Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) diperdagangkan di level 2.310, naik 2,21% dibandingkan penutupan hari sebelumnya, pada saat laporan ini ditulis.
UNVR dibuka dengan gap atas di 2.290 dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 2.330 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun, saham ini kemudian terkoreksi ke level terendah harian di 2.270 pada jam berikutnya. Setelah itu, pergerakan harga cenderung bergerak di antara dua level tersebut tanpa arah yang signifikan meskipun laporan keuangan tahunan telah dirilis.
Laba 2025 Melonjak Signifikan
Dalam laporan keuangan tahunan 2025, perseroan membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp7,64 triliun. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,36 triliun.
Sementara itu, penjualan dan pendapatan usaha relatif stabil. Pada 2025, penjualan tercatat Rp31,94 triliun, sedikit meningkat dari Rp30,62 triliun pada 2024.
Posisi Keuangan Menguat
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat menjadi Rp20,01 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp16,04 triliun pada akhir 2024.
Ekuitas juga naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp4,47 triliun dari sebelumnya Rp2,14 triliun. Di sisi lain, liabilitas meningkat tipis menjadi Rp15,54 triliun dari Rp13,89 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
RUPS Luar Biasa Dijadwalkan 13 Februari 2026
Peristiwa penting berikutnya bagi UNVR adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 13 Februari 2026 di Tangerang.
Recording date bagi investor yang berhak hadir telah ditetapkan pada 21 Januari 2026.
RUPS tersebut memiliki dua agenda utama:
-
Persetujuan pengangkatan kembali atau perubahan susunan direksi.
-
Persetujuan pendelegasian kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui perubahan dalam Peraturan Dana Pensiun Perseroan yang berdampak pada pendanaan, dengan tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Agenda pertama berkaitan dengan pengunduran diri Enny Hartarti dan Vandana Suri dari posisi Direktur Perseroan, serta usulan pengangkatan Nurdiana Daurus sebagai Direktur yang baru.
Analisis Teknikal UNVR
Secara teknikal, UNVR masih berada dalam tren bullish selama harga bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari.
Saham ini sempat ditutup di bawah SMA 200-hari pada 29 Januari 2026, namun tekanan tersebut tidak berlangsung lama. Sejak titik terendah pada 29 Januari 2026 hingga tertinggi Selasa lalu, UNVR telah menguat hampir 43%.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 52,05, menunjukkan momentum bullish-netral karena berada di sekitar level 50.
Baca juga : Forex (FX): Panduan Lengkap Pasar Mata Uang Global untuk Trader Indonesia
Level Teknis Penting
Resistance:
-
2.420 (tertinggi 10 Februari 2026 / area bawah kisaran sideways)
-
2.730 (tertinggi 2026 pada 8 Januari 2026)
-
2.840 (tertinggi 2025)
Support:
-
2.250 (terendah 9 dan 11 Februari 2026)
-
1.995 (SMA 200-hari)
-
2.000 (level psikologis)
Jika momentum bullish berlanjut, area resistance tersebut dapat menjadi penghalang berikutnya. Sebaliknya, jika terjadi penolakan dari level tertinggi terbaru, area support menjadi level yang perlu dicermati.