PDB Inggris Turun Tak Terduga: Ekonomi Melemah, GBP Tertekan Menjelang Keputusan Suku Bunga BoE

PDB Inggris kembali mencatat kontraksi pada Oktober, turun 0,1% dan meleset dari ekspektasi pasar. Data ini menambah tekanan bagi Poundsterling…
1 Min Read 1 24

PDB Inggris kembali mencatat kontraksi pada Oktober, turun 0,1% dan meleset dari ekspektasi pasar. Data ini menambah tekanan bagi Poundsterling dan memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank of England. Simak analisis lengkap dampaknya terhadap GBP/USD.

Layanan Stagnan, Pertumbuhan Tertekan

Ekonomi Inggris kembali memperlihatkan tanda-tanda pelemahan pada Oktober, setelah data resmi yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) menunjukkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) kembali menyusut sebesar 0,1% secara bulanan (MoM). Angka ini menandai kontraksi dua bulan berturut-turut setelah penurunan yang sama pada September. Lebih lanjut, hasil ini meleset jauh dari ekspektasi pasar yang memperkirakan adanya pertumbuhan moderat sebesar 0,1%.

Kinerja ekonomi yang mengecewakan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Inggris semakin mendekati risiko stagnasi, bahkan resesi teknikal, terutama mengingat tekanan konsumsi domestik dan perlambatan aktivitas bisnis dalam beberapa bulan terakhir.

Kelemahan di sektor jasa—penopang terbesar perekonomian Inggris—menjadi faktor utama yang menahan laju pertumbuhan. ONS mencatat bahwa indeks layanan untuk periode 3M/3M di bulan Oktober tercatat 0%, turun dari 0,2% pada September. Stagnasi ini menunjukkan bahwa pemulihan aktivitas bisnis belum terjadi secara merata.

Dengan kontribusi sektor jasa yang sangat dominan terhadap PDB Inggris, pergerakan mendatar ini menambah tekanan pada outlook pertumbuhan menjelang akhir tahun.

Sisi Positif: Produksi Industri dan Manufaktur Tumbuh

Di tengah laporan yang kurang menggembirakan, ada kabar baik dari sektor industri. Produksi industri naik 1,1% MoM, sementara produksi manufaktur meningkat 0,5% MoM pada Oktober. Kenaikan ini menjadi kejutan positif setelah penurunan tajam pada September, ketika sektor industri sempat melemah hingga 2%.

Meski demikian, kenaikan ini belum cukup untuk menutupi dampak kontraksi di sektor jasa, yang terus membebani kinerja keseluruhan perekonomian.

Reaksi Pasar: GBP/USD Bergerak Melemah

Tak lama setelah data diumumkan, Poundsterling melemah. Pasangan GBP/USD turun sekitar 0,08% dan diperdagangkan di kisaran 1,3380. Meskipun penurunan ini tidak terlalu besar, data buruk tersebut memperkuat tekanan terhadap mata uang Inggris yang dalam beberapa hari terakhir bergerak cukup volatil.

Namun, sentimen pasar terhadap dolar AS yang sedang melemah akibat ekspektasi dovish Federal Reserve (The Fed) membantu menahan penurunan lebih dalam pada GBP/USD.

Gambaran Menjelang Rilis Data Lengkap Ekonomi Inggris

Data PDB bulanan dan laporan produksi industri merupakan bagian dari paket rilis ekonomi penting Inggris yang dijadwalkan ONS pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Sebelumnya, para analis memperkirakan adanya rebound pertumbuhan sebesar 0,1%, namun data aktual justru mengonfirmasi perlambatan.

Untuk produksi industri, konsensus memperkirakan kenaikan 0,7% MoM, tetapi hasil nyata bahkan melampaui perkiraan tersebut. Meski begitu, output industri dalam basis tahunan diprediksi masih mengalami kontraksi sekitar 1,2%, mencerminkan lemahnya permintaan selama 2025.

Bagaimana Dampaknya terhadap GBP/USD?

Data ekonomi Inggris secara umum menjadi penentu penting bagi sentimen terhadap Poundsterling, terutama menjelang keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pekan depan. Dengan rilis PDB yang di bawah ekspektasi, pasar semakin memperkirakan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh BoE.

Kekecewaan dari data pertumbuhan biasanya semakin menekan GBP karena pasar menilai kelemahan ekonomi sebagai alasan kuat bagi BoE untuk menurunkan suku bunga guna mendorong aktivitas ekonomi. Jika bank sentral Inggris benar-benar mengambil langkah tersebut, Poundsterling berpotensi tertekan lebih lama.

Di sisi lain, pelemahan dolar AS akibat ekspektasi dovish The Fed memberikan sedikit penyeimbang bagi GBP/USD. Sentimen terhadap USD yang cenderung negatif membatasi penurunan pair ini, meskipun data domestik Inggris kurang menggembirakan.

Teknikal GBP/USD: Momentum Masih Cenderung Positif

Dari perspektif teknikal, GBP/USD masih menunjukkan tanda-tanda penguatan. Harga telah berhasil menembus dan bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 200 hari, yang berada di sekitar 1,3340. Level ini kini menjadi support penting bagi pasangan tersebut.

Jika harga mampu menembus swing high terbaru di area 1,3435–1,3440, maka peluang untuk menguji level psikologis 1,3500 terbuka lebar. Level ini menjadi target berikutnya bagi para pelaku pasar yang menilai penguatan Pound masih berlanjut dalam jangka pendek.

Sebaliknya, jika GBP/USD turun di bawah 1,3340, maka tekanan jual dapat meningkat dan membawa pasangan ini menuju wilayah 1,3300, sebelum akhirnya menguji zona support kuat di 1,3240–1,3235.

Kontraksi PDB Inggris pada Oktober memberikan tanda peringatan serius bahwa ekonomi negara tersebut belum pulih. Data ini memperbesar kemungkinan BoE mengambil kebijakan pelonggaran, yang akan menjadi faktor penentu utama pergerakan Poundsterling dalam waktu dekat. Dengan volatilitas dolar AS yang terus menurun, pasangan GBP/USD berpotensi menghadapi pergerakan campuran namun tetap sensitif terhadap data fundamental Inggris.

Team

One thought on “PDB Inggris Turun Tak Terduga: Ekonomi Melemah, GBP Tertekan Menjelang Keputusan Suku Bunga BoE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *