EUR/USD menguat ke level tertinggi sembilan minggu setelah data klaim pengangguran AS menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja. Dolar AS terus tertekan di tengah prospek pemangkasan suku bunga The Fed dan melemahnya sentimen ekonomi.
Data Pengangguran AS Memicu Tekanan pada Dolar
Pasangan mata uang EUR/USD kembali menguat tajam dan berhasil mencapai level tertinggi dalam sembilan minggu pada perdagangan Kamis, didorong oleh pelemahan Dolar AS setelah rilis data tenaga kerja terbaru yang menunjukkan tanda-tanda perlambatan ekonomi. Pada saat laporan ini dibuat, EUR/USD bergerak di kisaran 1,1748, level yang belum tersentuh sejak 3 Oktober. Penguatan ini menandai reli dua hari berturut-turut bagi Euro, sekaligus mempertegas tekanan yang terus membayangi Greenback menjelang akhir tahun.
Arah pergerakan pasar mulai berubah setelah Departemen Tenaga Kerja AS merilis angka Klaim Tunjangan Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims). Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 236.000 klaim pada minggu yang berakhir 6 Desember. Angka tersebut bukan hanya melampaui ekspektasi pasar sebesar 220.000, tetapi juga jauh lebih tinggi dibandingkan revisi minggu sebelumnya yang berada pada 192.000 klaim.
Kenaikan yang cukup tajam ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum, sebuah faktor penting yang sering dijadikan acuan oleh Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneternya. Rata-rata pergerakan empat minggu—indikator yang menekan volatilitas data mingguan—juga ikut meningkat menjadi 216.750 klaim, menandakan tren yang konsisten menuju pelemahan.
Sementara itu, Klaim Tunjangan Pengangguran Lanjutan (Continuing Claims) sedikit menurun menjadi 1,838 juta pada minggu yang berakhir 29 November. Meski terlihat sebagai perkembangan positif, penurunan ini tidak cukup kuat untuk mengimbangi kekhawatiran pasar bahwa perlambatan lapangan pekerjaan semakin nyata.
Sikap Dovish The Fed Perkuat Sentimen Lemah pada USD
Data tenaga kerja yang mengecewakan ini dirilis hanya sehari setelah Federal Reserve mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Dalam pernyataan terbarunya, The Fed memberikan pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp), sejalan dengan ekspektasi pasar yang mengantisipasi pelonggaran lebih lanjut untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya risiko penurunan aktivitas.
Lebih penting lagi, para pengambil kebijakan menegaskan bahwa risiko terhadap pasar tenaga kerja cenderung mengarah ke bawah, sebuah sinyal bahwa The Fed dapat terus bersikap hati-hati atau bahkan lebih dovish dalam pertemuan berikutnya. Ketika bank sentral menunjukkan kekhawatiran terhadap lapangan pekerjaan, investor biasanya menginterpretasikannya sebagai peluang pemangkasan suku bunga tambahan di masa depan.
Kombinasi antara data pengangguran yang lemah dan kebijakan moneter yang lebih longgar membuat Dolar AS berada pada posisi yang rentan. Hal ini terlihat jelas melalui Indeks Dolar AS (DXY) yang terus meluncur turun dan mendekati 98,25, level terendah sejak 17 Oktober. Tekanan berkelanjutan ini membuka jalan bagi mata uang utama lainnya, terutama Euro, untuk mencatatkan penguatan signifikan.
Euro Dapat Angin Segar dari Ketidakpastian AS
Dengan melemahnya Greenback, Euro mengambil keuntungan penuh. Pasar mata uang global melihat EUR sebagai alternatif yang relatif stabil di tengah ketidakpastian yang terjadi di AS. Selain itu, komentar pejabat Bank Sentral Eropa (ECB) belakangan ini yang cenderung berhati-hati dalam merespons inflasi juga membantu menopang nilai Euro.
Meskipun ECB tidak memberikan sinyal agresif terkait pengetatan kebijakan moneter tambahan, bank sentral tersebut juga belum menunjukkan kesiapan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Kontras ini terlihat jelas dengan The Fed yang sudah lebih dulu mengambil langkah pemotongan suku bunga, sehingga menghasilkan divergensi kebijakan yang menguntungkan Euro.
Arah Pergerakan EUR/USD Selanjutnya
Secara teknikal, keberhasilan EUR/USD menembus level tertinggi sembilan minggu membuka ruang gerak menuju area resistensi berikutnya di sekitar 1,1780–1,1800. Jika sentimen pasar terus didominasi data AS yang melemah, potensi kelanjutan reli masih terbuka lebar.
Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah rilis ekonomi mendatang, khususnya data inflasi AS dan pernyataan lanjutan dari pejabat Fed. Setiap sinyal bahwa The Fed dapat memperlambat atau menghentikan siklus pemotongan suku bunga dapat memberikan napas pada Dolar dan menahan kenaikan Euro.
One thought on “EUR/USD Tembus Level Tertinggi 9 Minggu: Dolar AS Melemah Setelah Data Pengangguran Memburuk”