USD/INR Berpotensi Menguat, Rupee Tertekan Lonjakan Harga Minyak dan Arus Keluar Asing

Rupee India (INR) diperkirakan melanjutkan pelemahannya terhadap Dolar AS (USD) pada pembukaan perdagangan hari Rabu, setelah pasar India tutup pada…
1 Min Read 0 1

Rupee India (INR) diperkirakan melanjutkan pelemahannya terhadap Dolar AS (USD) pada pembukaan perdagangan hari Rabu, setelah pasar India tutup pada Selasa karena perayaan Holi. Tekanan eksternal dan domestik yang meningkat membuat prospek jangka pendek mata uang India tetap rapuh.

Pada sesi terakhir sebelum libur, pasangan USD/INR ditutup naik 0,7% mendekati level 92,00. Dengan penguatan lanjutan Dolar AS di pasar global, pembukaan lebih tinggi untuk USD/INR menjadi skenario yang paling mungkin.

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Tujuh Minggu

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik sekitar 0,4% mendekati level 99,00 — tertinggi dalam hampir tujuh minggu.

Penguatan Dolar dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe-haven di tengah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel.

Situasi geopolitik memburuk setelah pejabat tinggi Iran menyatakan akan melakukan pembalasan keras dan menolak negosiasi dengan AS. Ketegangan meningkat signifikan ketika Tehran menutup Selat Hormuz — jalur strategis yang dilalui sekitar 20% pengiriman minyak mentah global — serta melancarkan serangan drone terhadap kepentingan AS di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini mendorong investor global untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke Dolar AS.

Lonjakan Harga Minyak Jadi Beban Struktural bagi Rupee

Penutupan Selat Hormuz memicu lonjakan tajam harga minyak mentah global. Bagi India, ini merupakan risiko serius.

Sebagai salah satu importir minyak terbesar di dunia, India sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi. Kenaikan harga minyak berpotensi:

  • Memperlebar defisit perdagangan

  • Meningkatkan tekanan inflasi domestik

  • Membebani neraca transaksi berjalan

  • Melemahkan Rupee secara struktural

Dalam konteks ini, tekanan pada INR bukan hanya reaksi jangka pendek, tetapi juga memiliki dimensi fundamental yang lebih dalam.

Ekspektasi Dovish The Fed Mulai Memudar

Di sisi kebijakan moneter AS, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan Federal Reserve mulai surut.

Data CME FedWatch menunjukkan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juni meningkat menjadi 53,5%, dari sebelumnya 42,7%.

Perubahan ekspektasi ini terjadi setelah rilis data PMI Manufaktur ISM yang menunjukkan tekanan inflasi tingkat pabrik melonjak tajam. Sub-indeks Harga Dibayar naik ke 70,5, jauh di atas perkiraan 59,5 dan pembacaan sebelumnya 59,0.

Data tersebut mengindikasikan tekanan biaya input yang lebih tinggi, yang berpotensi menghambat jalur disinflasi dan memperkuat posisi The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama.

Kombinasi inflasi yang kembali menguat dan ketidakpastian geopolitik memperkokoh daya tarik Dolar AS.

Arus Keluar Dana Asing Tambah Tekanan

Dari sisi domestik India, tekanan tambahan datang dari arus modal.

Investor Institusional Asing (FII) tercatat sebagai penjual bersih pada hari perdagangan pertama bulan Maret. Data dari National Stock Exchange (NSE) menunjukkan FII melepas saham senilai Rs 3.295,64 crore.

Arus keluar dana asing memiliki dampak langsung terhadap Rupee karena:

  • Penjualan saham domestik memicu konversi INR ke USD

  • Likuiditas pasar valuta asing menjadi lebih ketat

  • Sentimen terhadap aset India melemah

Jika arus keluar ini berlanjut, tekanan depresiasi Rupee bisa semakin dalam.

Outlook Jangka Pendek USD/INR

Dengan kombinasi faktor berikut:

  • Penguatan Dolar AS global

  • Lonjakan harga minyak

  • Surutnya ekspektasi pelonggaran The Fed

  • Arus keluar dana asing

Prospek jangka pendek USD/INR cenderung tetap bias naik.

Namun, stabilisasi harga minyak atau intervensi verbal dari otoritas moneter India dapat memperlambat laju pelemahan Rupee.

Peter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *