Pound Sterling bergerak stabil menjelang rilis data PMI Manufaktur ISM AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan BoE menekan GBP terhadap USD.
Sentimen Pasar terhadap Pound Sterling Masih Terbatas
Pound Sterling diperdagangkan mendatar terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) pada awal pekan perdagangan, dengan pasangan mata uang GBP/USD berada di sekitar 1,3230 dalam sesi Eropa. Meskipun tekanan terhadap USD masih kuat akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), Sterling juga menghadapi sentimen bearish karena kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Inggris dan kebijakan fiskal terbaru.
Investor kini memasuki pekan yang dipenuhi oleh rilis data ekonomi dan agenda kebijakan moneter yang berpotensi memengaruhi arah pasar valas global. Dolar AS kembali mencatatkan pelemahan, terlihat dari Indeks Dolar (DXY) yang turun ke level terendah dalam dua minggu, bergerak di sekitar 99,30. Penurunan berkelanjutan USD disebabkan ekspektasi yang semakin kuat bahwa The Fed akan mengumumkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.
Berdasarkan alat proyeksi CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sebesar 87,5% bahwa suku bunga akan dipangkas 25 basis poin ke kisaran 3,50%–3,75%. Ekspektasi ini diperkuat oleh tanda-tanda perlambatan sektor ketenagakerjaan AS dan proyeksi inflasi yang masih terkendali. Meski tekanan tarif impor sempat menjadi perhatian, pasar menilai efeknya terhadap inflasi tidak terlalu besar.
Sterling cenderung bergerak lebih rendah dibandingkan mata uang utama lain. Para pelaku pasar semakin yakin bahwa Bank of England (BoE) tidak akan mempertahankan kebijakan ketat terlalu lama. Pertemuan pada 18 Desember diprediksi akan menghasilkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin, menurunkan suku bunga acuan menjadi 3,75%.
Data ekonomi terbaru dari Inggris menunjukkan sinyal penurunan permintaan tenaga kerja, serta inflasi yang mengalami moderasi. Kondisi ini memberi ruang bagi BoE untuk melonggarkan kebijakan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang mulai melambat.
Selain itu, kenaikan pajak yang diumumkan oleh Kanselir Keuangan Inggris, Rachel Reeves, turut membebani sentimen pasar. Dalam laporan anggaran musim gugur pekan lalu, Reeves mengonfirmasi bahwa pemerintah akan menaikkan pajak hingga £26 miliar pada tahun anggaran 2029–2030 guna memperbaiki posisi fiskal negara. Kebijakan ini menekan imbal hasil obligasi pemerintah, yang turun hampir 4% dari puncak November.
Moody’s memberikan komentar positif terhadap upaya Partai Buruh dalam menekan utang negara, tetapi tetap memperingatkan risiko implementasi kebijakan fiskal yang tidak mudah.
Fokus Utama Pekan Ini: Data Tenaga Kerja dan PMI AS
Dari sisi Amerika Serikat, kalender ekonomi pekan ini sangat padat. Data yang paling disorot oleh pasar meliputi:
| Data | Jadwal Rilis | Perkiraan Pasar |
|---|---|---|
| ADP Nonfarm Employment | Rabu | +20.000 dari sebelumnya +42.000 |
| PMI Manufaktur ISM | Senin | 48,6 dari 48,7 |
| Pernyataan The Fed | Minggu depan | Pemangkasan suku bunga |
Para analis memperkirakan PMI Manufaktur AS akan mengalami kontraksi lebih dalam, memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS sedang mengalami perlambatan moderat.
Pasar menunggu data-data tersebut untuk melihat sejauh mana penurunan aktivitas manufaktur memengaruhi ketenagakerjaan dan output ekonomi secara keseluruhan. Jika angka-angka yang dirilis lebih lemah dari proyeksi, posisi USD kemungkinan akan tertekan lebih lanjut.
Analisis Teknis GBP/USD: Momentum Bullish Masih Ada, Tapi Tantangan Terbuka
Grafik harian menunjukkan GBP/USD masih berkonsolidasi, tetapi struktur teknikal memberikan indikasi pemulihan bullish. Pembentukan double bottom telah memicu kebangkitan permintaan beli yang lebih kuat.
Indikator kunci:
| Indikator | Level | Sinyal |
|---|---|---|
| EMA 200-hari | 1,3265 | Resistance utama |
| RSI Harian | 52,75 | Netral cenderung bullish |
| Support utama | 1,3040 | Support kuat di bawah |
| Resistance berikutnya | 1,3370 | Target jika breakout sukses |
Jika harga mampu menembus EMA 200-hari secara meyakinkan, potensi penguatan menuju puncak 28 Oktober di sekitar 1,3370 akan terbuka lebar. Namun, kegagalan mempertahankan momentum dapat memicu koreksi kembali menuju 1,3040.
Pound Sterling masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan ekonomi domestik dan pasar yang bersiap menyambut keputusan kebijakan moneter dari dua bank sentral besar dunia: The Fed dan BoE.
Pergerakan GBP/USD pada pekan ini akan sangat bergantung pada hasil rilis data ekonomi AS dan sentimen pemangkasan suku bunga. Para trader disarankan tetap berhati-hati dan memantau level teknikal kunci untuk menentukan arah transaksi berikutnya.
One thought on “Pound Sterling Stabil: Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed dan Data Ekonomi AS”