Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sepekan: Tekanan Terbatas Jelang FOMC dan Ekspektasi Dovish The Fed

Harga emas turun ke level terendah satu minggu di tengah reposisi pasar menjelang FOMC. Ekspektasi dovish The Fed, ketegangan geopolitik,…
1 Min Read 1 25

Harga emas turun ke level terendah satu minggu di tengah reposisi pasar menjelang FOMC. Ekspektasi dovish The Fed, ketegangan geopolitik, dan pelemahan dolar AS membuat tekanan penurunan emas tetap terbatas. Simak analisis lengkap pergerakan XAU/USD, sentimen pasar, dan level teknikal penting.

Namun Penurunan Masih Terbatas di Tengah Taruhan Dovish The Fed

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak melemah selama tiga sesi perdagangan berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah satu minggu di kisaran $4.170 pada awal sesi Eropa hari Selasa. Koreksi ini tidak muncul dari perubahan fundamental besar, melainkan lebih disebabkan oleh aktivitas reposisi pasar menjelang keputusan penting Federal Reserve (FOMC) yang akan menjadi fokus utama sepanjang pekan.

Para pelaku pasar kini menunggu rilis proyeksi ekonomi terbaru The Fed, termasuk dot plot yang menjadi acuan arah kebijakan suku bunga untuk tahun 2026. Selain itu, konferensi pers Ketua The Fed, Jerome Powell, diperkirakan akan menjadi sumber volatilitas utama karena pasar mencari petunjuk lebih jelas mengenai kecepatan dan besarnya penurunan suku bunga di fase selanjutnya. Arah kebijakan ini pada akhirnya akan menentukan kekuatan Dolar AS (USD) dan memberikan arah baru bagi emas, terutama mengingat posisi emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Ekspektasi Dovish The Fed Menahan Penguatan USD dan Membantu Membatasi Tekanan Turun Emas

Sementara itu, pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga dalam pertemuan minggu ini, bahkan dengan peluang tinggi adanya serangkaian pemangkasan tambahan pada 2026. Ekspektasi pelonggaran kebijakan ini membuat dolar AS gagal melanjutkan pemulihan dari level terendah sejak akhir Oktober, sehingga menahan tekanan lebih dalam pada harga emas.

Ketidakpastian geopolitik juga turut berperan. Konflik Rusia–Ukraina yang masih berlarut-larut menjaga minat terhadap aset safe haven tetap hidup. Pernyataan terbaru dari keluarga Presiden AS Donald Trump, yang menyebut kemungkinan melemahnya dukungan terhadap Ukraina, menambah ketidakpastian dalam geopolitik global. Kondisi seperti ini pada umumnya membantu menahan pelemahan emas ketika tekanan teknikal meningkat.

Dengan harga yang bergerak dalam rentang terbatas selama seminggu terakhir, pasar tampaknya membutuhkan pemicu yang lebih besar untuk mendorong pelemahan lebih agresif. Untuk saat ini, sebagian besar pelaku pasar memilih menunggu rilis data makro AS serta hasil FOMC.

Ringkasan Penggerak Pasar: Pelaku Pasar Hati-Hati Meski Ekspektasi Dovish Semakin Kuat

Beberapa faktor kunci yang membentuk sentimen pasar saat ini antara lain:

1. Data PCE AS Tidak Mengubah Ekspektasi Pelonggaran The Fed

Laporan Indeks Harga PCE, yang menjadi acuan utama inflasi The Fed, tidak memberikan kejutan besar dan tidak mengubah ekspektasi bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada pertemuan pekan ini. Peluang terjadinya pemangkasan mencapai lebih dari 85%.

2. USD Gagal Bangkit Signifikan

Walaupun USD sempat pulih dari level terendahnya, momentum kenaikan tidak berkelanjutan karena pasar lebih fokus pada kemungkinan penurunan suku bunga tambahan tahun depan. Kelemahan dolar secara umum memberi dukungan terhadap komoditas, termasuk emas.

3. Yield Obligasi AS Sentuh Level Tertinggi 2,5 Bulan

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bergerak naik pada awal pekan karena ekspektasi bahwa Powell dapat memberikan sinyal bahwa penurunan suku bunga selanjutnya akan berlangsung secara lebih hati-hati. Peningkatan yield menjadi hambatan bagi emas, mengingat emas tidak menawarkan imbal hasil.

4. Ketegangan Geopolitik Menambah Lapisan Dukungan

Konflik yang belum mereda antara Rusia dan Ukraina, ditambah potensi perubahan arah kebijakan luar negeri AS, menambah permintaan pada aset safe haven seperti emas.

5. Pasar Menunggu Data ADP dan JOLTS

Rilis ADP dan JOLTS pada Selasa malam waktu AS diharapkan memicu pergerakan signifikan pada USD dan emas. Jika data tenaga kerja melemah, emas berpotensi mendapatkan dorongan naik. Sebaliknya, data yang kuat dapat mempersempit ruang kenaikan emas sebelum FOMC.

Analisis Teknikal: Emas Berisiko Turun Lebih Dalam Jika $4.164 Ditembus

Dari sisi teknikal, emas mulai kehilangan momentum sejak gagal mempertahankan posisi di atas EMA 200-jam, yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi area pertahanan penting. Namun, indikator pada grafik harian masih berada di wilayah positif, sehingga potensi rebound tetap terbuka.

Level resistance penting:

* $4.200 – pemulihan di atas ini dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut

* $4.245–$4.250 – batas atas range mingguan

* $4.277–$4.278 – resistance menengah sebelum menuju $4.300

Level support yang dipantau:

* $4.164–$4.163 – level terendah bulanan

* Penembusan kuat di bawah zona ini membuka jalan menuju area $4.100, yang juga menjadi garis tren naik jangka pendek sejak akhir Oktober

* Jika garis tren tersebut ditembus, tekanan bearish diperkirakan meningkat secara signifikan

Secara keseluruhan, emas berada dalam posisi yang rapuh namun belum sepenuhnya bearish. Pasar menunggu katalis besar dari FOMC untuk menentukan arah berikutnya.

Penurunan Emas Masih Terkendali, Semua Mata ke FOMC

Emas saat ini berada pada fase sensitif jelang keputusan The Fed. Faktor dovish, ketegangan geopolitik, serta ketidakpastian ekonomi global membuat penurunan emas tetap terbatas meskipun tekanan teknikal meningkat. Hasil FOMC akan menjadi pemicu utama apakah emas kembali menguat atau memasuki fase pelemahan yang lebih dalam.

Team

One thought on “Harga Emas Anjlok ke Level Terendah Sepekan: Tekanan Terbatas Jelang FOMC dan Ekspektasi Dovish The Fed

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *