EUR/USD Tembus 1,1800

EUR/USD melonjak di atas 1,1800 setelah Dolar AS tertekan rumor intervensi Yen Jepang. DXY jatuh ke level terendah multi-bulan, pasar…
1 Min Read 0 5

EUR/USD melonjak di atas 1,1800 setelah Dolar AS tertekan rumor intervensi Yen Jepang. DXY jatuh ke level terendah multi-bulan, pasar menanti ECB dan FOMC.

Dolar AS Ambruk Dihantam Rumor Intervensi Yen dan Spekulasi The Fed

Pasangan mata uang EUR/USD mencatat lonjakan tajam pada perdagangan Jumat sesi Amerika Utara, menembus level psikologis 1,1800 dan menyentuh titik tertinggi empat bulan di 1,1826. Kenaikan lebih dari 0,70% ini dipicu oleh tekanan kuat terhadap Dolar AS, menyusul merebaknya rumor intervensi di pasar valuta asing yang bertujuan menopang Yen Jepang (JPY).

Meski data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis pada hari yang sama tergolong solid, arus penjualan dolar tetap mendominasi pasar. Pada saat penulisan, EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,1811, mencerminkan perubahan sentimen yang tajam terhadap greenback.

Rumor Intervensi Yen Guncang Pasar Valas Global

Pemicu utama pergerakan pasar datang dari laporan media internasional yang menyebutkan meningkatnya risiko intervensi mata uang oleh otoritas Jepang. Sebuah judul Bloomberg yang berbunyi “Yen melonjak paling tinggi sejak Agustus saat risiko intervensi meningkat” beredar luas di akhir sesi, memicu reaksi berantai di pasar FX.

Laporan tersebut mengungkap bahwa para pedagang mencatat adanya pemeriksaan suku bunga (rate checks) oleh Federal Reserve Bank of New York terhadap bank-bank besar. Langkah ini dinilai sebagai sinyal awal bahwa otoritas moneter mungkin sedang mempersiapkan dukungan teknis jika intervensi mata uang benar-benar dilakukan.

Spekulasi tersebut langsung menekan Dolar AS secara luas, mengingat setiap langkah koordinasi atau dukungan terhadap intervensi akan mengurangi daya tarik dolar sebagai aset safe haven jangka pendek.

DXY Jatuh ke Level Terendah Sejak September 2025

Tekanan terhadap greenback tercermin jelas pada Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja dolar terhadap enam mata uang utama dunia. DXY memperpanjang penurunan dan jatuh ke kisaran 97,53, level terendah sejak September 2025, dari posisi sebelumnya di sekitar 98,33.

Pelemahan dolar yang agresif ini menjadi bahan bakar utama reli EUR/USD, sekaligus menandai pergeseran sentimen pasar dari dominasi dolar menuju mata uang utama lainnya, khususnya euro dan yen.

Data AS Positif, Tapi Tak Mampu Menopang Dolar

Ironisnya, kejatuhan dolar terjadi di tengah rilis data ekonomi AS yang relatif konstruktif. Survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan menunjukkan peningkatan optimisme rumah tangga AS, dengan indeks final naik menjadi 56,4, melampaui ekspektasi pasar di 54.

Namun, Direktur Survei Joanne Hsu menegaskan bahwa konsumen masih menghadapi tekanan serius pada daya beli. Harga yang tinggi serta kekhawatiran terhadap potensi pelemahan pasar tenaga kerja membuat optimisme tersebut belum cukup kuat untuk menopang dolar.

Dari sisi aktivitas bisnis, PMI Flash S&P Global mengindikasikan ekonomi AS tetap berada di jalur ekspansi. PMI Komposit naik tipis menjadi 52,8, meski Kepala Ekonom Bisnis S&P Global Market Intelligence, Chris Williamson, memperingatkan bahwa lemahnya pertumbuhan bisnis baru di sektor manufaktur dan jasa dapat menyebabkan perlambatan ekonomi pada Kuartal I 2026.

Kinerja Ekonomi Zona Euro Beragam, Tapi Euro Tetap Perkasa

Di Eropa, data PMI Flash HCOB Zona Euro memberikan gambaran yang beragam. PMI Komposit dan Jasa tercatat di bawah ekspektasi pasar, mencerminkan tekanan di sektor jasa. PMI Jasa Zona Euro turun ke 51,9, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Namun, Jerman memberikan kejutan positif. PMI Jasa Jerman berada di wilayah ekspansi dan melampaui perkiraan, sementara PMI Manufaktur menunjukkan perbaikan meski masih berada di bawah ambang batas ekspansi-kontraksi 50.

Kombinasi data ini menunjukkan bahwa ekonomi Zona Euro belum sepenuhnya solid, tetapi cukup stabil untuk mendukung euro—terutama ketika dolar AS berada di bawah tekanan berat.

Fokus Pasar Beralih ke ECB dan Data PDB Zona Euro

Memasuki pekan depan, perhatian investor akan tertuju pada sejumlah agenda penting dari Eropa. Data Iklim Bisnis Jerman, Indeks Kepercayaan Konsumen GfK, serta rilis Produk Domestik Bruto (PDB) untuk Zona Euro, Jerman, Prancis, dan Spanyol akan menjadi indikator kunci arah ekonomi regional.

Selain itu, pasar juga akan mencermati pidato para pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), termasuk Presiden ECB Christine Lagarde, serta Nagel, Elderson, dan Schnabel. Nada pernyataan mereka terkait inflasi dan suku bunga akan sangat menentukan kelanjutan penguatan euro.

Agenda AS: FOMC Jadi Penentu Arah Selanjutnya

Dari Amerika Serikat, fokus utama akan tertuju pada Pesanan Barang Tahan Lama, rata-rata Perubahan Ketenagakerjaan ADP empat minggu, serta yang paling krusial, keputusan kebijakan moneter FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powellhttps://forexinsidertips.com/eurusd-menanti-pmi/.

Setiap sinyal terkait arah suku bunga, inflasi, dan pasar tenaga kerja berpotensi memicu volatilitas besar pada EUR/USD, terutama setelah pelemahan dolar yang cukup tajam dalam beberapa sesi terakhir.

Lonjakan EUR/USD di atas 1,1800 menandai perubahan sentimen signifikan di pasar valuta asing global. Rumor intervensi Yen Jepang, spekulasi keterlibatan otoritas AS, serta melemahnya kepercayaan terhadap Dolar AS telah membuka ruang bagi euro untuk menguat tajam, meskipun data ekonomi Zona Euro belum sepenuhnya solid.

Dengan kombinasi agenda padat dari ECB dan FOMC, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam waktu dekat. Selama Dolar AS masih berada di bawah tekanan, EUR/USD berpotensi mempertahankan bias bullish, dengan pasar bersiap menghadapi fase penentuan arah kebijakan moneter global berikutnya.

Team

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *