Valas Hari Ini: Emas Cetak Rekor Tertinggi di Atas USD 4.400

Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 4.400 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Pasar global bergerak hati-hati, dolar…
1 Min Read 1 19

Harga emas mencetak rekor tertinggi baru di atas USD 4.400 di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Pasar global bergerak hati-hati, dolar stabil, dan mata uang utama berfluktuasi terbatas.

Geopolitik Dorong Sikap Hati-Hati Pasar

Pasar keuangan global memulai perdagangan Senin, 22 Desember, dengan nuansa kehati-hatian yang kuat. Ketegangan geopolitik yang meningkat, khususnya di kawasan Timur Tengah, mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven). Dampaknya terlihat jelas pada harga emas yang kembali menguat dan mencetak rekor tertinggi baru di atas level psikologis USD 4.400 per ons.

Perdagangan pekan ini berlangsung dalam durasi yang lebih singkat akibat libur Natal, sementara kalender ekonomi relatif sepi dari rilis data berdampak tinggi pada hari Senin. Kondisi tersebut membuat sentimen pasar lebih banyak digerakkan oleh perkembangan geopolitik dan perubahan persepsi risiko global, alih-alih oleh indikator ekonomi makro.

Emas Bersinar di Tengah Meningkatnya Risiko Geopolitik

Emas menjadi bintang utama di pasar global dengan melanjutkan momentum bullish yang telah terbentuk sejak pekan lalu. Setelah mencatatkan kenaikan lebih dari 1% pada minggu sebelumnya, logam mulia ini kembali melonjak pada sesi Asia dan terakhir diperdagangkan di kisaran USD 4.405 per ons, atau naik lebih dari 1,5% pada hari itu.

Lonjakan harga emas tidak terlepas dari laporan yang menyebutkan adanya rencana Israel untuk kembali menyerang Iran. Ketegangan meningkat seiring kekhawatiran bahwa Iran tengah membangun kembali fasilitas pengayaan nuklir serta memperluas program rudal balistiknya. Media AS melaporkan, mengutip empat mantan pejabat Amerika Serikat yang mengetahui perkembangan tersebut, bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan bertemu Presiden AS Donald Trump dalam waktu dekat untuk menjelaskan urgensi tindakan militer terhadap Iran.

Kabar ini segera memicu reaksi pasar. Investor global memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan meningkatkan kepemilikan aset lindung nilai, dengan emas menjadi pilihan utama. Dalam kondisi ketidakpastian geopolitik yang meningkat, emas kembali menegaskan perannya sebagai instrumen pelindung nilai terhadap risiko global.

Dolar AS Stabil, Pasar Saham AS Cenderung Positif

Di tengah lonjakan emas, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak relatif stabil dan masih berada dalam fase konsolidasi di atas level 98,50. Stabilitas dolar ini terjadi setelah pemulihan yang terlihat pada paruh kedua pekan lalu. Minimnya rilis data ekonomi utama pada awal pekan membuat pergerakan dolar cenderung terbatas.

Sementara itu, indeks saham berjangka Amerika Serikat diperdagangkan sedikit lebih tinggi, melanjutkan sentimen positif dari Wall Street yang ditutup di wilayah hijau pada perdagangan Jumat. Investor saham tampak masih menjaga optimisme, meskipun ketegangan geopolitik menahan minat risiko secara keseluruhan.

Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat kuartal ketiga yang dijadwalkan dipublikasikan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada hari Selasa. Data tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai ketahanan ekonomi AS di tengah kebijakan moneter yang masih relatif ketat.

Pergerakan Mata Uang Utama: Euro, Pound, dan Yen

Di pasar valuta asing, pergerakan mata uang utama relatif terbatas. Pasangan EUR/USD mengalami koreksi setelah reli yang terjadi pada paruh pertama pekan sebelumnya. Pasangan ini menutup perdagangan minggu lalu di zona negatif, sekaligus menghentikan tren kenaikan tiga minggu berturut-turut. Pada sesi Eropa hari Senin, EUR/USD bergerak stabil dalam kisaran sempit di atas level 1,1700, mencerminkan sikap wait and see investor menjelang rilis data AS.

GBP/USD juga menunjukkan pergerakan yang moderat. Pasangan ini mengakhiri minggu sebelumnya nyaris tidak berubah, meskipun sempat mengalami volatilitas tinggi pasca pengumuman kebijakan Bank of England (BoE). Pada awal pekan ini, poundsterling menguat tipis dan diperdagangkan di sekitar level 1,3400, dengan investor masih menimbang prospek kebijakan moneter Inggris ke depan.

Sementara itu, USD/JPY terkoreksi lebih rendah setelah mencatatkan lonjakan hampir 1,5% pada perdagangan Jumat. Pada sesi Asia dan awal Eropa, pasangan ini bergerak di wilayah negatif di bawah level 157,50. Koreksi ini mencerminkan aksi ambil untung serta meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah eskalasi risiko geopolitik.

Dolar Australia Menguat Usai Keputusan PBoC

Di kawasan Asia-Pasifik, perhatian pasar tertuju pada kebijakan moneter China. Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) mengumumkan bahwa mereka mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun dan lima tahun masing-masing di level 3,00% dan 3,50%. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan pendekatan hati-hati otoritas moneter China dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Setelah mencatatkan kenaikan tipis pada Kamis dan Jumat lalu, pasangan AUD/USD kembali mendapatkan traksi dan diperdagangkan di dekat level 0,6630 pada awal sesi Eropa. Stabilnya kebijakan moneter China memberikan dukungan tambahan bagi mata uang yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi Asia, termasuk dolar Australia.

Harga Minyak Ikut Naik di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Selain emas, harga minyak juga merespons meningkatnya ketegangan geopolitik. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah mendorong harga minyak mentah bergerak naik pada awal pekan. Pada saat penulisan, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik lebih dari 1% dan diperdagangkan di sekitar USD 57,15 per barel.

Kenaikan harga minyak ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang kembali masuk ke pasar energi. Jika eskalasi ketegangan berlanjut, volatilitas harga minyak berpotensi meningkat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi inflasi global dan kebijakan moneter bank sentral utama.

Prospek Pasar: Hati-Hati Jelang Libur Panjang

Dengan kalender ekonomi yang relatif sepi dan likuiditas pasar yang diperkirakan menurun menjelang libur Natal, pergerakan pasar keuangan global kemungkinan akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan sentimen risiko. Emas diperkirakan tetap menjadi aset favorit selama ketidakpastian berlanjut, sementara mata uang utama cenderung bergerak dalam kisaran terbatas.

Investor global diperkirakan akan tetap berhati-hati, menjaga fleksibilitas portofolio, dan menunggu katalis baru yang lebih jelas sebelum mengambil posisi besar di pasar valas, komoditas, maupun saham.

Team

One thought on “Valas Hari Ini: Emas Cetak Rekor Tertinggi di Atas USD 4.400

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *