Valas Hari Ini: Bayang-Bayang Tarif Trump Tekan Dolar, Emas dan Perak Cetak Rekor Baru

Pasar valas global bergejolak akibat ancaman tarif baru Trump. Dolar AS tertekan, emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi, sementara…
1 Min Read 0 4

Pasar valas global bergejolak akibat ancaman tarif baru Trump. Dolar AS tertekan, emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi, sementara investor menanti data inflasi Kanada.

Ancaman Tarif Trump Guncang Sentimen Global

Pasar keuangan global membuka perdagangan pekan ini dengan volatilitas tinggi pada Senin, 19 Januari, seiring investor mencerna dampak kebijakan perdagangan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ancaman tarif impor baru terhadap sejumlah negara Eropa langsung membebani sentimen pasar, mendorong pelemahan Dolar AS dan memicu lonjakan tajam aset safe haven seperti emas dan perak, yang keduanya mencetak rekor tertinggi baru.

Kondisi pasar pada awal pekan juga dipengaruhi oleh faktor teknis, mengingat pasar saham dan obligasi AS tutup untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr. Likuiditas yang lebih tipis membuat pergerakan harga di pasar valas dan komoditas menjadi lebih sensitif terhadap berita geopolitik dan kebijakan perdagangan.

Presiden Trump menyatakan pada akhir pekan bahwa pemerintah AS akan memberlakukan tarif impor sebesar 10% mulai 1 Februari terhadap seluruh barang dari delapan negara Eropa. Negara-negara yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Denmark, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Inggris, dan Norwegia. Kebijakan ini dikaitkan dengan tekanan politik AS terhadap rencana akuisisi Greenland, yang kembali memicu ketegangan diplomatik lintas Atlantik.

Trump juga memperingatkan bahwa tarif tersebut dapat meningkat hingga 25% mulai 1 Juni apabila AS gagal mencapai kesepakatan terkait Greenland hingga batas waktu tersebut. Pernyataan ini langsung memicu kekhawatiran pasar akan eskalasi perang dagang baru antara AS dan Eropa, di tengah kondisi ekonomi global yang masih rapuh.

Menanggapi hal tersebut, laporan Reuters yang mengutip sumber diplomatik Uni Eropa menyebutkan bahwa para duta besar UE telah mencapai kesepakatan luas untuk menyiapkan paket tarif balasan senilai 93 miliar euro terhadap impor AS. Paket tersebut sebelumnya ditangguhkan selama enam bulan sejak Agustus, namun kini berpotensi diaktifkan jika negosiasi tidak mencapai titik temu.

Dolar AS Tertekan, Indeks USD Dekati 99,00

Tekanan geopolitik dan meningkatnya risiko perdagangan global membuat Indeks Dolar AS (DXY) kembali berada di bawah tekanan. Setelah mencatatkan penguatan selama tiga pekan berturut-turut, DXY berbalik melemah dan turun mendekati level psikologis 99,00 pada awal perdagangan Senin.

Pelemahan dolar mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi AS apabila tarif baru benar-benar diterapkan. Kebijakan proteksionis berpotensi meningkatkan inflasi domestik sekaligus menekan pertumbuhan, sehingga menimbulkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depan.

Emas Melonjak, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, emas kembali menegaskan perannya sebagai aset lindung nilai utama. Harga emas membuka pekan dengan gap bullish besar dan langsung melonjak ke rekor tertinggi baru sepanjang masa di level $4.690 per troy ounce, sebelum sedikit terkoreksi.

Pada saat laporan ini ditulis, XAU/USD masih bertahan di sekitar $4.675, menguat lebih dari 1,5% secara harian. Lonjakan tajam ini didorong oleh kombinasi pelemahan dolar, meningkatnya risiko geopolitik, serta permintaan safe haven dari investor global.

Analis menilai bahwa selama ketegangan perdagangan AS–Eropa belum mereda, harga emas berpotensi tetap berada di level tinggi, bahkan membuka peluang kenaikan lanjutan dalam jangka menengah.

Perak Ikut Bersinar, Tembus Level Historis

Tidak hanya emas, perak juga mencuri perhatian pasar. Setelah mengalami tekanan signifikan pada akhir pekan lalu, logam mulia ini bangkit tajam dan melonjak ke level tertinggi baru di atas $93,50 pada awal perdagangan Senin. Secara harian, harga perak melonjak hampir 4%, mencerminkan tingginya minat spekulatif dan lindung nilai.

Kenaikan perak yang agresif sering kali dipandang sebagai sinyal meningkatnya permintaan aset riil di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Pergerakan Mata Uang Utama

Di pasar valuta asing, pelemahan dolar memberikan ruang bagi mata uang utama lainnya untuk menguat. EUR/USD memanfaatkan tekanan luas pada USD dan diperdagangkan stabil di atas 1,1600 pada sesi Eropa. Fokus pasar kini tertuju pada rilis revisi Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (HICP) Zona Euro untuk Desember, yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan ECB.

Sementara itu, USD/CAD berbalik arah dan turun ke bawah 1,3900 setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak awal Desember di sekitar 1,3930 pada akhir pekan lalu. Investor kini menantikan rilis data inflasi Kanada, dengan IHK tahunan diperkirakan tetap di 2,2% pada Desember. Hasil data ini berpotensi menentukan arah kebijakan Bank of Canada dalam waktu dekat.

Di Eropa, GBP/USD menunjukkan pemulihan moderat setelah dibuka melemah. Pasangan ini terakhir terlihat diperdagangkan sedikit lebih tinggi di sekitar 1,3400, meskipun sentimen terhadap Pound masih rentan terhadap dinamika global dan data ekonomi Inggris ke depan.

Sementara itu di Asia, USD/JPY rebound menuju 158,00 setelah sempat jatuh di bawah 157,50 pada pembukaan pekan. Data dari Jepang menunjukkan bahwa Produksi Industri menyusut 2,7% secara bulanan pada November, memperkuat pandangan bahwa pemulihan ekonomi Jepang masih belum stabil.

Fokus Pasar Selanjutnya

Dengan pasar AS tutup dan agenda data relatif terbatas, perhatian investor global pada paruh kedua hari ini akan tertuju pada rilis data inflasi Kanada. Selain itu, perkembangan lebih lanjut terkait respons Uni Eropa terhadap kebijakan tarif AS akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pasar dalam beberapa hari ke depan.

Selama ketidakpastian perdagangan global masih membayangi, volatilitas di pasar valas dan komoditas diperkirakan akan tetap tinggi, dengan emas dan perak berpotensi mempertahankan momentum positif, sementara Dolar AS cenderung bergerak defensif.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *