EUR/USD Bertahan Menguat Jelang Pertemuan The Fed: ING Prediksi Target 1.170 dan 1.180

ING mempertahankan proyeksi EUR/USD di 1.170 menjelang pertemuan The Fed dan 1.180 di akhir tahun. Pair dinilai masih undervalued sementara…
1 Min Read 1 25

ING mempertahankan proyeksi EUR/USD di 1.170 menjelang pertemuan The Fed dan 1.180 di akhir tahun. Pair dinilai masih undervalued sementara perkembangan Rusia–Ukraina tetap minim. Baca analisis lengkapnya.

EUR/USD Dinilai Masih Undervalued

Pasangan mata uang EUR/USD terus diproyeksikan bertahan di jalur penguatan menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) minggu depan, menurut analisis terbaru dari ING. Lembaga finansial tersebut mempertahankan target 1.170 untuk pertemuan The Fed dan 1.180 sebagai proyeksi hingga akhir tahun. Para analis menilai bahwa pair ini masih berada dalam kondisi undervalued secara moderat berdasarkan model nilai wajar jangka pendek mereka.

Pandangan ini disampaikan oleh analis valas ING, Francesco Pesole, yang menyoroti bahwa meskipun kondisi geopolitik global masih sensitif dan negosiasi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina belum menunjukkan kemajuan yang berarti, euro tetap memiliki ruang untuk menguat dalam beberapa minggu ke depan.

Dalam laporan terbarunya, ING menjelaskan bahwa nilai wajar EUR/USD saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 1,1%, yang berarti harga pasar saat ini berada sedikit di bawah posisi yang seharusnya terjadi berdasarkan variabel fundamental.

Menurut Pesole, faktor musiman pada akhir tahun biasanya mendukung penguatan euro. Selain itu, stabilnya prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa dalam beberapa bulan terakhir memberikan keseimbangan tambahan terhadap tekanan eksternal, terutama dari kebijakan moneter AS.

ING menegaskan bahwa target 1.170 untuk pertemuan The Fed minggu depan tidak berubah, dan peluang untuk melihat level 1.180 pada akhir tahun masih terbuka cukup lebar, mengingat dinamika pasar saat ini cenderung mendukung sisi euro.

Dinamika Menjelang Pertemuan The Fed

Pertemuan Federal Reserve menjadi fokus utama pasar minggu depan, terutama terkait arah kebijakan suku bunga AS. Ekspektasi pasar saat ini cenderung condong pada kemungkinan The Fed mengambil sikap lebih dovish menyusul serangkaian data ekonomi yang menunjukkan perlambatan, seperti inflasi yang menurun dan moderasi di pasar tenaga kerja.

Sikap yang lebih dovish dari The Fed kerap mendukung pelemahan dolar AS, karena imbal hasil obligasi menurun dan selera risiko investor meningkat. Hal ini menciptakan ruang bagi EUR/USD untuk menguji level yang lebih tinggi jika pernyataan The Fed mempertegas gambaran kebijakan yang lebih longgar.

Menurut ING, kombinasi faktor teknikal dan fundamental memberikan dukungan bagi euro untuk menahan tekanan dan melanjutkan tren kenaikan moderat dalam jangka pendek.

Perkembangan Rusia–Ukraina: Nada Positif tapi Tanpa Terobosan

Selain faktor kebijakan moneter, pasar juga memantau perkembangan geopolitik, khususnya konflik Rusia–Ukraina. Pesole mencatat bahwa pembicaraan perdamaian antara kedua negara masih bergerak sangat lambat, meskipun ada beberapa tanda konstruktif dari dialog tingkat tinggi.

Pertemuan antara perwakilan AS dan pejabat Rusia di Moskow pada minggu ini menghasilkan kesan hati-hati namun bernada positif. Meskipun demikian, tidak ada indikasi kuat bahwa terobosan besar dalam waktu dekat sedang mendekat. Upaya diplomatik terus berlangsung, tetapi jarak antara kedua pihak masih terlalu jauh untuk menghasilkan kesepakatan jangka pendek.

ING menilai bahwa jika terjadi perkembangan signifikan atau setidaknya tercapai kesepakatan gencatan senjata sementara sebelum Natal, euro berpotensi mendapatkan dorongan tambahan dari meningkatnya sentimen risiko global. Pasar biasanya merespons positif berita damai, yang bisa mengangkat mata uang berisiko termasuk euro, sementara mata uang safe haven seperti dolar AS cenderung melemah.

Faktor Musiman dan Prospek Akhir Tahun

Analis ING juga menyoroti bahwa faktor musiman sering menjadi katalis bagi penguatan euro pada kuartal terakhir setiap tahunnya. Likuiditas pasar yang sedikit menurun menjelang liburan akhir tahun serta posisi investor yang lebih defensif sering kali menciptakan pola penguatan pada EUR/USD.

Meski demikian, penguatan euro tetap bergantung pada kondisi eksternal, terutama arah kebijakan The Fed. Jika The Fed memberikan sinyal yang lebih hawkish dari perkiraan pasar, euro bisa menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Sebaliknya, sikap dovish akan memperbesar peluang target 1.170–1.180 terpenuhi.

Outlook EUR/USD: Ruang untuk Penguatan Tetap Terbuka

Secara keseluruhan, ING mempertahankan pandangan konstruktif terhadap euro. EUR/USD masih memiliki ruang untuk naik selama ketidakpastian global tidak memburuk secara signifikan. Sinyal dovish dari The Fed, membaiknya sentimen risiko, atau perkembangan positif dalam konflik geopolitik dapat memberikan dorongan tambahan bagi mata uang Eropa tersebut.

Dengan nilai wajar yang menunjukkan undervaluation dan pandangan musiman yang mendukung penguatan, analis menilai bahwa momentum positif euro dapat terus bertahan setidaknya hingga akhir tahun.

Team

One thought on “EUR/USD Bertahan Menguat Jelang Pertemuan The Fed: ING Prediksi Target 1.170 dan 1.180

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *