Perak Menguat di Tengah Gejolak Global, Investor Berburu Aset Safe-Haven Jelang Keputusan The Fed

Harga perak menguat didorong permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian politik AS, pelemahan dolar, dan fokus pasar pada arah kebijakan Federal…
1 Min Read 0 3

Harga perak menguat didorong permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian politik AS, pelemahan dolar, dan fokus pasar pada arah kebijakan Federal Reserve.

Permintaan Safe-Haven Menguat di Tengah Ketidakpastian AS

Harga perak kembali mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu, mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik global. Logam mulia ini mendapatkan dukungan kuat dari melemahnya Dolar AS serta meningkatnya kehati-hatian pasar menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).

Pada saat penulisan, perak (XAG/USD) diperdagangkan di kisaran USD 114, naik sekitar 1,80% secara harian. Kenaikan ini memperpanjang tren bullish yang telah terbentuk dalam beberapa sesi terakhir, sekaligus menegaskan peran perak sebagai aset defensif ketika sentimen risiko global memburuk. Tekanan jual pada Dolar AS dan meningkatnya arus modal ke aset lindung nilai menjadi katalis utama penguatan logam putih tersebut.

Minat terhadap logam mulia, termasuk perak, meningkat tajam seiring investor merespons dinamika politik di Amerika Serikat. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya tidak terlalu khawatir terhadap pelemahan Dolar AS telah memperkuat spekulasi bahwa pemerintah AS relatif nyaman dengan mata uang yang lebih lemah. Sikap ini dipandang dapat mendukung ekspor, namun pada saat yang sama menekan nilai Greenback di pasar global.

Pelemahan Dolar AS secara langsung memberikan dukungan bagi harga perak, mengingat logam mulia diperdagangkan dalam denominasi Dolar. Ketika nilai mata uang AS melemah, perak menjadi lebih menarik bagi investor global karena relatif lebih murah, sehingga mendorong permintaan tambahan.

Selain itu, ketidakpastian politik di Washington semakin memperkuat narasi defensif di pasar. Isu negosiasi anggaran, potensi gesekan perdagangan, serta meningkatnya kekhawatiran mengenai independensi Federal Reserve telah memicu ketidakpercayaan terhadap aset-aset berbasis AS. Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mengalihkan portofolionya ke instrumen yang dianggap lebih aman dan stabil, termasuk emas dan perak.

Fokus Pasar Tertuju pada Kebijakan The Fed

Perhatian utama pelaku pasar kini tertuju pada hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve.Bank sentral AS  secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%–3,75%, setelah sebelumnya melakukan beberapa penurunan suku bunga pada awal tahun.

Meskipun keputusan suku bunga diprediksi tidak berubah, investor akan mencermati dengan seksama pernyataan dan konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell. Pasar mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya, khususnya terkait prospek suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Setiap sinyal yang mengindikasikan sikap moneter yang lebih akomodatif atau terbuka terhadap penurunan suku bunga lanjutan berpotensi menekan Dolar AS lebih dalam. Dalam skenario tersebut, perak diperkirakan akan mendapatkan dorongan tambahan, mengingat logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil dan cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga riil menurun.

Faktor Geopolitik Turut Mendukung Harga Perak

Selain faktor domestik AS, latar belakang geopolitik global juga berperan besar dalam meningkatkan daya tarik perak sebagai safe-haven. Ketegangan internasional yang masih berlangsung, serta minimnya kemajuan dalam penyelesaian sejumlah konflik besar, mendorong investor untuk tetap bersikap defensif.

Fenomena ini juga tercermin pada pasar emas, di mana permintaan terhadap logam mulia meningkat seiring memburuknya sentimen risiko global. Perak, yang sering bergerak searah dengan emas, turut menikmati arus masuk dana dari investor yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian.

Namun, perak memiliki karakteristik unik dibandingkan emas. Selain berfungsi sebagai aset lindung nilai, perak juga memiliki permintaan industri yang signifikan, terutama dalam sektor energi terbarukan dan teknologi. Kombinasi antara permintaan defensif dan spekulatif inilah yang membuat pergerakan harga perak cenderung lebih dinamis.

Prospek Jangka Pendek: Bullish dengan Risiko Koreksi

Meski harga perak telah mencatatkan lonjakan yang cukup tajam, sejumlah pelaku pasar menilai bahwa faktor pendukung struktural jangka pendek masih tetap solid. Melemahnya Dolar AS, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, serta ketidakpastian politik global terus menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penguatan harga perak.

Namun demikian, risiko aksi ambil untung tetap perlu diperhatikan. Setelah reli yang kuat, koreksi teknikal jangka pendek tidak dapat dikesampingkan, terutama jika pasar mulai mencerna ulang ekspektasi kebijakan The Fed atau jika sentimen risiko global membaik secara tiba-tiba.

Secara keseluruhan, perak masih berada dalam posisi yang relatif kuat selama faktor-faktor makro utama—seperti arah kebijakan moneter AS, pergerakan Dolar, dan dinamika geopolitik—tetap mendukung narasi safe-haven. Dengan volatilitas pasar yang diperkirakan tetap tinggi, perak berpotensi terus menjadi salah satu aset pilihan investor dalam menghadapi ketidakpastian global.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *