EUR/USD Tertekan Dekat Terendah Sebulan, Dolar AS Tetap Tangguh di Tengah Ekspektasi The Fed

EUR/USD bertahan dekat terendah satu bulan di tengah penguatan moderat Dolar AS, meski inflasi AS melandai. Fokus pasar tertuju pada…
1 Min Read 0 6

EUR/USD bertahan dekat terendah satu bulan di tengah penguatan moderat Dolar AS, meski inflasi AS melandai. Fokus pasar tertuju pada data Penjualan Ritel AS dan arah kebijakan The Fed.

Dolar AS Bertahan Kuat Meski Inflasi Inti Melandai

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak relatif datar namun tetap berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu, bertahan sedikit di bawah level 1,1650 dan tidak jauh dari terendah satu bulan di kisaran 1,1615–1,1618. Pergerakan yang terbatas ini mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar di tengah pemulihan moderat Dolar AS, yang tetap menunjukkan ketahanan meskipun data inflasi Amerika Serikat terbaru tidak sekuat perkiraan.

Sejak menyentuh puncak mingguan di sekitar 1,1700, EUR/USD mengalami tekanan jual bertahap dan kembali masuk ke dalam tren bearish jangka pendek. Minimnya katalis baru dari kawasan Eropa serta rendahnya volatilitas pasar global membuat pasangan ini bergerak sideways dengan bias negatif.

Penguatan moderat Dolar AS menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak EUR/USD. Data terbaru dari Bureau of Labor Statistics (BLS) AS menunjukkan bahwa inflasi umum AS pada Desember tumbuh 0,3% secara bulanan dan 2,7% secara tahunan, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Namun, inflasi inti (core CPI) justru tercatat lebih lemah dari perkiraan. Inflasi inti naik 0,2% secara bulanan, melambat dari 0,3% pada bulan sebelumnya, dan tumbuh 2,6% secara tahunan, di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan ke 2,7%.

Meski demikian, data tersebut gagal melemahkan Dolar AS secara signifikan. Investor menilai perlambatan inflasi inti belum cukup kuat untuk mengubah arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Masih Menopang USD

Pasar kontrak berjangka suku bunga menunjukkan bahwa pelaku pasar hampir sepenuhnya memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir Januari. Bahkan, probabilitas pemangkasan suku bunga pada Maret kini turun tajam menjadi sekitar 26%, dari hampir 40% hanya sepekan sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Perubahan ekspektasi ini memperkuat posisi Dolar AS terhadap mata uang utama, termasuk euro. Selama pasar yakin bahwa kebijakan moneter AS akan tetap ketat lebih lama, USD cenderung mempertahankan daya tariknya.

Tambahan dukungan bagi Dolar AS datang dari data ketenagakerjaan. Laporan rata-rata empat minggu ketenagakerjaan ADP AS menunjukkan peningkatan 11,75 ribu pada pekan pertama 2026, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan 11 ribu. Data ini menandai lima minggu berturut-turut pertumbuhan lapangan kerja, membantu meredakan kekhawatiran terhadap perlambatan pasar tenaga kerja AS.

Pasar Tenang, Fokus Beralih ke Data AS dan Isu Politik

Perdagangan sesi Asia berlangsung relatif sepi dengan volatilitas rendah. Dari Eropa, kalender ekonomi nyaris kosong, kecuali pernyataan dari Wakil Presiden ECB, Luis de Guindos, yang diperkirakan tidak membawa perubahan signifikan terhadap arah euro.

Sebaliknya, fokus pasar global tertuju pada Amerika Serikat. Data Penjualan Ritel AS bulan November diperkirakan menunjukkan pertumbuhan 0,4%, setelah mencatatkan kinerja datar pada Oktober. Kenaikan ini didorong terutama oleh peningkatan penjualan kendaraan.

Jika tidak memasukkan sektor otomotif, penjualan ritel barang lainnya juga diperkirakan tumbuh 0,4%, sama seperti bulan sebelumnya. Data yang lebih kuat dari ekspektasi berpotensi memperkuat Dolar AS dan menambah tekanan terhadap EUR/USD.

Selain itu, pasar juga mencermati Mahkamah Agung AS, yang berpotensi mengeluarkan keputusan terkait kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Keputusan tersebut dapat memicu volatilitas tambahan di pasar keuangan global.

Solidaritas Bank Sentral Global Perkuat Narasi Independensi

Pada hari Selasa, para pimpinan bank sentral utama dunia, termasuk ECB, Bank of England (BoE), Bank of Canada (BoC), serta sembilan bank sentral lainnya, merilis pernyataan bersama yang menunjukkan solidaritas terhadap Ketua The Fed Jerome Powell.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap tekanan dan serangan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump. Para gubernur bank sentral menegaskan bahwa independensi bank sentral merupakan fondasi utama stabilitas harga, sistem keuangan, dan ekonomi global.

Isu ini turut menjadi perhatian pasar, meskipun dampaknya terhadap pergerakan EUR/USD sejauh ini masih terbatas.

Analisis Teknikal: Tekanan Jual Masih Mengintai

Dari sudut pandang teknikal, EUR/USD tetap bergerak dalam descending channel yang terbentuk sejak akhir Desember. Pullback dari area 1,1700 memperkuat struktur bearish jangka pendek.

Indikator MACD pada grafik 4 jam terlihat mendatar, mencerminkan lemahnya momentum. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) turun di bawah level 43, menandakan permintaan terhadap euro mulai memudar.

Support terdekat berada di area 1,1635, diikuti oleh terendah satu bulan di 1,1618. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, tekanan jual berpotensi membawa EUR/USD menuju area psikologis 1,1600, di mana terdapat pertemuan antara dasar channel bearish dan terendah awal Desember.

Di sisi atas, resistance awal berada di sekitar 1,1685, yang merupakan batas atas channel penurunan saat ini. Resistance berikutnya berada di 1,1700, sementara target lanjutan berada di 1,1740, yang merupakan puncak awal Januari.

EUR/USD saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish, bertahan dekat terendah satu bulan di tengah ketahanan Dolar AS. Meski data inflasi AS menunjukkan tanda-tanda moderasi, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama masih menjadi penopang utama USD.

Dengan minimnya katalis dari Eropa dan fokus pasar tertuju pada data ekonomi AS serta isu politik, arah EUR/USD dalam waktu dekat sangat bergantung pada kekuatan data Penjualan Ritel AS dan pernyataan para pejabat The Fed. Selama pasangan ini tetap berada di bawah area 1,1700, risiko penurunan lanjutan masih perlu diwaspadai oleh pelaku pasar.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *