupiah Tetap Stabil di Tengah Arus Pajak dan Pinjaman Pemerintah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *